Pemanasan global atau global warming sudah menghantui kita sejak bertahun-tahun lalu. Kondisi bumi yang makin panas disinyalir jadi penyebab menjamurnya bencana alam di dunia, mulai dari banjir akibat volume air laut meningkat, kebakaran hutan, sampai kekeringan. Termasuk fenomena polar vortex di Amerika, yang mengakibatkan turunnya temperatur di sana secara drastis, hingga mencapai minus 50 derajat celsius!

Baru-baru ini, ada sebuah peristiwa yang agaknya makin membuat kita yakin kalau perubahan iklim itu memang nyata adanya. Sekelompok beruang kutub dilaporkan “menyerang” pemukiman warga di kepulauan Rusia. Nggak tanggung-tanggung, menurut laporan, jumlahnya mencapai 50 ekor lo! Penduduk di sana jadi takut keluar rumah dan membiarkan anak-anaknya pergi ke sekolah. Simak ulasan lengkapnya bareng Hipwee News & Feature, yuk!

Sekelompok beruang kutub terlihat menginvasi pemukiman warga di kepulauan Rusia. Di beberapa video tampak mereka juga mengacak-acak tumpukan sampah, untuk mencari makan!

Advertisement

Pulau Novaya Zemlya di utara Rusia sedang dalam keadaan darurat karena “serangan” sejumlah beruang kutub. Dikutip BBC, sejumlah beruang bahkan terlihat memasuki gedung-gedung dan menyerang manusia. Mereka mengacak-acak tumpukan sampah, mencari makanan demi bertahan hidup. Di wilayah Belushya Guba, tempat 2.500 orang tinggal, kabarnya sudah ada 50 lebih “penampakan” beruang kutub.

Perubahan iklim dilaporkan jadi alasan terkuat kenapa beruang-beruang itu bisa menyerang pemukiman. Mereka seperti nggak punya pilihan lain buat bertahan hidup

Mereka nggak punya pilihan lain selain memasuki pemukiman warga via edition.cnn.com

Kelompok beruang itu disinyalir telah kehilangan tempat tinggal akibat es-es di kutub yang mulai mencair. Perubahan iklim membuat habitat mereka nggak lagi seperti dulu. Liz Greengrass, direktur di badan amal konservasi hewan, Born Free Foundation, Inggris, dikutip CNN, beruang kutub itu bertahan hidup dengan memburu anjing laut. Sedangkan anjing laut, cuma bisa hidup di lautan es. Jadi kalau populasi anjing laut menurun, beruang kutub jadi kena ‘getah’nya. Nggak heran kalau mereka jadi nekat mendekati pemukiman warga hanya demi bisa makan. Duh, sedih ya 🙁

Karena peristiwa ini, otoritas setempat sampai mengumumkan keadaan darurat di sejumlah wilayah lo. Ya walaupun terlihat lucu, tapi beruang kutub ‘kan hewan buas juga. Warga pun jadi takut keluar rumah

Warga takut diserang beruang kutub via www.unilad.co.uk

Advertisement

Mungkin karena saking banyaknya jumlah beruang yang menginvasi pemukiman warga ini, otoritas setempat sampai menetapkan keadaan darurat lo. Kalau lihat foto-fotonya mungkin kita bakal menganggap beruang kutub itu lucu dan “peluk-able” tapi jangan lupa kalau mereka sebenarnya binatang buas. Masyarakat yang tinggal di sana sampai pada takut keluar rumah. Aktivitas sehari-hari mereka jadi terganggu, anak-anak pun dilarang pergi ke sekolah karena takut diserang beruang.

Saat ini para petugas di sana bekerjasama dengan organisasi WWF untuk mengatasi masalah ini, gimana caranya agar hewan-hewan itu menjauh dari pemukiman

Otoritas setempat akan mencoba berbagai cara mengusir hewan-hewan ini via siberiantimes.com

Mengingat di sana beruang kutub itu haram diburu, pekerja yang bertugas jadi memikirkan cara lain bagaimana supaya si beruang-beruang itu bisa meninggalkan pulau. Pihak kepolisian sudah mencoba mengusirnya dengan bunyi-bunyian, tapi katanya sih nggak mempan. Organisasi World Wildlife Fund (WWF) membantu dengan memperkenalkan sebuah mesin pembuat kebisingan, memasang penerangan yang lebih terang di ruang-ruang publik, mengimbau warga memakai wadah penyimpanan makanan yang tahan beruang, serta menyampaikan protokol keselamatan ketika beruang mulai memasuki rumah-rumah. Mereka juga membolehkan pemakaian peluru karet, seperti dikutip CNN.

Peristiwa ini sukses bikin kita miris sekaligus panik karena mungkin hal yang sama bisa saja terjadi di Indonesia. Makin berkurangnya lahan hutan, mungkin saja akan mendorong populasi hewan buas seperti harimau atau gajah, menyerang pemukiman warga di sekitar. Duh, semoga aja masyarakat nggak langsung main tembak ya..

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya