Awal pekan ini, terjadi penyayatan beruntun yang menimpa dua orang remaja dan seorang anak perempuan di Yogyakarta. Aksi penganiayaan tersebut dilakukan oleh seorang pria misterius yang diduga adalah orang yang sama di ketiga tempat yang berbeda. Semua terjadi dalam kurun waktu kurang dari satu jam. Sementara itu ketiga korban yang semuanya perempuan tersebut sama-sama mengalami luka sayat di bagian lengan kanan. Diduga pula alat yang digunakan oleh pelaku berupa pisau kecil.

Korban pertama adalah Neli Ratna berusia 18 tahun, seorang mahasiswi. Ia mengalami penyayatan tepat di tengah hari.

Terjadi penyayatan di Yogyakarta yang kesemua korbannya adalah perempuan. via jogja.tribunnews.com

Neli, seorang mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adalah korban pertama dari penyayatan beruntun tersebut. Insiden mengerikan itu menimpa Neli sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Pramuka, Umbulharjo. Hingga Senin sore, Neli masih menjalani perawatan di rumah sakit Hidayatullah dan mendapatkan 26 jahitan di lengan kanannya.

Kurang dari setengah jam berikutnya, korban kedua yang seorang pelajar SMK mengalami kejadian serupa di Jalan Nyi Pembayun, Prenggan, Kotagede.

Kejadian penyayatan ini tidak berkaitan dengan perampok. via www.harianjogja.com

Sementara itu di tempat terpisah, seorang pelajar SMK Berbudi, Giwangan yang bernama Karni (16) -mengalami tragedi serupa pada sekitar pukul 12.22 WIB. Peristiwa penyayatan yang menimpa Karni tersebut terjadi di Jalan Nyi Pembayun, Prenggan, Kotagede, tepatnya depan toko HS Silver. Beruntungnya, peristiwa itu sempat terekam oleh CCTV.

Sementara itu tragedi penyayatan yang ketiga terjadi pada pukul 12.45 WIB di Kotagede yang korbannya adalah seorang siswi sekolah dasar.

Advertisement

Nadila Eka Rahmawati (12), siswi kelas 6 SDN Randusari yang juga menjadi korban dari penyayatan. via www.tribunnews.com

Saat itu korban sedang pulang sekolah dengan mengendarai sepeda kayuh. Sekitar pukul 12.45 saat sampai di tempat kejadian didekati pengendara motor dan langsung menyayat lengan kanannya.

Kapolsek Kotagede Kompol Suparman via daerah.sindonews.com

Nadila Eka Rahmawati (12), seorang pelajar sekolah dasar menjadi korban ketiga dari tragedi penyayatan beruntun yang misterius tersebut. Insiden yang dialami siswi SDN Randusari, Kotagede itu terjadi di depan sekolah Nadila sendiri di jalan Nyi Pembayun – Kotagede. Mulanya, Nadila tengah mengendarai sepeda dalam perjalanan pulang sekolah. Tiba-tiba, ia didekati oleh seorang pengendara motor yang tanpa tedeng aling-aling menyayat lengan kanannya. Akibat kejadian mengerikan tersebut Nadila setidaknya mendapatkan 20 jahitan di lengan kanannya.

Aparat belum dapat memastikan apakah pelaku dari ketiga penyayatan tersebut adalah orang yang sama. Meski banyak dugaan yang mengarah pada simpulan bahwa pelaku adalah orang yang sama.

Tragedi penyayatan yang terjadi Senin kemarin tentu membuat kaum hawa jadi was-was. via nasional.news.viva.co.id

Aparat juga menolak menyimpulkan bahwa peristiwa itu berkaitan dengan kejadian serupa di tempat lain, yakni di kawasan Umbulharjo, Yogyakarta.

via nasional.news.viva.co.id.

Banyak dugaan yang mengarah bahwa ketiga peristiwa mengerikan itu didalangi oleh pelaku yang sama. Berdasarkan keterangan beberapa saksi di lokasi, pelaku di depan toko HS dan di depan sekolah Randusari memiliki kesamaan ciri-ciri, yakni mengendarai motor Supra, memakai jaket berwarna biru dongker, helm warna hitam, dan membawa tas ransel yang dikaitkan di stang motor. Selain itu selisih waktu antar kejadian pertama hingga ketiga masing-masing hanya sekitar 20 menit, belum lagi luka di tangan para korban yang juga sama (lengan kanan). Meski begitu aparat belum bisa menyimpulkan bahwa pelaku dari ketiga kejadian penyayatan tersebut adalah orang yang sama.

Apakah ini pelakunya sama dengan kejadian di Umbulharjo, yang juga ada korban disayat dengan senjata tajam, dan waktunya hanya selisih 20 menitan, hal tersebut belum ada benang merahnya.

– Kepala Polsekta Kotagede, Komisaris Polisi Suparman via nasional.news.viva.co.id –

Menyerang korban di tengah keramaian dan siang hari, memunculkan dugaan bahwa pelaku mungkin psikopat. Sekali lagi ini mungkin.

Belum bisa dipastikan apakah pelaku menderita gangguan mental atau bukan. via www.wichitasedgwickcountycrimestoppers.com

Kejadian siang hari ditengah keramaian, kalau orang normal tidak mungkin berani.

Kanit Reskrim Polsek Kotagede, Iptu Edi Subekti via www.harianjogja.com.

Muncul dugaan bahwa pelaku bisa saja menderita sakit mental atau psikopat. Karena penyerangan dilakukan saat keadaan tengah ramai dan di waktu siang hari. Akan tetapi ini hanya sebatas dugaan yang masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Mendengar berita di atas, tentu banyak dari kamu para cewek yang kerap jalan sendirian, terutama yang berdomisili di Yogyakarta, menjadi sedikit parno. Tapi jangan panik, kamu hanya perlu berhati-hati. Yang paling penting jangan lupa berdoa saat ke luar rumah. Semoga pelakunya segera terungkap dan tertangkap.. Amin.