Siaran Televisi Analog Dihapus Mulai 2 November di 222 Kota, Termasuk Jabodetabek

Siaran televisi saat ini masih menjadi pilihan hiburan yang paling banyak dinikmati masyarakat dari berbagai kalangan. Siaran televisi analog atau saran yang dipancarkan melalui sinyal radio ini menjadi sarana hiburan yang paling banyak digunakan di Indonesia saat ini.

Advertisement

Namun, seiring berkembangnya teknologi, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah melakukan digitalisasi di bidang penyiaran. Di mana siaran televisi analog yang sudah digunakan sejak 60 tahun lalu oleh masyarakat ini akan segera diganti dengan siaran televisi digital atau siaran yang menggunakan modulasi sinyal digital.

Siaran televisi analog akan dimatikan mulai 2 November di 222 kota termasuk kawasan Jabodetabek

Televisi analog

Televisi analog akan dihapus | Foto dari Pexels

Penghapusan siaran televisi analog atau Analog Switch Off (ASO) diketahui mulai dilakukan mulai Rabu, 2 November 2022. Melansir dari CNN Indonesia, Menteri Kominfo Johnny G. Plate mengungkap bahwa ada sekitar 222 kabupaten kota yang akan diberlakukan penghapusan ASO.

“Ada 222 kabupaten kota yang total Analog Switch Off,” ungkap Johnny, dinukil dari CNN.

Advertisement

Namun, pihak Kominfo nggak menjelaskan secara detail wilayah yang akan dikenakan penghapusan, tapi diketahui Jabodetabek termasuk wilayah yang akan dikenakan ASO mulai 2 November 2022. Kendati demikian, dari 514 kota di seluruh Indonesia nggak semua wilayah akan dikenakan ASO, karena kebijakan tersebut disesuaikan dengan kesiapan masing-masing wilayah.

“Jabodetabek akan dilaksanakan Analog Switch Off. Tapi diluar 222 kota masih ada 292 kota lain belum bisa dihapus, karena sesuai kesiapan-kesiapan wilayah,” imbuh Johnny.

Advertisement

Johnny mengklaim pemerintah dan stasion televisi penyelenggara siaran televisi digital sudah siap. Pemerintah juga telah berkomunikasi dengan Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) terkait ASO. Berbagai persiapan menjelang ASO juga sudah dilakukan pemerintah mulai dari sosialisasi yang  digiatkan lebih intensif pada 2021, hingga pembagian Set Top Box (STB) atau alat yang digunakan menangkap siaran digital.

Diketahui saat ini pembagian STB di Jabodetabek sudah menjapai 98,44 persen dengan total penerima 478 ribu keluarga kategori miskin. STB yang dibagikan tersebut 76 persen dari pemerintah, sementara 24 persen sisanya dari pihak ATVSI. Dengan persiapan tersebut pemerintah berharap ASO pada 2 November 2022 di wilayah Jabodetabek bisa berjalan lancar.

Pemindahan siaran televisi analog ke siaran televisi digital

Televisi analog

Televisi analog akan dihapus | Foto dari Pexels

Meski belum semua kabupaten kota diberlakukan ASO, tapi perlu diingat bahwa upaya digitalisasi ini akan berjalan secara bertahap, sehingga masyarakat diimbau untuk menyiapkan perpindahan televisi analog ke digital. Berikut cara memindah televisi analog ke televisi digital:

  1. Pastikan di daerahmu sudah dijangkau oleh siaran televisi digital. Kamu bisa mengeceknya melalui aplikasi Sinyal TV Digital
  2. Gunakan antena biasa, baik yang dipasang di luar rumah atau di dalam rumah
  3. Pastikan bahwa pesawat televisi sudah dilengkapi penerima siaran televisi digital DVB-T2
  4. Jika kamu masih menggunakan pesawat televisi analog, maka bisa dilengkapi dengan STB
  5. Setelah perangkat yang diperlukan sudah tersambung, kamu tinggal pilih opsi pengaturan atau setting
  6. Kemudian pilih auto scan untuk memindah program siaran televisi digital

Bagi masyarakat di keluarga kurang mampu yang belum memiliki STB menjelang pemberlakuan ASO di wilayahnya, bisa menghubungi posko layanan informasi dan penyediaan STB gratis melalui nomor telepon 158 atau WhatsApp di nomor 08118202208. Selain itu kamu bisa juga mengakses laman https://siarandigital.kominfo.go.id untuk mengetahui pembagian STB gratis di daerahmu.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE