Peringati Hari Lanjut Usia Nasional, Anlene Gelar Rangkaian Edukasi Kesehatan Bersama Kemenkes, PEROSI dan Komunitas Lansia

Hari Lanjut Usia Nasional

Topik mengenai masyakarat lanjut usia (lansia) mungkin kurang disorot dalam perbincangan populer. Padahal, topik ini nggak kalah penting. Laporan Statistik Penduduk Lanjut Usia tahun 2020 mengungkap jumlah lansia di Indonesia terus meningkat hingga menyentuh angka 26,82 juta atau 9,92% dari total populasi saat ini.

Advertisement

Peningkatan jumlah lansia sejatinya merupakan indikator keberhasilan pencapaian pembangunan nasional bidang kesehatan. Artinya, Indonesia mengalami peningkatakan derajat kesehatan dan angka umur harapan hidup. Akan tetapi, kondisi ini juga menimbulkan tantangan untuk memastikan kesehatan lansia agar mereka sejahtera dan berdaya.

Sebagai salah satu langkah mengupayakan hal tersebut, Anlene bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), Komunitas Lansia Sejahtera Surabaya dan Yayasan Indonesia Ramah Lansia menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional yang diperingati setiap tanggal 29 Mei.

Rangkaian kegiatan edukasi yang ditujukan untuk membangun kesadaran masyarakat peduli lansia

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2021 yang diberi tajuk “Rayakan Lansia yang Sehat, Aktif dan Bahagia” dijalankan Anlene sejak tanggal 25 hingga 29 Mei 2021. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa webinar dan WhatsApp Class dengan topik utama mengenai kesehatan lansia dan hal-hal penting lainnya.

Advertisement

Marketing Manager Anlene, Rhesya Agustine mengatakan rangkaian kegiatan ini ditujukan bukan hanya untuk lansia, tetapi juga untuk masyarakat agar memiliki pengetahuan yang cukup tentang lansia. Ia juga menjelaskan peran Anlene dalam kegiatan ini hanyalah pendukung, karena webinar dijalankan dan diisi oleh pihak Kemenkes, PEROSI, dan rekanan komunitas lainnya.

“Kami (ingin) mengupayakan kesadaran masyarakat untuk peduli lansia. Dari kegiatan yang telah kita gelar, harapannya dapat menularkan semangat peduli lansia. Di sini Kemenkes berperan sebagai komandan. Mereka menyediakan fasilitas. PEROSI adalah ahli, dan komunitas adalah corongnya. Anlene hanya enabler,” ujar Rhesya dalam media briefing, Jumat (28/5/2021).

Advertisement

Direktur Litbang Yayasan Indonesia Ramah Lansia, T.A. Erjinyuare Amigo., M.Kep., Ns.Sp.Kep.Kom mengatakan rangkaian kegiatan edukasi “Rayakan Lansia yang Sehat, Aktif dan Bahagia,” merupakan satu langkah penting agar lansia mengetahui kondisi dirinya dan dapat menjaga kesehatan secara mandiri. Hal seperti ini juga yang diupayakan Yayasan Indonesia Ramah Lansia.

“Edukasi mengenai kesehatan merupakan faktor penting agar lansia dapat menjaga kesehatan secara mandiri. Di Yayasan Indonesia Ramah Lansia, kami senantiasa mengadakan edukasi mengenai kesehatan pada lansia secara rutin,” kata Erjin.

Alasan mengapa lansia perlu diperhatikan

Ketua Umum PEROSI, dr. Bagus Putu Putra Suryana, SpPD-KR (dok. Tangkapan layar/Zoom) via www.hipwee.com

Ketua Umum PEROSI, dr. Bagus Putu Putra Suryana, SpPD-KR mengatakan, dalam momentum Hari Lansia Nasional 2021, masyarakat perlu untuk mengetahui alasan mengapa lansia harus diperhatikan. Salah satunya adalah mereka sangat berisiko menderita penyakit tidak menular seperti jantung, strok dan osteoporosis.

“Osteoporosis meningkatkan risiko patah tulang. Pada lansia, patah tulang sangat berisiko karena akan menyebabkan rasa nyeri, disabilitas, deformitas hingga meningkatkan risiko kematian akibat komplikasi medis,” kata dr. Bagus.

Untuk itu dr. Bagus mengimbau masyarakat untuk bisa investasi kesehatan tulang, sendi dan otot sejak dini. Sebab, osteoporosis adalah kondisi yang dapat dicegah, dengan catatan dilakukan sedini mungkin. Hal ini penting untuk memastikan kesehatan secara menyeluruh di setiap tahap kehidupan.

“Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah osteoporosisi antara lain, mengonsumsi kalsium yang cukup dengan takaran 1.000 miligram setiap hari untuk wanita berusia di bawah 50 tahun dan pria berusia di bawah 70 tahun, serta 1.200 miligram setiap hari untuk wanita berusia di atas 50 tahun dan pria berusia di atas 70 tahun,” ujar dr. Bagus.

Ia menambahkan upaya tersebut perlu dibarengi dengan berolahraga secara teratur, menjalani gaya hidup sehat, dan mencukupi kebutuhan nutrisi lainnya seperti kalium, protein, dan mineral agar penyerapan kalsium dan pembentukan tulang baru berlangsung optimal dalam tubuh.

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes, dr. Riskiyana Sukandhi Putra, M.Kes (dok. Tangkapan layar/Zoom) via www.hipwee.com

Hal yang sama juga disampaikan oleh Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes, dr. Riskiyana Sukandhi Putra, M.Kes. Untuk memastikan lansia melakukan aktivitas fisik di samping pemenuhan nutrisi demi kondisi yang sehat dan bugar, pemerintah sejak tahun 2017 menjalankan mandat Inpres nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

“Pada tahun 2017, Pemerintah menerbitkan Inpres nomor 1 tahun 2017 tentang  Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) untuk mendorong masyarakat Indonesia melakukan pembudayaan aktivitas fisik, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pola makan gizi seimbang dan deteksi dini penyakit agar masyarakat Indonesia sehat, bugar dan tetap produktif,” ujarnya.

Komunitas Lansia Sejahtera Surabaya, wadah bagi lansia untuk olahraga, olah spiritual, hingga olah rasa

Ketua sekaligus pendiri Komunitas Lansia Sejahtera Surabaya, dr. Siti Pariani, MS., MSc., PhD., FISPH, FISCM (dok. Tangkapan layar/Zoom) via www.hipwee.com

Poin penting yang disampaikan oleh dr. Bagus dan dr. Riskiyana tersebut adalah yang diimplementasikan oleh Komunitas Lansia Sejahtera Surabaya. Ketua sekaligus pendirinya, dr. Siti Pariani, MS., MSc., PhD., FISPH, FISCM mengatakan komunitas yang ia jalankan mempunyai tujuan untuk memastikan lansia aktif secara fisik demi kesehatan.

“Komunitas Lansia Sejahtera Surabaya, didukung oleh Anlene, ingin memastikan para lansia untuk tetap melakukan aktivitas fisik secara optimal agar seluruh organ tubuh tetap berfungsi dan mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik,” jelas dr. Siti.

Ia juga mengatakan kalau aktivitas fisik bagi lansia terbilang mudah untuk dilakukan, karena dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing dengan intensitas sedang. Misalnya seperti jalan kaki jarak dekat, membersihkan rumah, bersepeda santai, naik tangga, hingga berkebun.

Selain itu, dr. Siti juga menjelaskan kalau komunitas yang ia jalankan turut memastikan lansia melakukan olah pikir dengan membaca buku dan belajar hal baru, olah rasa seperti dengan membantu orang lain dan olah spiritual dengan mendekatkan diri dan mengharapkan ridho dari Tuhan Yang Masa Esa.

Rangkaian kegiatan “Rayakan Lansia yang Sehat, Aktif dan Bahagia” merupakan bagian dari gerakan ‘Ayo Indonesia Bergerak’ yang diluncurkan Anlene sejak 2018 lalu untuk menunjukkan dukungan terhadap upaya pemerintah melawan sedentari dan mendorong masyarakat Indonesia untuk lebih aktif, terutama bagi lansia.

“Anlene percaya untuk mewujudkan lansia yang sehat, aktif, dan bahagia bisa dicapai dengan sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, organisasi masyarakat serta pihak swasta seperti Anlene,” tutup Rhesya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

I know I glow up

CLOSE