Berkat Squid Game, Kita Jadi Tahu Permainan Anak di Dunia Punya Banyak Kesamaan. Apa Aja, ya?

permainan anak tradisional dunia

Masa kecil merupakan masa yang sangat menyenangkan bagi banyak orang, khususnya dari generasi milenial. Umumnya anak-anak masih sering bermain beragam permainan tradisional karena belum mengenal gawai. Pagi hari pergi ke sekolah, lalu siang atau sore bermain dengan teman di lingkungan rumah mulai dari main bola, petak umpet, gobak sodor, dan masih banyak permainan menyenangkan lainnya.

Tak hanya menjadi hiburan bagi anak-anak, permainan tradisional juga kerap menjadi inspirasi untuk membuat sebuah film atau serial drama. Di Indonesia, terdapat salah satu film horor yang bertajuk permainan anak-anak yaitu Petak Umpet Minako. Baru-baru ini, industri hiburan Korea Selatan juga merilis sebuah serial bertema permainan bertahan hidup yang berjudul Squid Game.

Sesuai dengan judulnya, serial ini berisi beberapa permainan yang dimainkan oleh para peserta. Tak hanya kalah atau menang seperti permainan anak-anak pada umumnya, permainan ini mempertaruhkan nyawa mereka yang ikut. Walau setting-nya di Korea Selatan, banyak penonton yang merasa bahwa permainan dalam serial ini memiliki kemiripan dengan permainan anak yang ada dunia.

Nah, kali ini Hipwee Premium akan mengulas mengenai beberapa permainan tradisional anak yang memiliki kesamaan dengan negara lain. Yuk simak selengkapnya!

Permainan hide and seek di Amerika dan Inggris mirip dengan permainan petak umpet di Indonesia

Photo by Ron Lach from Pexels

Melansir dari laman Romper, permainan hide and seek berasal dari seorang penulis Yunani bernama Julius Pollux. Ia mendeskripsikan permainan ini melalui sebuah tulisan pada dua abad sebelum masehi. Pollux memberikan nama Apodidraskinda untuk menyebutnya. Lambat laun, permainan ini pun tersebar ke seluruh penjuru negara di dunia dengan nama yang beragam.

Di Indonesia, permainan ‘bersembunyi dan menemukan’ ini disebut dengan petak umpet. Saat ini, permainan petak umpet telah diakui sebagai salah satu warisan budaya nonbendawi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Bahkan, permainan anak-anak ini juga telah dilombakan secara internasional, lo. Kompetisi petak umpet yang bertajuk “Nasconindo World Championship” pertama kali digelar di Italia dan telah diikuti oleh 80 tim dari 11 negara yang berbeda.

Permainan ini dimainkan oleh minimal tiga orang yang terbagi menjadi satu orang penjaga dan sisanya bersembunyi. Biasanya, anak-anak akan melakukan hompimpa untuk  mengundi siapa yang akan menjadi penjaga dan siapa yang akan bersembunyi. Anak yang kalah saat hompimpa akan menjadi penjaga. Ia akan berhitung mulai dari 1 sampai 1o, sementara anak-anak yang lain bersembunyi agar ditemukan oleh si penjaga.

Ketika si penjaga berhasil menemukan anak yang bersembunyi, ia harus menyebutkan nama anak tersebut lalu berkata ‘HONG!” sambil menepuk dinding atau pohon yang biasanya menjadi tempat berhitung. Penjaga yang berhasil menemukan semua anak yang bersembunyi akan menjadi pemenangnya. Sebaliknya, jika anak yang bersembunyi berhasil sampai ke markas tanpa ketahuan, maka si penjaga dianggap kalah dan harus berhitung kembali.

Tug of war yang ada di serial Squid Game mirip dengan permainan teanh proart di Kamboja dan tarik tambang di Indonesia

Photo by Yan Krukov from Pexels

Permainan ketiga dalam serial drama Squid Game menampilkan permainan tug of war yang dimainkan secara beregu. Serial ini menceritakan tentang permainan bertahan hidup, sehingga permainan ini dilakukan dari atas ketinggian. Tangan para pemain dikaitkan pada sebuah tali untuk saling menarik hingga melewati garis batas yang ada di tengah kedua tim. Di Squid Game, pemain yang jatuh dari ketinggian dianggap kalah dan menyerahkan nyawanya.

Ternyata, permainan dalam serial ini memiliki kemiripan dengan beberapa permainan di dunia seperti teanh proart di Kamboja dan tarik tambang di Indonesia. Di Kamboja permainan ini dimainkan oleh satu tim laki-laki melawan satu tim perempuan pada saat merayakan Hari Kemerdekaan Kamboja.

Tak jauh berbeda, di Indonesia permainan tarik tambang juga menjadi permainan yang khas pada saat perayaan 17 Agustus. Bedanya, tarik tambang di Indonesia biasanya terbagi menjadi perlombaan tarik tambang laki-laki dan perempuan yang dilakukan secara terpisah.

Permainan rayuela di kolombia mirip dengan permainan hopscoth di Roma dan engklek di Indonesia

Image by Wolfgang Eckert from Pixabay

Permainan ini memiliki sebutan yang beragam di beberapa negara di dunia. Di Kolombia, Argentina, dan Spanyol, permainan ini bernama rayuela. Di Roma dan Inggris, permainan ini disebut dengan hopscoth. Sedangkan di Indonesia, permainan menggunakan gambar kotak ini disebut dengan engklek.

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini