Ngeri! Bayangkan saja kamu sedang berjalan-jalan santai dan tiba-tiba suasana berubah horor karena terdengar suara tembakan di dekat rumahmu. Peristiwa kayak gini lagi sering terjadi di Amerika Serikat lho. Yup! Bukan cuma di negara-negara yang lagi berperang seperti Suriah atau Irak, warga Amerika juga ternyata sekarang lagi diributkan oleh teror senjata api. Pasalnya, banyak banget kejadian atau kecelakaan fatal gara-gara pemakaian senjata api yang sembarangan. Bahkan banyak diantaranya tidak disengaja, seperti kakak yang menembak adiknya karena dikira senjata itu mainan.

Fenomena ini terjadi bukan tanpa sebab. Kepemilikan senjata di AS memang tergolong cukup mudah. Sebagaimana dilansir dari CNN, baru-baru ini sebuah lembaga Small Arm Survey memetakan kepemilikan senjata di dunia. Jika AS adalah salah satu yang tertinggi, tahukah kalian jika Indonesia ternyata termasuk yang paling rendah?! Artinya, ya orang-orang di negeri ini memang tidak memegang atau punya senjata api. Wah tapi kok banyak perampok atau kriminal yang bisa dapat senjata buat melancarkan aksinya ya?! Yuk kupas tuntas tentang kepemilikan senjata api di Amerika dan bandingkan dengan kondisi di Indonesia bareng Hipwee News & Feature!

89 dari 100 orang di Amerika pegang senajata api, bisa jadi inilah yang memicu meningkatnya angka orang tewas akibat senjata api

Kepemilikan senjata api; hak atau keistimewaan? via wikipedia.org

Kepemilikan senjata api di Amerika Serikat nampaknya adalah hal yang sangat biasa. Ada sekitar ratusan outelet resmi penjual pistol dan senapan. Namun tentu saja ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar boleh membawa pulang senjata api incaran. Antara lain adalah bebas dari pengaruh obat, tidak memiliki catatan kriminal, dan sehat secara mental.

Kenyataannya, tanpa perlu ke outlet resmi pun masyarakat bisa melakukan jual beli senjata api online, bahkan ada juga yang menjual dari tangan ke tangan. Regulasi ini bisa dibilang percuma, meskipun awalnya senjata api diniatkan untuk melindungi diri dari kriminal. Nyatanya justru menciptakan kriminal baru dan menewaskan banyak orang.

Sedangkan di Indonesia, 0,5 dari 100 orang memegang senjata api. Hal ini membuat Indonesia sebagai salah satu negara dengan kepemilikan senjata api terendah

Advertisement

Tabel kepemilikan senjata api via edition.cnn.com

Kontras dengan kondisi kepemilikan senjata di Amerika, Indonesia termasuk negara dengan kepemilikan senjata api terendah menurut Small Arm Survey. Hanya 0,5 dari 100 orang, atau dengan kata lain 1 dari 200 orang saja yang memiliki senjata api. Itulah kenapa kita sangat asing dengan senjata api, bahkan banyak juga orang yang seumur hidup belum pernah melihat pistol. Tentu saja angka kematian akibat senjata api ini nggak sebanyak di Amerika yang sudah berjumlah ribuan setiap tahunnya.

Menyandang negara dengan kepemilikan senjata api terendah pun, masih banyak kasus yang tewas karena senjata api

Korban perampokan yang tewas tertembak via puncakberita.com

Beberapa pekan yang lalu masyarakat dikejutkan dengan kasus perampokan yang menewaskan korbannya dengan tembakan senjata api. Antara lain kasus perampokan di Cengkareng yang menewaskan seorang pengusaha Davidson Tantono, dan penembakan di Karawaci yang menewaskan seorang mahasiswa bernama Italia Chandra. Dengan minimnya jumlah senjata api di Indonesia dan sulitnya mendapatkan senjata api, banyak yang kemudian bertanya-tanya dari mana para perampok tersebut mendapatkan senjata api.

Selain untuk kepentingan olahraga dan dengan seizin kepolisian, kepemilikan senjata api oleh warga sipil itu garis besarnya dilarang. Sebagaimana dilansir Detik, menurut polisi, senjata yang digunakan perampok dan pelaku kriminal itu adalah senjata rakitan atau selundupan. Wah jangan-jangan secara resmi, angka kepemilikan senjata oleh warga sipil di Indonesia emang rendah tapi yang pakai ‘jalur belakang’ atau diam-diam justru banyak ya…

Kalau kepemilikan senjata api di Indonesia seperti di Amerika, kita mungkin sudah perang saudara

Kita patut bersyukur. Dengan sentimen masyarakat yang begini, peredaran senjata api di negara kita cenderung rendah. Jika orang-orang Indonesia banyak yang memiliki senjata api, sepertinya akan lebih sulit lagi untuk mengontrol diri. Bahkan bisa jadi, akan ada lebih banyak lagi korban yang berjatuhan akibat kecerobohan masyarakat dikarenakan senjata api. Meskipun belum bisa dibilang Indonesia 100% bebas konflik internal, nyatanya banyak yang masih menghargai nyawa orang lain di Indonesia dengan minimnya motivasi memiliki senjata api pribadi.

Bagaimana pun juga, kepemilikan senjata di setiap negara sebenarnya selalu menggunakan regulasi dan pengawasan yang ketat. Dalam kasus ini Amerika Serikat memiliki sejarah mengapa senjata api bisa menjadi kepemilikan yang legal. Antara lain karena tingginya tingkat kriminalitas, senjata api digunakan untuk self defense atau perlindungan diri. Namun pada praktiknya yang terjadi adalah sebaliknya. Bersyukur ya guys hidup di Indonesia. Dimana pistol dan senjata api yang kelihatan di film saja disensor! 😀

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya