Indonesia Berada di Peringkat 9 Negara Paling Damai di ASIA Pasifik Menurut IEP, Ini Alasannya!

peringkat negara damai indonesia

Di tengah kabar carut-marut pandemi yang tak kunjung mereda ini, rupanya ada kabar lain tentang Indonesia yang perlu diketahui oleh banyak orang. Salah satunya adalah kabar tentang penilaian Indonesia sebagai negara damai menurut IEP (Institue of Economics and Peace). Disebutkan oleh laporan indeks perdamaian dunia tahun 2020 yang dirilis oleh lembaga tersebut, Indonesia menempati negara paling damai ke-9 di tingkat Asia Pasifik.

Advertisement

Menurut pemberitaan yang dimuat di laman Kompas, dalam indeks tersebut diketagorikan menjadi beberapa bagian, yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Adapun begitu, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya Indonesia memang mengalami penurunan tingkat kedamaian secara signifikan, beginilah alasannya.

Turun peringkat dari tahun sebelumnya, presentase tingkat kedamaian di Indonesia masih dinilai dalam tahap yang baik alias tinggi

Ilustrasi Indonesia via krakenkratom.com

Masih dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa posisi Indonesia dalam penilaian indeks perdamaian tersebut berada di bawah negara tetangga lainnya. Negara-negara tersebut adalah Singapura dan Malaysia, yang masing-masing mendapat skor sebanyak 1.321 dan 1.525. Meski begitu, Indonesia tetap menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki indeks tingkat perdamaian dengan kategori tinggi. Sedangkan yang mendapat penilaian tingkat perdamaian dengan kategori paling tinggi di Asia Tenggara hanyalah satu negara yaitu Singapura. Dalam laporan ini juga dijelaskan bahwa Indonesia mencatat tingkat kemunduran perdamaian di ASIA Pasifik sebesar 0,061. Hmmm, tapi kalau dibandingkan dengan Indonesia sih memang ada banyak banget perbedaannya ya. Mulai dari keragaman budaya, luas negara, dan lain sebagainya.

Jika meruntut penilaian secara global, pada tahun sebelumnya Indonesia menempati deretan nomer 41, kini berada di peringkat 49. Tepat di bawah Korea Selatan dan Senegal

Indeks perdamaian dunia 2020 via www.kompas.com

Jika tadi sudah dijelaskan posisi Indonesia di lingkup ASIA Pasifik, kali ini kita akan membicarakan peringkat Indonesia di mata global. Dari indeks penilaian yang sama, pada tahun 2019 Indonesia menempati deretan nomer 41 sebagai negara yang memiliki tingkat perdamaian tinggi di dunia. Sedangkan, pada tahun 2020 ini Indonesia merosot ke peringkat nomer 49 secara global. Kalau dipikir-pikir sih tingkat penurunannya berarti lumayan juga ya?

Advertisement

Ternyata, ada berbagai penyebab mengapa tingkat kedamaian di Indonesia menurun secara drastis. Simak deh!

Indeks perdamaian Asia Tenggara via www.kompas.com

Menanggapi turunnya tingkat perdamaian Indonesia yang dinilai menurun dalam rentang waktu satu tahun belakangan, rupanya memang ada berbagai penyebabnya. Beberapa di antaranya adalah konflik internal yang akhirnya berujung pada kasus hilangnya nyawa seseorang. Selain itu, kamu pasti juga sadar bagaimana carut-marut dunia politik yang terjadi di negara ini beberapa waktu terakhir. Seperti misalnya aksi besar-besaran yang diinisiasi oleh semua mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia tentang penolakan RUU KUHP yang sempat heboh pada bulan September dan Oktober 2019 lalu.

Sementara itu, indeks perdamaian di kawasan Asia Pasifik sendiri pada tahun 2020 ini memang mengalami penurunan dengan rata-rata sebesar 0,2 persen. Sedangkan, negara yang menempati deretan utama sebagai pemegang rekor paling damai adalah Selandia Baru. Meski berada di deretan teratas, Selandia Baru mengalami penurunan tingkat kedamaian karena kasus “Christchurch” pada Maret 2019. Untuk deretan yang memiliki indeks dengan predikat sangat rendah di kawasan ASIA Pasifik ditempati oleh negara Korea Utara. Hal itu disebabkan oleh uji rudal yang dilakukan negara tersebut hingga saat ini. Korea Utara menempati urutan 25 terbawah negara paling damai di dunia.

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE