Tak Hanya Plastik, 6 Jenis Sampah yang Sering Kita Pakai Sehari-hari Ini Juga Bahaya Bagi Bumi!

Sampah rumah tangga yang bahaya

Kalau bicara soal sampah yang mencemari lingkungan, perhatian kita pasti tertuju pada sampah plastik. Selama ini tak sedikit juga pemberitaan miris soal dampak sampah plastik yang bisa merugikan bahkan menghilangkan nyawa binatang-binatang, baik di laut maupun di darat. Ditambah kampanye untuk mengurangi penggunaan sampah plastik yang terus menerus digencarkan para SJW plastik. Tak heran kalau telinga dan mata kita begitu akrab dengan jenis sampah satu ini.

Advertisement

Namun, tahukah kalian kalau selain plastik, ternyata nggak sedikit jenis sampah lain yang juga nggak kalah bahayanya bagi lingkungan. Ironisnya, sampah-sampah ini tergolong sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari! Apa saja yaa? Yuk, simak ulasan Hipwee kali ini!

1. Pembalut atau tampon sekali pakai ternyata bisa membahayakan lingkungan!

ternyata berbahaya via www.freepik.com

Mari kita bayangkan bersama-sama. Jika dalam setiap kali masa menstruasi, perempuan bisa menggunakan 3-4 pembalut tiap harinya dan masa menstruasi berlangsung selama 3 hari, sudah ada 12 sampah pembalut yang dihasilkan. Belum lagi jika jumlahnya lebih dari itu, plus dikalikan dengan jumlah perempuan yang juga mengalami menstruasi. Jumlahnya sungguh fantastis!

Selain jumlahnya yang banyak, sampah pembalut sekali pakai ini bila ditimbun terlalu lama dapat menghasilkan gas metana yang dapat merusak bumi. Gas metana merupakan senyawa dalam gas rumah kaca yang dapat menyebabkan peningkatan temperatur permukaan bumi. Sampah pembalut itu biasanya butuh waktu selama 500-800 tahun untuk terurai. Lama sekali ya!

Walau memang sudah menjadi kebutuhan setiap perempuan, kita bisa mengganti pembalut dengan yang lebih ramah lingkungan dan selalu menyendirikan sampah pembalut sekali pakai agar tidak tercampur dengan sampah lain. Selain itu, jika ingin mengurangi penggunaan pembalut sekali pakai bisa menggunakan menstrual cup yang bisa dipakai berkali-kali. Jika kamu ingin pilihan yang ekstrim, bisa mencoba gerakan free bleeding.

Advertisement

2. Setipe dengan pembalut sekali pakai, popok bayi dan dewasa juga turut menyumbang kerusakan lingkungan!

sampah popok juga berbahaya! via www.freepik.com

Praktis dan mudah digunakan mungkin jadi alasan mengapa popok sekali pakai masih menjadi pilihan orangtua dalam mengatasi problematika buang air si kecil. Namun siapa sangka sampah popok juga bisa menjadi momok bagi lingkungan?

Popok bayi yang dibuang sembarangan apalagi dibuang ke sungai atau kali akan membahayakan ekosistem tesebut. Popok bayi yang tidak dicuci akan membawa bakteri E-coli. Kandungan yang ada dalam popok juga dapat mempengaruhi reproduksi ikan yang hidup di sungai atau kali.

Mungkin susah untuk menghilangkan kebiasaan menggunakan popok sekali pakai, namun demi menjaga kelestarian lingkungan tidak ada salahnya saat sedang berada di rumah dan tidak dalam keadaan sibuk, anak bisa menggunakan popok kain yang bisa digunakan berkali-kali. Selain itu, jika anak sudah ada kemampuan untuk belajar buang air scara mandiri hendaknya segera diarahkan.

Advertisement

3. Segala jenis tisu juga masuk ke dalam benda yang sebenarnya berbahaya bagi kelestarian lingkungan. Parahnya kita masih suka buang-buang tisu seenaknya 🙁

tisu! via www.freepik.com

Tak disangka ternyata tisu juga turut menyumbang kerusakan pada lingkungan lo. Sebab sampah tisu dapat mengandung Bisphenol-A (BPA) yang dapat mencemari tanah dan tanaman. Terkhusus bagi tisu basah karena lebih sulit untuk terurai dan bila kita asal membuang di saluran pembuangan akan menyumbat dan menyebabkan banjir.

Mengganti tissue dengan lap atau handuk bisa menjadi cara untuk mengurangi penggunaan tisu. Kalau tidak bisa hidup tanpa tisu, setidaknya kita bisa mulai mengurangi penggunaannya.

4. Puntung rokok yang sering kita lihat bertebaran di jalan juga berbahaya bagi lingkungan, Guys

puntung rokok via www.freepik.com

Tidak hanya asapnya saja yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan, ternyata puntung rokok juga menyumbang kerusakan pada lingkungan! Puntung rokok mengandung berbagai zat kimia yang bila dibuang sembarangan dapat membunuh tanaman, serangga dan mahkluk hidup lainnya. Buat kalian yang merokok, please, jangan buang puntung rokok sembarangan! Lebih bagus lagi jika merokok di smoking area atau syukur jika sekalian berhenti merokok aja 🙂

5. Meski kecil, cotton bud ternyata berdampak besar bagi kerusakan bumi. Duh…

cotton bud juga termasuk :'( via www.freepik.com

Benda kecil ini bila sudah menjadi sampah juga berbahaya bagi lingkungan. Karena ukurannya yang kecil, cotton bud sering lolos dari sistem penyaringan limbah air. Akibatnya cotton bud terbawa hingga ke lautan dan berpotensi termakan oleh hewan laut. Cotton bud ini tidak jauh berbeda dengan plastik, sampahnya sulit dan lama terurai. Jumlah sampahnya juga semakin meningkat akibat penggunaannya yang sekali pakai.

6. Siapa hayo yang masih suka buang obat kedaluwarsa sembarangan? Hati-hati lo, soalnya benda ini juga nggak kalah berbahaya

obat kedaluwarsa via www.freepik.com

Sampah obat dikategorikan ke dalam limbah berbahaya (B3). Karena bila membuang ke tanah maka akan beresiko membunuh mikroorganisme. Dengan kata lain, sampah obat ini dapat mengancam kehidupan tumbuhan dan hewan. Selain itu bila kita asal membuang ke selokan, sungai atau kali bisa membunuh biota-biota perairan tersebut.

Bagi yang masih bingung bagaimana cara memperlakukan obat yang sudah kedaluwarsa supaya tidak mencemari lingkungan bisa dimulai dengan tidak mencampurkan sampah obat dengan sampah lainnya. Untuk vitamin bisa dibuang ke tanaman. Atau kalau bingung, sampah-sampah obat bisa dijadikan satu dan diberikan ke apotek supaya dapat dimusnahkan.

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An amateur writer.

CLOSE