Di Tengah Tren Gowes, Makin Banyak Kasus Pesepeda Meninggal Mendadak. Pahami Penyebab dan Solusinya

Pesepeda meninggal

Untuk mengisi waktu,banyak orang yang mempunyai hobi baru selama pandemi corona. Mulai dari memasak, berkebun, sampai olahraga. Hobi yang baru-baru ini menjadi tren adalah bersepeda alias gowes. Banyak orang yang melakukannya untuk menjaga kesehatan sekaligus jalan-jalan. Seru deh!

Advertisement

Namun orang-orang tampaknya juga harus mengerti bahwa bersepeda pun memiliki risiko tersendiri. Rombongan peseda yang lambat bisa membuat lalu lintas menjadi lebih semrawut. Kita pun berisiko mengalami kecelakaan kalau nggak berhati-hati. Bahkan bisa sampai menimbulkan korban jiwa! Selain itu, banyak pesepeda yang meninggal mendadak karena kelelahan atau dipengaruhi kondisi kesehatan. Berikut selengkapnya.

Di tengah pandemi corona, muncul tren gowes yang langsung populer di mana-mana. Namun ternyata tren ini juga bisa berakibat fatal, tiap minggu tampaknya ada laporan pesepeda yang tewas mendadak

Ilustrasi orang ramai-ramai bersepeda. Credit: pexels@ahshea1-media-317904 via www.pexels.com

Dilansir dari Kompas, seorang pria meninggal mendadak saat sedang bersepeda di Bekasi pada 21 Juni silam. Dua hari kemudian, kejadian yang sama berulang di kawasan Alam Sutera. Ada pula dua orang yang meninggal saat bersepeda di Semarang, Jawa Tengah. Ternyata kasus semacam ini semakin sering terjadi belakangan. Kebanyakan penyebabnya bukan kecelakaan, melainkan kondisi kesehatan. Mengapa kegiatan bersepeda yang seharusnya sehat justru memakan korban jiwa?

Menurut dokter, orang sehat bisa meninggal akibat kelelahan saat bersepeda. Ini terjadi karena aktivitasnya sudah melebihi batas kemampuan tubuh

Ilustrasi kelelahan saat bersepeda. Credit: https: pexels@conojeghuo via www.pexels.com

Berdasarkan keterangan dr. Michael Triangto sebagaimana masih dilansir dari laman Kompas, kematian bisa terjadi jika seseorang terlalu memaksakan diri saat berolahraga. Sebab tubuhnya jadi kelelahan dan nggak kuat menanggung aktivitas yang terlalu berat. Hal ini nggak hanya terjadi saat bersepeda, tetapi juga saat melakukan olahraga lainnya. Jadi jangan sampai melebihi batas kemampuan diri sendiri ya~

Advertisement

Terlebih lagi bagi orang yang memang memiliki riwayat penyakit jantung, harus hati-hati ketika bersepeda. Tanpa disadari, jantung bisa berpacu terlalu cepat saat sedang mengayuh sepeda

Ilustrasi orang mengayuh sepeda. Credit: pexels@snapwire via www.pexels.com

Bersepeda termasuk olahraga kardio, yaitu aktivitas fisik yang menaikkan detak jantung dan pernapasan. Efeknya bagus jika dilakukan dalam porsi yang sesuai. Tetapi jika berlebihan, jantung bisa berpacu terlalu cepat. Tentunya ini berbahaya bagi orang-orang yang mempunyai penyakit jantung karena bisa menyebabkan kematian. Jadi saat bersepeda, sebaiknya pelan-pelan aja.

Di sisi lain, meninggalnya para pesepeda sebenarnya nggak berhubungan dengan penggunaan masker. Sebab masker bisa langsung dilepas kalau merasa sesak napas Sebagian orang takut memakai masker saat bersepeda karena bisa menghambat pernapasan. Apalagi, ada seorang pesepeda yang meninggal mendadak di kawasan Monas dalam keadaan memakai masker. Padahal menurut dr. Michael Triangto, pemakaian masker nggak berhubungan dengan meninggalnya pesepeda.

Masker memang bisa mengurangi suplai udara yang kita hirup. Tetapi, kita bisa langsung melepasnya kalau mengalami kesulitan pernapasan. Jadi seharusnya penggunaan masker nggak berpengaruh pada kematian. Sebaliknya, orang-orang justru wajib memakai masker saat bersepeda untuk mengurangi penyebaran virus corona.

Advertisement

Supaya tetap aman, bersepedalah dengan memerhatikan kemampuan dan kondisi tubuh kita. Jangan lupa untuk memakai perlengkapan pelindung

Ilustrasi orang bersepeda di era new normal. Credit: pexels@norma-mortenson via www.pexels.com

Meskipun sudah ada banyak pesepeda yang meninggal, nggak perlu takut untuk gowes. Yang penting adalah memerhatikan kondisi kesehatan. Sebaiknya lakukan pemanasan sebelum bersepeda agar badan kita nggak kaget. Pilih rute dan jarak yang sesuai kemampuan. Istirahatlah kalau merasa capek, jangan memaksakan diri. Bawa juga botol air minum untuk mencegah dehidrasi. Hal yang nggak kalah penting adalah memakai perlengkapan pelindung. Mulai dari masker, helm khusus sepeda, kacamata pelindung, serta pakaian yang cukup tebal.

Selain itu, kita wajib mematuhi peraturan lalu lintas. Melajulah di sisi kiri jalan dan jangan menerobos lampu merah. Sebaiknya kita juga memelankan laju kalau jalanan sedang dipenuhi motor, mobil, dan kendaraan lainnya. Cara-cara ini penting untuk menghindari kecelakaan. Jangan sampai para pesepeda terluka karena melanggar aturan lalu lintas!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE