Diduga Terinspirasi Film Horor, Gadis Berusia 15 Tahun Bunuh Anak Kecil dan Menyimpannya di Lemari

Remaja 15 tahun bunuh anak kecil

Publik sedang gempar karena kejadian tak terduga yang melibatkan seorang remaja di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Baru-baru ini, gadis berusia 15 tahun dengan inisial NF mengakui tindak kriminal yang dilakukan olehnya. Ternyata dia telah membunuh seorang anak berusia 5 tahun! Padahal korban yang berinisial APA adalah tetangganya sendiri.

Advertisement

Tindak kejahatan yang dilakukan NF langsung diselidiki polisi. Lantas satu per satu hal penting terungkap, mulai dari alasan membunuh hingga cara pembunuhan itu terjadi. Mari simak selengkapnya.

Seorang remaja berusia 15 tahun membunuh anak kecil dengan cara menenggelamkannya di bak mandi. Lantas jasadnya disimpan di lemari

TKP di Sawah Besar, Jakarta Pusat via sumbar.antaranews.com

Dilansir dari Kompas, hari itu APA sedang berkunjung ke rumah NF. Lantas NF mengajak APA ke kamar mandi dan menyuruhnya mengambil mainan yang ada di dalam bak mandi. APA pun diangkat dan dimasukkan ke dalam bak, lalu ditenggelamkan selama 5 menit. NF juga mencekik leher korban hingga lemas.

Setelah korban meninggal, tersangka berniat membuang jasadnya, tetapi tidak jadi karena hari sudah menjelang sore. Akhirnya NF menyimpan jasad korban di dalam lemari dalam keadaan disumpal dengan tisu dan diikat.

Advertisement

Keesokan harinya, NF menyerahkan diri ke polisi dan menceritakan pembunuhan yang dilakukan olehnya. Dia pun diproses secara hukum

NF (kiri) dan polisi via nova.grid.id

Awalnya remaja ini beraktivitas seperti biasa. Namun saat perjalanan menuju sekolah, NF memilih berganti pakaian dan menyerahkan diri ke Polsek Taman Sari, Jakarta Barat. Polisi pun menyelidiki rumah NF setelah mendengar pengakuannya. Ternyata memang ada jasad anak kecil di dalam lemari.

Kini NF diperiksa oleh kepolisian terkait pembunuhan yang dilakukan olehnya. Karena masih di bawah umur, dia mendapat perlakukan khusus. Dia akan diproses berdasarkan UU tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Untuk sementara waktu, kini NF ditempatkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), Cinere, Depok, Jawa Barat.

Saat penyelidikan, NF mengaku kalau dia melakukan pembunuhan karena terinspirasi dari film horor. Dia juga merasa puas setelah membunuh

Advertisement

Slender Man yang digambar oleh NF via www.liputan6.com

“Si pelaku ini dengan sadar diri. Dia menyatakan telah membunuh dan menyatakan saya tidak menyesal, tapi saya merasa puas. Kalau berdasarkan tadi kita wawancara, dia terinspirasi oleh film,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto.

Dilansir dari Liputan 6, NF suka menonton film horor. Salah satunya adalah Chucky, film tentang pembunuh berantai terkenal yang arwahnya merasuki tubuh boneka. NF juga menyukai film The Slender Man. Digambarkan sebagai pria tanpa wajah yang mempunyai tentakel, tokoh Slender Man suka menculik dan melukai orang. Film tersebut sangat disukai NF sampai-sampai dia membuat gambarnya di kertas. Dia juga mengaku telah melakukan pembunuhan karena terinspirasi dari film.

Dibandingkan remaja-remaja pada umumnya, NF memiliki kondisi psikologis yang berbeda. Dia mengaku mempunyai hasrat besar untuk membunuh. Sebelumnya, dia berhasil menahan hasrat itu. Namun saat APA datang ke rumahnya, NF sudah tak bisa menahan diri hingga melakukan pembunuhan. Dia mengaku puas karenanya.

Menanggapi kasus NF, pihak KPAI mempertanyakan pengawasan orang tuanya. Seharusnya pembunuhan ini bisa dihindari dengan peran orang tua

Ai Maryati, Komisioner KPAI via nasional.kompas.com

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Maryati, menyayangkan pembunuhan yang dilakukan oleh NF. Seharusnya hal itu bisa dihindari kalau orang tua mengawasi perilaku anak dengan baik. Selain itu, Ai meminta polisi untuk mendalami motif pembunuhan sang pelaku. Dia yakin kalau pembunuhan itu terjadi tak hanya karena terinspirasi dari film horor. Mungkin ada kekecewaan lain yang dilampiaskankan pada korban, atau karena sederet alasan lainnya.

Kejadian ini merupakan pukulan besar bagi para orang tua di luar sana. Mari kita bersama-sama menjaga dan membimbing para remaja di bawah umur. Jangan sampai tragedi serupa terjadi lagi.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE