Saatnya Ganti Cokelat dan Bunga dengan Emas untuk Kado Valentine-mu! Lebih Awet Seperti Kasih Sayangmu!

Kado emas jelas lebih awet

Bunga dan coklat adalah dua item best seller di bulan Februari yang penuh kasih sayang. Yup, manisnya coklat dan wanginya bunga sudah lama jadi ikon Valentine. Tapi meski sudah jadi semacam tradisi, kado Valentine nggak harus melulu coklat dan bunga lo. Lagi pula, coklat akan cepat habis sementara bunga bisa segera layu. Kurang greget aja, gitu~

Nah, biar Valentine-mu tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, kado selain bunga dan coklat adalah pilihannya. Kalau bisa sih, pilih kado yang long last biar sekaligus jadi lambang kasih sayang yang awet, gitu. Sebagai rekomendasi, emas bisa jadi pilihanmu. Kapan lagi kan ngasih kado sekaligus belajar investasi? Lagi pula, beli emas hari ini sudah nggak seribet zaman orang tua kita dulu, kok.

Yuk, intip dulu serba-serbi emas yang bisa jadi pilihan kado Valentine tahun ini.

1. Emas nggak melulu berbentuk bongkahan logam berkilau, sekarang sudah ada emas digital yang lebih aman dan mudah dimiliki

Emas sekarang bisa dibeli dalam bentuk digital (foto: iStockphoto)

Kalau sejak dulu gambaran tentang emas adalah bongkahan logam mulia berkilau, saat ini sudah ada yang namanya investasi emas digital. Apa itu? Well, sebenarnya investasi emas digital nggak ada bedanya dengan investasi emas konvensional. Hanya saja, emas digital nggak punya wujud fisik bongkahan berkilau. Di luar wujud fisik, keduanya sama.

Malahan investasi emas digital bisa dibilang lebih menguntungkan dibanding emas konvensional, lho. Kok bisa? Karena emas digital bisa kamu beli, simpan, jual kapan saja dan dari mana saja. Sederhananya, kamu nggak perlu nunggu toko emas buka dulu. Selain itu, keamanan emas digital juga lebih terjamin dibanding emas konvensional yang biasanya disimpan di brankas rumah atau di bank.

2. Sebagai kado, emas bisa jadi pilihan terbaik anti-rugi

Ilustrasi emas sebagai kado (foto: iStockphoto)

Nggak seperti cokelat yang akan segera habis atau bunga yang akan segera layu, emas adalah item yang akan terus “tumbuh.” Bukan muncul tunas dari bongkahan emasnya, ya. Maksud dari terus “tumbuh” adalah harga jual emas relatif terus naik. Selain itu, emas juga relatif aman dari efek inflasi, atau proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Dengan kata lain, emas bisa disebut produk investasi anti-rugi!

Nah, berbeda dengan emas konvensional di mana harga jual-belinya harus kamu pantau langsung ke toko emas atau browsing sana-sini, emas digital seperti yang ditawarkan Tokopedia Emas menyediakan kemudahan lewat grafik harga emas yang di-update berkala setiap harinya. Selain itu, kamu juga akan diberitahu saat nilai emas rendah atau sebaliknya, sehingga kamu punya potensi keuntungan dua arah. Maksudnya? Kamu bisa untung membeli emas saat nilainya rendah, atau untung ketika menjualnya saat harganya naik. Ciamik, kan?

3. Beli emas bisa menyesuaikan budget, emas digital bahkan bisa dibeli dengan harga yang lebih murah dari kopi kekinian~

Beli emas digital bisa lebih murah dari es kopimu~ (foto: iStockphoto)

Satu hal yang sering membuat orang menunda investasi emas adalah harganya yang relatif mahal. Apalagi buat dijadikan kado. Wah, kayaknya cuma anak sultan, nih, yang ngasih kado Valentine emas!

Kalau konteksnya emas konvensional, mungkin benar. Karena variasi berat emas konvensional itu nggak banyak. Tapi beda halnya dengan emas digital. Jenis emas ini nggak hanya bisa dibeli dengan ukuran gram, tetapi juga bisa dibeli dengan cara menentukan sendiri nominal nilainya. Bahkan emas digital bisa dibeli mulai dari Rp5.000, lo. Mahalan harga kopi kekinian di kafe favoritmu, kan?

4. Platform penyedia emas digital sudah terpercaya, aman dan diawasi oleh lembaga keuangan. Anti-tipu-tipu deh~

Investasi emas di Tokopedia (www.tokopedia.com)

Nah, karena emas digital ini bisa dibeli secara online, maka keamanan adalah hal utama yang harus kamu perhatikan. Bagaimana memastikan platform penyedia emas digital itu aman? Mudah kok, pilih saja platform yang mana setiap transaksi produk keuangannya diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nggak akan ada yang berani macam-macam deh kalau sudah diawasi OJK.

Seperti Tokopedia Emas, platform ini bekerja sama dengan PT Pegadaian sebagai tempat penyimpanan setiap emas milikmu, dan menggandeng OJK yang akan mengawasi setiap gerak-gerik transaksi. Jadi setiap gram emas digital milikmu di Tokopedia Emas ini akan dikonversi ke dalam bentuk emas fisik dan akan disimpan dengan aman di Pegadaian.

Nah, setelah tahu serba-serbi emas, tertarik nggak, untuk ganti coklat dan bunga dengan logam mulia berkilau ini buat kado? Karena di Tokopedia Emas ini ada banyak fitur yang bisa kamu manfaatkan, lo. Selain bisa nabung emas untuk diri sendiri, platform ini juga menyediakan fitur Kado Emas. Udah disiapin banget, tuh~

Untuk dapat mengirim Kado Emas, kamu hanya perlu masuk ke dalam menu Keuangan di aplikasi Tokopedia, lalu pilih Emas di bagian Investasi, dan klik menu Kado Emas di bagian Layanan Emas. Di sana kamu bisa tentukan sendiri nilai emas yang akan dijadikan kado, dan bisa langsung kirim menggunakan nomor ponsel penerima. Pastikan nomor ponsel tersebut digunakan untuk akun Tokopedia, ya. Sebagai pelengkap, kamu juga bisa pilih desain kartu ucapan digital untuk kado emasnya. Seru, kan? Semua aktivitas ini bisa dilakukan tanpa biaya tambahan.

Atau kalau kamu merasa emas terlalu “sultan”, kamu juga bisa pilih kado digital berupa Gift Card di Tokopedia. Ada banyak desain dan nominal untuk dipilih. Caranya juga kurang lebih sama dengan Kado Emas. Setelah memilih desain Gift Card, kamu hanya perlu melengkapi data pengiriman mencakup nominal voucher, e-mail penerima, dan tanggal kadaluarsa Gift Card. Setelah itu tulis pesan pribadi untuk si penerima, dan selanjutnya kirim! Gift Card ini bisa digunakan untuk transaksi apa saja di Tokopedia, kecuali untuk Reksa Dana, Tokopedia Emas, dan pembayaran kartu kredit.

Bagaimana, masih mau pilih cokelat yang bisa segera habis dan bunga yang akan segera layu untuk kado Valentine tahun ini?

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kopito Ergo Sum -- Aku minum kopi maka aku ada.

Editor

I know I glow up