Peringati Hari Perempuan Internasional 2021, KemenPPPA dan Kalbe Farma Lakukan Kerja Sama untuk Perempuan Wirausaha

Hari Perempuan Internasional 2021

Tanggal 8 Maret setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional. Oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Hari Perempuan Internasional diresmikan sebagai peringatan untuk memperjuangkan hak perempuan, yang meliputi pencapaian sosial, ekonomi, budaya, dan politik.

Advertisement

Terdapat berbagai aktivitas dalam peringatan Hari Perempuan Internasional. Di Indonesia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dan Kalbe Farma melalui brand Fatigon, tahun ini memperingatinya lewat kerja sama strategis yang berfokus pada peningkatan peran perempuan dalam perekonomian melalui wirausaha.

Pemberdayaan ekonomi penting karena kesenjangan gender tertinggi terjadi pada aspek tersebut

Konferensi pers virtual ‘Perempuan Kebanggan Indonesia, Perempuan Wirausaha’, Senin (8/2/2021) (dok. Tangkapan layar/Zoom) via www.hipwee.com

Lewat kerja sama yang ditandai oleh program ‘Perempuan Kebanggan Indonesia, Perempuan Wirausaha’, Kemen PPPA dan Kalbe Farma yang didukung oleh UN Women, UNDP Indonesia, dan Women’s World Banking akan melakukan serangkaian inisiatif pemberdayaan perempuan untuk kesejahteraan ekonomi di 11 provinsi yang sudah dicanangkan KemenPPPA.

Hal tersebut penting, sebab, seperti dijelaskan oleh Deputi Bidang Kesetaraan Gender KemenPPPA, Agustina Erni Susiyanti, M.Sc., Indeks Pembangunan Gender KemenPPPA yang memperlihatkan kualitas hidup antara perempuan dan laki-laki mengungkap kalau kesenjangan gender tertinggi terjadi pada aspek ekonomi.

Advertisement

“Kerja sama dengan Kalbe Farma sangat strategis karena menyasar pemberdayaan ekonomi. Ini mendukung target pembangunan kita, (dan) ini juga menjadi salah satu arahan nomor satu dari Pak Presiden mengenai kewirausahaan,” kata Agustina dalam konferensi pers virtual ‘Perempuan Kebanggan Indonesia, Perempuan Wirausaha’, Senin (8/2/2021).

Senada dengan itu, Direktur Divisi Consumer Health PT Kalbe Farma Tbk., Feni Herawati mengatakan perempuan saat ini sudah banyak yang jadi tulang punggung perekonomian keluarga dengan berwirausaha. Setidaknya sebanyak 60% UMKM di Indonesia dimotori oleh perempuan. Namun, belakangan pendapatan pengusaha perempuan tersebut menurun drastis.

“Perempuan peranannya sangat sentral. Harapan kami melalui program ini bisa melihat banyak perempuan wirausaha baru yang keterampilannya bertambah, sehingga lebih baik lagi dalam menjalankan usaha dan bisa mencapai kemandirian finansial,” terang Feni.

Advertisement

Membina masyarakat agar mandiri secara ekonomi melalui berbagai program kewirausahaan

Menteri PPPA, Bintang Puspayoga (dok. Tangkapan layar/Zoom) via www.hipwee.com

Dijelaskan lebih lanjut, kerja sama yang jadi salah satu upaya Kalbe dalam membina masyarakat mandiri secara ekonomi ini meliputi berbagai program kewirausahaan. Di antaranya pengembangan industri herbal dan batik, pengembangan skill untuk industri rumahan dengan para ahli yang akan dihadirkan Kalbe, dan pameran industri rumahan.

Hal tersebut nggak lepas dari kompetensi Kalbe yang selama ini sudah membina banyak mitra strategis, seperti salah satunya petani herbal lokal yang komoditasnya jadi bahan baku produk Kalbe. Selain itu, Feni mengatakan Kalbe sebelumnya sudah cukup banyak terlibat dalam program pemberdayaan perempuan, baik di lingkup perusahaan maupun masyarakat umum.

“Tapi kami merasa masih belum cukup, dan berkomitmen untuk melanjutkannya,” imbuhnya.

Kendati berfokus pada ekonomi, Menteri PPPA, Bintang Puspayoga mengatakan pemberdayaan ekonomi nggak hanya demi penghasilan perempuan semata. Lebih jauh ia berpendapat, pemberdayaan ekonomi seperti dengan wirausaha, juga akan memerdekakan perempuan dari segala macam diskriminasi yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.

“Perempuan yang terlibat dalam aktivitas ekonomi adalah bagian dari perjuangan yang lebih besar dalam menjemput kesetaraan (gender),” tegas Bintang.

Selain melakukan pemberdayaan ekonomi, Feni menjelaskan kalau Kalbe lewat program kerja sama ini juga akan melakukan berbagai edukasi terkait kesehatan. Hal ini dirasa penting, karena menurutnya perempuan dalam rumah tangga terkadang juga berperan sebagai dokter pribadi yang harus memerhatikan kesehatan anggota keluarga selain diri sendiri.

“Segala urusan banyak bermuara dari perempuan, termasuk kesehatan keluarga. Penting bagi kami agar para perempuan mengerti terhadap kesehatan pribadi maupun anggota keluarga. Karena dengan itu, mereka bisa lebih produktif dan sehat dalam menjalani kehidupan,” terang Feni.

Dukungan UN Women, UNDP Indonesia, dan Women’s World Banking

Advisory Services Specialist Women’s World Banking, Angela Ang (dok. Tangkapan layar/Zoom) via www.hipwee.com

Dalam kesempatan yang sama, UN Women juga akan turut andil dalam program pemberdayaan ekonomi tersebut. Salah satu yang dikemukakan adalah dengan membuat dan memperbaharui modul pelatihan kewirausahaan yang relevan dengan zaman sekarang, dan akan menggalakkan pelatihan skill non teknis.

“Bersama KemenPPPA, sejak tahun 2019 kita (telah) melakukan kegiatan pelatihan kewirausahaan perempuan dengan menggunakan modul-modul yang sangat gampang dipelajari. Ke depannya kami akan buat modul yang sudah ada semakin relevan untuk perempuan UMKM,” kata Head of Programmes UN Women Indonesia, Dwi Yuliawati Faiz.

Sementara Country Economist UNDP Indonesia, Rima Prama Artha menyampaikan hal teknis yang patut diperhatikan dalam upaya pemberdayaan ekonomi, seperti mengimbangi program bantuan untuk UMKM dengan distribusi informasi yang lengkap dan mudah diakses.

“Meski pemerintah sudah banyak mengeluarkan program untuk mengurangi beban UMKM perempuan, tapi masih banyak yang belum menerima bantuan tersebut, misalnya karena tidak menerima informasi yang lengkap,” kata Rima.

Ia juga menyampaikan tiga hal yang akan menjadi dukungan UNDP Indonesia terhadap UMKM agar berkelanjutan, meliputi pelatihan kewirausahaan, transisi praktik ekonomi hijau, dan praktik bisnis dengan memerhatikan kondisi pandemi Covid-19.

Sedangkan Women’s World Banking berharap dapat mengimplementasikan solusi inklusi keuangan mereka untuk UMKM perempuan di Indonesia, di mana tujuan dari solusi tersebut adalah mendukung pemberdayaan dan kesejahteraan sebagaimana telah diterapkan di beberapa negara lain.

“Perempuan itu bukan sekadar penerima manfaat, melainkan penggerak roda ekonomi. Solusi kami (diantaranya) memudahkan perempuan ke akses kredit, dan penguatan akses ke digital platform,” kata Advisory Services Specialist Women’s World Banking, Angela Ang.

Dalam momentum Hari Perempuan Internasional ini, KemenPPPA dan Kalbe Farma juga turut memberi apresiasi kepada enam tokoh ‘Perempuan Kebanggaan Indonesia’. Mereka adalah Ir. Zulminarni, MS sebagai Perempuan Inspiratif Melalui Yayasan Pemberdayaan PEKKA, Hanna Keraf sebagai Perempuan Inspiratif Melalui DUANYAM, dan Mia Ariyana sebagai Perempuan Inspiratif Melalui ASPPUK.

Selanjutnya ada nama Bernadette Ruth Irawati Setiady sebagai Pebisnis Perempuan Inspiratif, Dian Sastrowardoyo sebagai Perempuan Inspiratif Melalui Yayasan Dian Sastrowardoyo, dan terakhir Anne Avantie sebagai Perempuan Inspiratif Melalui Yayasan Anne Avantie.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

I know I glow up

CLOSE