Namanya juga kematian, datangnya pasti tanpa kepastian. Orang bisa meninggal kapanpun dan dimanapun dia berada, nggak peduli lagi di ujung dunia sekalipun. Biasanya, kalau ada yang meninggal di luar kota atau luar negeri, pihak keluarga akan minta jenazah dikirim agar bisa dikebumikan di tanah kelahirannya. Jangan bayangin proses pengirimannya bakal segampang ngirim barang pakai jasa ekspedisi lho ya. Mengirim jenazah itu ribet. Kalau mau nggak ribet biasanya butuh biaya yang nggak murah, bahkan sampai belasan atau puluhan juta sekali antar.

Belum lama ini, ada sebuah thread di Twitter yang membahas soal bisnis pengiriman mayat yang ternyata cukup populer di kalangan sopir angkutan berat. Adalah Destya, cewek yang bercerita kalau bapaknya jadi saksi gimana bisnis ini berjalan. Meskipun sekilas kelihatan kayak cerita horor, tapi kamu harus tahu fakta soal bisnis terselubung ini. Berikut Hipwee News & Feature merangkum informasinya buat kamu…

Destya bercerita soal bapaknya yang jadi saksi gimana seorang jenazah dikirim ke kampung halaman pakai truk pengangkut barang

Advertisement

Melalui akun Twitter-nya, Destya bercerita soal bapaknya yang melihat sendiri gimana seorang jenazah diangkut pakai truk untuk dikirim ke daerah asal. Saat itu ceritanya si bapaknya ini lagi menumpang truk temannya untuk mudik karena sudah kehabisan tiket. Saat berhenti di tempat makan khusus sopir-sopir truk bermuatan besar, ia melihat ada 1 truk yang berhenti juga. Di bagian depan terlihat ada 3 penumpang, tapi katanya hanya 2 orang yang turun untuk makan.

Si bapak penasaran dan bertanya, kenapa temannya nggak diajak makan juga. Dan ternyata, sosok yang selama perjalanan diapit sopir dan 1 temannya itu adalah mayat!

Yang lebih mengagetkan lagi, mayat ini didudukkan di bangku sebelah sopir, dipakaikan baju biasa, kacamata, kadang juga masker, biar kelihatan kayak penumpang biasa!

Pakai truk bermuatan via jabar.tribunnews.com

Advertisement

Bukannya dibawa pakai peti mati, mayat itu malah didudukkan di depan, dipakaikan baju layaknya manusia biasa, serta dipasangi kacamata. Tujuannya memang agar menyerupai manusia. Usut punya usut, hal ini dilakukan agar nggak ketahuan polisi. Karena caranya ilegal, kalau terbongkar bisa makin runyam. Jenazah akan dipaksapindahkan ke ambulans dan tentu si sopir nggak akan bisa lolos begitu aja tanpa sederet pertanyaan dari pihak kepolisian. Mau ditaruh di bak muatan, pasti nanti pas sampai di tempat penimbangan bakal dicek juga.

Harga sewa ambulans yang mahal kerap jadi alasan kenapa orang pada akhirnya memutuskan “menitipkan” jenazah keluarga mereka ke sopir truk

Harga ambulans mahal via tangerangnews.com

Bukan karena tega-tegaan, alasan orang membayar sopir truk buat bawa jenazah kerabatnya ini karena mereka pada nggak kuat bayar ambulans. Memang sih, untuk tarif dalam kota aja bisa sampai ratusan ribu sekali antar. Apalagi yang luar kota, bahkan luar negeri, yang mana harus pakai pesawat, mungkin malah sampai puluhan juta. Nah, kalau dari thread di atas, jasa sopir truk ini cuma sekitar Rp5 juta. Jelas jauh lebih murah dibanding pakai ambulans.

Bahkan ada juga yang dibawa sendiri pakai bus kota atau angkutan umum. Masih ingat ‘kan ada seorang ibu yang membawa jenazah bayinya pulang naik angkot?

Ibu bawa jenazah anaknya pakai angkot via wartakota.tribunnews.com

Kalau kalian masih ingat, September tahun lalu ada seorang ibu yang membawa jenazah bayinya pakai angkot. Dari kabar yang beredar, si ibu nggak mampu bayar ambulans pihak rumah sakit. Belum lagi pihak keluarga juga harus mikirin biaya pemakaman, dan lain-lain. Wajar kalau transportasi jenazah ini kerap jadi masalah bagi pihak masyarakat terutama yang keadaan ekonominya menengah ke bawah.

Sebenarnya, udah banyak lho Pemkot daerah yang sadar akan pentingnya ambulans. Kayak Pemkot Surabaya yang tahun lalu menyediakan 8 unit ambulans gratis untuk warga yang kurang mampu. Bahkan ambulans tersebut bisa beroperasi sampai luar kota. Jika ingin menggunakan jasa ambulans gratis ini, warga hanya perlu menelepon ke nomor darurat 112. Syaratnya, orang yang meninggal harus warga Surabaya.

Sudah banyak ambulans gratis via www.saibumi.com

Selain Surabaya, ada juga beberapa kota lain yang mulai melakukan hal serupa, seperti Jakarta dan Makassar. Lembaga swasta semacam Dompet Dhuafa, ternyata juga melayani jasa antar jenazah gratis memakai ambulans. Jadi sebenarnya, banyak lho pihak yang sudah mulai peduli dengan ketersediaan ambulans ini. Mungkin kitanya aja yang kurang informasi, atau sosialisasi soal ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya