10 Fakta Menarik tentang PNS di Luar Negeri. Ternyata Banyak Bedanya Sama PNS di Sini!

PNS di luar negeri

Kalau kamu saat ini sedang sibuk mempersiapkan berkas untuk mendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), berarti kamu termasuk satu dari sekian ribu orang yang sedang melakukan hal serupa. Sejak beberapa hari lalu, pendaftaran CPNS memang kembali dibuka. Lowongan ini dari tahun ke tahun tak pernah sepi peminat. Profesi PNS memang dianggap mapan dan bergengsi oleh masyarakat. Pasalnya, para pegawai menerima gaji rutin dan sejumlah tunjangan setiap bulan. Apalagi, beban kerjanya dinilai relatif lebih santai jika dibandingkan pegawai di perusahaan swasta.

Tapi, pernah nggak sih kalian bertanya-tanya tentang kehidupan PNS di negara-negara lain? Berikut ini Hipwee News & Feature telah merangkum potret dan fakta tentang PNS di berbagai negara. Ternyata kondisinya memang berbeda dengan PNS di Indonesia lo, baik dari segi gaji, jumlah cuti per tahun, tingkat kesulitan seleksi, dan lainnya. Yuk simak!

1. Cina: Sejak zaman kekaisaran Cina, sudah diadakan ujian seleksi pegawai negeri yang dianggap bergengsi. Berabad-abad kemudian, ada lebih dari 1,4 juta orang di Cina yang mendaftar seleksi CPNS pada tahun 2019

Seleksi CPNS pada masa kekaisaran Cina via www.sutori.com

2. Singapura: Gaji PNS di Singapura dengan strata paling rendah sebesar Rp9 juta seperti dikutip dari Kumparan, masih lebih tinggi dua kali lipat dibanding PNS di Indonesia yang besarnya Rp3-4 juta. Tapi karena di sana biaya hidup lebih tinggi, gaji segitu ya mepet banget sih~

PNS di Singapura via www.mha.gov.sg

3. Malaysia: Jatah cuti PNS di Malaysia ternyata sedikit, hanya 7 hari per tahun. Sedangkan di Indonesia, jatah cuti PNS mencapai 13 hari per tahun. Apalagi jumlah hari libur nasional di Indonesia lebih banyak~

PNS di Malaysia via www.nst.com.my

4. Jepang: Seleksi CPNS di Jepang terkenal sulit. Misalnya pada tahun 2009, ada 22.186 orang yang mendaftar. Namun hanya 1.494 orang yang lulus seleksi awal, dan di akhir hanya 660 orang yang diterima kerja!

Sulitnya seleksi CPNS di Jepang via www.businessinsider.sg

5. Prancis: Di Prancis, seleksi CPNS juga terkenal sulit. Biasanya kebanyakan orang yang berhasil mempunyai IPK tertinggi di kampusnya dulu. Semakin terkenal kampusnya, semakin besar pula kemungkinan diterima

Protes tentang PNS di Prancis via peoplesdispatch.org

6. Inggris: PNS di Inggris nggak hanya bekerja sesuai bidang yang dipilih. Sebab mereka juga harus melayani masyarakat secara langsung, contohnya membantu anak-anak menyeberang jalan dan membantu mendorong kursi roda

PNS di pemerintahan lokal Inggris via civilservicelocal.blog.gov.uk

7. Australia: Di Australia, semua pelayanan PNS sudah dilakukan lewat “satu pintu”. Sebab, internet dan kemampuan SDM di Australia lebih tinggi. Jadi nggak ribet kayak di Indonesia yang pelayanannya masih terpisah-pisah

Perkumpulan PNS di Australia via www.bbs.bt

8. Brasil: Kalau ingin jadi PNS di Brasil, kita harus mengikuti ujian tertulis dulu seperti di Indonesia. Ada juga beberapa posisi yang mengharuskan ujian fisik (polisi), dan ujian oral (hakim, jaksa, pengacara)

Polisi di Brasil via www.borgenmagazine.com

9. Kanada: Karena menjanjikan penghasilan yang mapan, profesi PNS sudah terkenal di Kanada sejak tahun 1840-an. Pada tahun 2018, jumlah kuota PNS di Kanada adalah 273.571 orang yang merupakan 0,74% dari populasi

Para pekerja di Kanada via www.immilawglobal.com

10. Yunani: Profesi PNS di Yunani memiliki sejumlah kontroversi. Sebab jumlah pegawainya terlalu banyak, gajinya nggak adil, dan proporsi jumlah pegawainya dipengaruhi oleh partai-partai politik tertentu

Kondisi kantor di Yunani via greece.greekreporter.com

Itulah deretan fakta tentang PNS di berbagai negara. Ternyata ada yang kondisinya lebih baik dari PNS di Indonesia, ada juga yang tidak. Jadi kita perlu lebih bersyukur pada kondisi di negeri sendiri. Seandainya kamu berniat atau sudah menjadi PNS, semoga bisa mengabdi pada negara dengan baik ya~

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

An amateur writer.

CLOSE