Poligami di Indonesia memang selalu menjadi perbincangan ramai yang tidak ada habisnya. Secara hukum agama Islam, tidak ada larangan bagi seorang pria untuk menikah lebih dari sekali. Namun persoalan ini menjadi tabu ketika dihadapkan pada persetujuan istri. Pada praktiknya, poligami masih juga jadi sebuah topik yang bisa saja jadi bahan gremeng ibu-ibu kompleks sembari belanja sayuran. Cap negatif tidak terlepas dari itu.

Bahkan setelah timbul dan tenggelamnya kontroversi nikahsirri.com yang mengusung lelang keperawanan dan poligami, persoalan poligami muncul kembali dalam fenomena berbeda. Kali ini sebuah lembaga yang menamai dirinya sebagai Dauroh Poligami Indonesia, ramai diperbincangkan setelah undangan seminarnya tersebar melalui pesan berantai WhatsApp. Seminar yang bertajuk ‘Cara Kilat Dapat 4 Istri’ ini mengundang berbagai kontroversi. Dari harga tiketnya yang sangat mahal sampai tujuan sebenarnya dari acara ini. Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan sampai mengimbau masyarakat untuk berhati-hati agar tidak tertipu. Daripada berspekulasi, kita bahas bersama Hipwee News & Feature ya!

Seminar ‘Cara Kilat Dapat Istri 4’ ini bakal digelar pada tanggal 3 Desember 2017 mendatang. Acara ini gratis untuk kalangan tertentu tapi mahal untuk kalangan yang lain

Brosur Seminar via daurohpoligamiindonesia.com

Advertisement

Publik tentunya dikejutkan dengan sebuah acara seminar yang secara eksplisit bertajuk ‘Cara Kilat Dapat Istri 4’ yang baru-baru ini tersebar melalui pesan berantai di WhatsApp dan di beberapa media sosial. Bahkan dalam brosur yang tertera, seminar yang akan diselenggarakan Desember mendatang merupakan batch ke-3. Acara ini gratis dan tidak terbatas bagi akhwat atau perempuan yang sudah siap dipoligami dan menerima suaminya untuk poligami. Sedangkan bagi peserta pria ditarik biaya bermacam-macam, mulai dari Rp2,9 juta hingga Rp5 juta untuk tiket on the spot. Acara ini diprakarsai oleh Dauroh Poligami Indonesia, suatu lembaga yang mengklaim sebagai aktifis Islam dan praktisi poligami.

MUI pun mempertanyakan tujuan dari diselenggarakannya seminar ini. Meski tidak ada larangan dalam Islam, tapi seminar ini sepertinya hanya menonjolkan syahwat saja

Pesertanya pun terbatas untuk 20 orang laki-laki saja via daurohpoligamiindonesia.com

Sebagai lembaga pemerintah yang menangani urusan agama, MUI justru mempertanyakan tujuan diadakannya seminar semacam ini. Apalagi dengan biaya yang tidak sedikit bagi peserta yang berniat mengikuti. Sementara lembaga penyelenggara juga bukan lembaga resmi pemerintah atau berbasis organisasi massa.

“Meskipun hal itu tidak ada larangan dalam Islam tapi memberikan image bahwa Islam itu hanya menonjolkan masalah syahwat saja. Padahal dalam perkawinan itu ada tujuan yang mulia, tujuan yang luhur tidak semata hanya sekedar pemenuhan kebutuhan syahwatiyah atau kebutuhan biologis saja.” Zainut Tauhid, Wakil Ketua Umum MUI melalui Detik.

Advertisement

Sebenarnya pernikahan memang bukan hanya soal melakukan hubungan suami istri secara halal. Namun juga menyangkut sebuah ikatan anatar dua orang yang dilandasi nilai-nilai ibadah, kesiapan mentak, dan kematangan emosiona. Tentu saja menikah bukanlah hal yang bisa dijadikan permainan atau sandiwara belaka demi tidak dibilang melakukan zina.

Seminar ini bahkan dicurigai hanya modus penipuan atau cara iseng meraup keuntungan

Zainut Tauhid via ahad.co.id

MUI beralasan bahwa seminar ini perlu diawasi. Apakah acara ini sungguh-sungguh untuk memberikan pengarahan bagaimana membangun rumah tangga yang baik atau hanya sekedar ajang untuk mencari keuntungan semata. Kasus bernada serupa juga pernah terjadi, yaitu ayopologami.com dan nikahsirri.com yang keduanya diyakini sebagai strategi untuk mencari sensasi belaka. Bahkan pemilik situs nikahsirri.com ditahan oleh polisi dengan tindakan penipuan dan dugaan eksploitasi perempuan yang berkedok agama. Bukankah agama nggak seharusnya digunakan sebagai kedok syahwat, apalagi buat cari keuntungan?

MUI mengimbau umat Muslim untuk tidak mudah tertarik dengan tawaran berkedok agama

Hati-hati terhadap modus penipuan via harianriau.co

Ketika dikonfirmasi, penyelenggara seminar ini menjelaskan bahwa event tersebut hanya bertujuan untuk mengedukasi umat Islam terkait poligami.

“Memang betul. Kami ingin menyelenggarakan event edukasi bagi umat Islam terkait poligami,” Vicky, panitia acara, melalui Detik.

Namun MUI justru mengimbau umat Muslim untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran-tawaran serupa yang mengatasnamakan agama dan meminta bayaran banyak. Karena ditakutkan, ujung-ujungnya hanyalah modus orang iseng untuk meraup rupiah dengan cara membuat acara yang menghebohkan dan memancing kontroversi.

Acara-acara seperti ini justru semakin membuat image soal poligami hanyalah soal nafsu dan syahwat saja, bukan sebagai sebuah keputusan dan tujuan ibadah yang sebenarnya. Meski pada praktiknya, sangat sulit membedakan antara keduanya. Bahkan anggapan yang salah ini bisa memberikan pengaruh negatif bagi mereka yang kurang bisa memahami agama secara mendalam dan kurang memahami soal poligami sebenarnya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya