Obstacle Course Race yang menantang

Olahraga menjadi hal yang penting sekaligus paling susah diwujudkan dari sekian list resolusi-resolusi tahunan. Banyak yang bertekad untuk rutin olahraga setidaknya jogging ringan seminggu 3 kali setiap pagi, tapi berujung alasan “besok aja deh” atau “mulai minggu depan aja deh”. Begitu terus sampai bulan terus berganti, dan niat untuk olahraga tertunda lagi dan lagi.

Namun bila olahraga bisa dibuat seseru acara Counterpain Mud Warrior 4, tentu olaharaga bisa jadi sangat menyenangkan dan nagih terus-terusan. Diadakan pada hari Sabtu 31 Maret 2018 lalu di Puncelling Pass, Ciwidey, Bandung, Counterpain Mud Warrior 4 sukses membuat kompetisi olahraga menjadi tidak biasa.

Advertisement

Dibuat dalam format Obstacle Course Race, Counterpain Mud Warrior 4 berhasil mengombinasikan lomba lari dengan halang rintang yang menguji baik kecepatan, ketangkasan, dan tentu saja keberanian peserta. Simak selengkapnya yuk dalam ulasan Hipwee kali ini.

Dibagi menjadi belasan kloter, semangat dan suasana fun sudah terasa sejak di garis start dan tak berakhir hingga garis finish

Sudah banyak yang mulai lari ketika tim Hipwee datang pukul 06.30 pagi. Karena registrasi ulang dan pemanasan memang sudah dimulai sejak pukul 05.00. Namun udara dingin Ciwidey agaknya sama sekali nggak mengurangi semangat peserta untuk mulai kompetisi. Keceriaan dan semangat para peserta juga sudah dimulai sejak garis start. Peserta yang dibagi menjadi beberapa kloter, saling menyerukan yel-yel dan berfoto bersama terlebih dahulu.

Counterpain Mud Warrior 4 terbagi menjadi dua kategori, yaitu Elite Runner dan Warrior Runner. Elite Runner yang terbagi lagi menjadi 5 km dan 10 km, diikuti oleh pelari-pelari profesional atau mereka yang memang berniat memenangkan kompetisi. Sementara untuk Warrior Runner, diperuntukkan bagi mereka yang ingin ikut untuk seru-seruan bareng teman saja. Meski nggak harus melewati semua tantangan, tapi tetap saja sensasi seru yang sama akan didapatkan.

Dua puluh enam rintang siap menghadang langkah. Tak hanya kekuatan fisik yang ditantang, tapi juga mental

Barbwire Crawl

Advertisement

Tanpa halang rintang pun, lomba lari dengan medan pegunungan yang terjal seperti di Puncelling Pass sudah sangat sulit. Namun peserta Counterpain Mud Warrior 4 ini harus melewati kurang lebih 26 halang rintang. Tahap pertama, peserta harus bisa melewati papan setinggi 5 kaki dalam rintangan Wall Jump 5′. Lalu berturut-turut Hurdles Over dan Hurdles Under.

Fire Jump

Semakin mendekati garis finish rintangan pun semakin sulit. Di post ke 21, peserta harus melalui Rope Climb. Wall Jump kembali menghadang di pos ke-22, namun kali ini tingginya 7′. Selanjutnya peserta harus menakhlukkan Monkey Bar, Commando Crawl dan Fire Jump. Khusus peserta Elite Runner, semua rintangan ini harus dilalui untuk bisa menang. Kalau nggak bisa? Hmm, para tentara siap menyuruhmu untuk push up sebagai pengganti. Wah, seru banget ya!

Great Wall jadi penentu garis finish. Banyak peserta yang merasa tertantang di sini nih

Great Wall

Rintangan terakhir sekaligus yang paling susah adalah adalah Great Wall. Peserta harus mendaki papan lengkung yang tingginya sekitar 3 meter dan licin akibat lumpur. Sesampai di atas tantangan belum usai, sebab peserta masih harus menuruni papan dengan meluncur melalui sebuah tiang. Di tahap ini, banyak lho yang harus mencoba sampai berkali-kali. Namun sulitnya tantangan membuat suasana semakin seru. Tak peduli siapa dan dari komunitas apa, peserta lain saling memberi semangat agar semua bisa melewati dan tersenyum pada kamera di garis finish.

Akhirnya sampai finish

Sebab “No Pain No Gain”, nggak sedikit peserta yang cidera karena ekstremnya medan dan rintangan

Cidera

Kecepatan lari saja nggak cukup di Counterpain Mud Warrior 4. Banyaknya rintangan juga berisiko peserta mengalami cidera selama kompetisi. Tapi tak perlu khawatir. Kesleo, pegal-pegal, dan kecapekan bisa diatasi oleh para terapis di Counterpain Lounge.

Counterpain Lounge

Tak hanya dari Bandung, Counterpain Mud Warrior 4 diikuti oleh banyak komunitas dari berbagai kota. Seperti Spartan Komando (Sparko) Cimahi, Fake Runners Jogja, Fake Runners Lampung, Bastard Bandung, Indo Sweat Camp Jakarta, dan masih banyak lagi. Jadi bukan sekadar kompetisi lari saja, Counterpain Mud Warrior 4 menjadi ajang berkumpul dan seru-seruan dengan teman-teman. Apalagi panitia juga menyediakan banyak photobooth kece. Fasilitas untuk menyimpan kenangan sangat memadai. Hehehe

Event seru ini nggak akan berhenti di Bandung. Tahun ini Conterpain Mud Warrior juga akan hadir di Semarang dan Bali. Jadi, yang belum sempat ikut di Bandung bisa merasakan keseruannya di Counterpain Mud Warrior selanjutnya. Yuk, ditunggu aja infonya! Ingat ya, No Pain No Gain!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya