Terjadi Lagi, Siswa SMP Dirundung Hingga Alami Patah Hidung. Ironisnya, Kejadiannya di Depan Guru

Siswa SMP Dibully

Belum lama ini terjadi kasus perundungan siswi SMP di Blitar Timur. Korban dirundung dan dianiaya teman-temannya hingga pingsan, dan enggan sekolah lagi. Belum berganti minggu, kasus perundungan lain terjadi di Riau. Seorang siswa kelas VIII SMP berinisial FA, dianiaya teman-temannya hingga babak belur dan patah hidung.

Advertisement

Akibat luka yang dialaminya, FA harus menjalani operasi dan kini masih dalam perawatan. Duh, kenapa dunia pendidikan kita selalu saja dihiasi dengan kabar-kabar perundungan ya?

Mirisnya lagi, kejadian tersebut disebutkan terjadi di dalam kelas, dengan kehadiran guru yang sedang mengajar

perundungan terjadi di dalam sekolah via thriveglobal.com

Tindak perundungan ini terjadi di SMP 38 kota Pekanbaru. Menurut pihak keluarga, peristiwa ini terjadi pada 5 November 2019 lalu. Yang lebih tragis, dilansir dari Kompas.com, Paman FA menuturkan bahwa pada saat kejadian berlangsung, ada guru yang tengah mengajar di kelas. Akan tetapi guru tersebut tidak melerai ataupun mencegah, diduga karena sibuk main handphone. Sang anak juga sempat diancam untuk tidak mengadukan hal ini kepada orangtua. Saat ini, FA masih dirawat di sebuah rumah sakit swasta untuk penyembuhan setelah menjalani operasi.

Menurut keterangan keluarga, perundungan ini bukan kali pertama. Sejak awal masuk sekolah ia sudah sering diancam dan dirampas uang jajannya

korban sering diperas dan diancam via www.freepik.com

Menurut keterangan sang Paman, peristiwa ini bukanlah pengalaman pertama korban mengalami perundungan. Selama ini, FA sudah sering diancam dan dan dipalak uang jajannnya. Dalam komentar di sebuah postingan media sosial Facebook, Lala Ila Mila, yang disebut sebagai Ibu korban juga bercerita bahwa selama lima bulan kalender pelajaran, anaknya sudah sering mendapat perundungan dari teman-temannya.

Advertisement

Namun, sang anak memang pendiam, sehingga tidak melaporkan apa yang dialaminya kepada siapa pun. Sang Ibu juga mengungkapkan bahwa sang anak juga pernah mengalami perundungan saat masih di sekolah dasar sekaligus menyesalkan mengapa hal ini terus-terusan menimpa buah hatinya.

DPRD kota Pekanbaru angkat bicara, dan menyesalkan peristiwa yang menimpa FA

Korban FA (dok. postingan FB Rani Chambas) via Kompas.com via regional.kompas.com

Tidak adanya iktikad baik dari pelaku, sedangkan pihak sekolah seolah tidak mau disalahkan, membuat keluarga FA memilih jalur hijau dengan melaporkan hal ini kepada Polresta Pekanbaru. Hingga saat berita ini diturunkan, polisi masih menyelidiki dan menginvestigasi peristiwa perundungan ini. Sementara itu, dari DPRD kota Pekanbaru menyesalkan peristiwa yang menimpa FA. Dilansir dari GoRiau, apabila terbukti terjadi pengabaian oleh guru, pihak DPRD akan mengeluarkan surat teguran kepada pihak sekolah.

Duh, semoga kasus ini segera menemukan titik terang dan nggak ada lagi korban-korban lainnya, ya. Miris sih kalau sekolah menjadi tempat yang tidak aman untuk para generasi penerus bangsa. Sekolah yang merupakan tempat menimba ilmu, semestinya bisa jadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar dan berdiskusi, bukannya untuk baku hantam.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE