Penggemar iPhone militan di seluruh dunia tengah dihebohkan dengan keluaran seri baru iPhone yaitu iPhone X. Seri ini resmi dirilis pada 3 November silam, dan seperti biasa banyak orang yang mati-matian demi mendapatkannya. Ribuan orang nampak berjajar dan mengantri semalaman di berbagai gerai resmi Apple. Bahkan di San Fransisco, truk pengangkut iPhone X juga jadi sasaran perampokan dan mengakibatkan kerugian milyaran rupiah.

Setelah iPhone X banyak dimiliki, saat orang-orang heboh membuat review dan penilaian soal fitur dan teknologi yang terdapat di dalamnya. Tapi tahukah kamu jika setelah dibongkar, situs TechInsights yang sudah malang melintang dalam dunia ‘tear down‘ atau pembokaran gawai menyampaikan bahwa harga produksi iPhone X hanya sekitar Rp4,8 juta saja. Hmmm jangan buru-buru ribut, simak uraian Hipwee News and Feature berikut ini deh!

TechInsight yang sudah ahli dalam menaksir harga suatu perangkat membongkar iphone X, hasilnya biaya produksi yang dihabiskan Rp4,8 jutaan aja

‘Jeroan’ iPhone X setelah dibongkar via techinsights.com

Advertisement

Seringkali TechInsight melakukan tear down atau pembongkaran habis-habisan terhadap suatu gawai. Kemudian menganalisis teknologinya dan kecanggihannya. Terakhir, taksiran harga juga selalu diberikan. Ketika membahas soal iPhone X, taksiran harga keseluruhan produksi perangkat iPhone hanya berkisar 4,8 juta Rupiah aja.

Sedangkan pihak Apple mematok harga iPhone X sebesar $999 atau sekitar Rp13,4 juta. Ini adalah harga termahal dari produk iPhone. Nah kalau masuk ke Indonesia, harga iPhone X bisa makin melonjak dengan adanya pajak dan cukai, yaitu sebesar 28 juta rupiah. Ngeri nggak tuh. Padahal harga perangkatnya aja nggak samapi 5 juta.

Perlu diingat, harga di atas hanya nilai barangnya saja ya. Sisanya iPhone pasti menghabiskan banyak biaya di iklan, promosi, bahkan distribusinya

Habiskan uang demi iPhone via www.viviangist.ng

Harga iPhone sebelum kena pajak di Indonesia memang kisaran Rp13,4 juta atau tiga kali lipat dari model pembuatanntya. Tahu nggak si kenapa harganya jadi sangat mahal? Tentu mereka menghabiskan modal untuk biaya iklan, promosi, distribusi, dan lain-lainnya. Kalau dibandingkan dengan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus, pengambilan laba buat produk iPhone X adalah yang paling tinggi yaitu sebesar 64% dari harga, nah kalau iPhone 8 justru hanya 59% saja.

Advertisement

Buat sebagian orang yang punya uang berlebih, fakta ini mungkin nggak jadi masalah. Namun bagi sebagian lainnya tentu sangat sia-sia merogoh kocek Rp28 juta hanya untuk barang dengan nilai harga Rp4,8 juta. Sisanya adalah biaya iklan, promosi, distribusi, dan pajak yang mau nggak mau harus kita bayar juga.

Mirisnya banyak yang mimpi beli setiap produk iphone, ini namanya udah ‘living the brand

Antrian pembelian iPhone X, uwh sampe nguap-nguap via dailymail.co.uk

Seperti sudah kesepakatan, semua orang menilai apa pun yang dijual oleh iPhone adalah barang berkualitas. Bahkan nggak peduli berapa pun harganya dan betapa sulit mendapatkannya, orang-orang bakal tetap memburunya. Bagi perusahaan ini adalah loyalitas pembeli yang tak terhingga, tapi bagi konsumen, ini namanya sudah ‘living the brand’ alias nggak bisa hidup tanpa barang branded. Kalau suatu saat produk dari brand yang dipercaya melakukan kesalahan, jelas mereka sendiri yang akan mengalami kerugian.

Beberapa orang yang me-review produk iPhone X bahkan menilai bahwa harga yang tinggi kurang sebanding dengan teknologi yang di dapat. Sebut saja Dedy Corbuzier yang berpendapat kalau teknologi face recognition atau membuka kunci dengan pengenalan wajah justru tidak praktis. Kabarnya aplikasi kalkulator ini justru banyak bermasalah lho. Dikutip dari Quartz, jika mengetikkan 1+2+3 dengan cepat maka hasilnya bisa 23, 24 bahkan 69. Kesalahan ini adalah bug dari aplikasi kalkulator iPhone X dan hingga kini belum juga diperbaiki.

Di Australia, generasi millennial yang rela antri demi iPhone X dikritik habis-habisan oleh netizen. Bukan rahasia lagi kalau kebanyakan konsumen iPhone X memang bukan lansia dan bukan anak-anak, tapi kebanyakan generasi millennial. Kebanyakan dari mereka bahkan hanya berpenghasilan pas-pasan dan belum memiliki rumah. Hmmm… nampaknya iPhone bagi sebagian orang itu memang kebutuhan yang lebih mendesak dari tempat tinggal ya :D.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya