Please, Jangan Sebar Rumor! 4 Hal yang Gak Pantas Dilakukan di Tengah Kepanikan Bom Kampung Melayu

Malam ini, Indonesia kembali berduka. Bom yang diduga adalah aksi bunuh diri terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Seperti biasa, selepas aksi macam ini terjadi sosial media dan grup Whatsapp gempar dengan berbagai spekulasi hingga foto-foto korban yang beredar.

Advertisement

Di saat genting seperti ini, ada banyak hal yang bisa makin mengacaukan keadaan. Terutama ketika orang ramai-ramai berkicau di media sosial.

Yuk, supaya nggak tambah runyam, cegah diri kita dari melakukan hal-hal di bawah ini!

1. Menyebarkan foto korban tewas di media sosial. (Apalagi kalau sebenarnya tidak ada satupun temanmu yang mau lihat fotonya!)

No.

No. via twitter.com

Di WhatsApp Group: “Stay safe everyone.” *lalu ngunggah foto korban tewas yang terkapar di tengah jalan*

Menyebarkan foto korban tewas nggak hanya bikin teman-temanmu yang melihatnya tambah takut, tapi  juga melanggar privasi korban dan keluarganya. Bayangkan kalau foto jenazah ayah, ibu, atau anakmu — dengan kondisi mengenaskan, pula — tiba-tiba ada di HP ribuan orang yang nggak kamu kenal. Buat apa? Apa manfaatnya?

2. Tak bisa membedakan isu mana yang “Katanya…” dan mana yang benar-benar terjadi.

Pos Polisi Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat

Pos Polisi Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat via kompas.com

Segera setelah ledakan, media sosial dan grup chat ramai membicarakan follow-up terror berbagai lokasi lain. Dalam kondisi genting, sebarkanlah informasi hanya dari sumber yang sudah terkonfirmasi. Polri dan media terpercaya — yang tidak cuma mengandalkan “Katanya…” — bisa jadi andalanmu. Jangan share informasi yang bisa memantik kepanikan, apalagi kalau ternyata itu nggak benar!

3. Menuduh pelaku berasal dari golongan tertentu. Padahal belum ada informasi resmi, gimana bisa tahu?

Advertisement
R

ISIS? via kompas.com

“Kayaknya ini ISIS deh. Kemarin ‘kan baru ada bom di Turki!”

“Ini pasti orang-orang dari X ya?”

Sebelum ada informasi resmi dari pihak berwajib, kita tak pantas asal tunjuk tentang siapa yang bertanggung jawab atas serangan ini. Hindari penyebutan atribusi yang “menjurus” pada pihak tertentu. Ini tidak akan membantu investigasi, justru bisa semakin mempersulitnya.

4. Bercandain isu ini. Ayolah… Ada orang yang beneran meninggal, lho 🙁

credits: @DapurIvan

credits: @DapurIvan via twitter.com

Kalau ada teman kamu yang bercandain isu ini, jangan ragu buat mengingatkan bahwa ada orang (orang beneran, pula!) yang meninggal karenanya. Nyawa orang bukan buat dibercandain. Kepanikan orang bukan buat ditertawain. Saat mood umum adalah kepanikan dan rasa takut, mungkin terlalu cepat kalau kita melempar canda.

Kita nggak perlu menambah kekacauan Jakarta dengan rumor yang tidak perlu. Yuk, tetap tenang sambil menunggu informasi resmi dari pihak yang berwajib! Semoga Jakarta segera pulih dan tak ada lagi korban nyawa yang jatuh karena kejadian ini. #PrayForJakarta

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Ophelia of the postmodern age.

5 Comments

  1. Aldo Syarif berkata:

    ini mah agar rencana MEA dihentikan untuk INDONESIA, karena orang INDO belum siap sama sekali :3

  2. Viana Fransiska berkata:

    Ayo bagi anda pecinta Poker Domino Online qqdomino[dot]com
    Agen Judi Poker, Domino,

    dengan MIN DP/WD 50RB anda sudah bisa bermain Kelima Game sekaligus

    dan juga di suport oleh 5 bank Lokal : BCA, BNI , BRI , DANAMON ,Dan Juga Mandiri

    Bonus Deposit 10% untuk New Member
    *Bonus CashBack 0.3% untuk Member Setia QQDomino
    *Bonus Referral 10% Seumur Hidup Tanpa Syarat

    Untuk Info Lebih lanjut
    Langsung saja ke LiveChat kami
    qqdomino[dot]net

    phone : +66613082763
    YM : cs.qqdmonino
    BBM : 2B5C98BD

  3. Setya Rizky S berkata:

    wkwkkw..leh uga teori dr profesor ini

  4. Harry Azhari berkata:

    teori (asumtif) yang “brilliant”, saya rasa.

CLOSE