Inilah yang Sebenarnya Terjadi di Eropa. Ikan-Ikan Sampai Mati Kekeringan & Tinggal Tulang Belulang

Suhu panas Eropa

Belakangan ini, terik matahari terasa jauh lebih menyengat di sejumlah daerah di Eropa. Suhu di beberapa negara bahkan mencapai 40 derajat celsius lebih. Padahal Eropa dikenal dengan benua yang punya musim dingin. Banyak turis datang ke sana cuma buat ‘ngadem’. Ya, kalau pun lagi summer panasnya masih wajar lah, suhunya nggak separah sekarang.

Advertisement

Tapi sejak Juni kemarin, mendadak Eropa dilanda gelombang panas super yang bikin penduduknya kalang kabut. Panas kali ini sampai bisa menimbulkan kebakaran hutan, membengkoknya rel kereta, sampai matinya ikan-ikan di sungai. Wah, kok bisa ya? Memangnya apa penyebab suhu ekstrem ini? Mari simak bersama Hipwee News & Feature kali ini.

Gelombang panas yang melanda Eropa katanya terjadi karena pengaruh udara panas di Afrika Utara. Kabar buruknya, cuaca semacam ini diprediksi bakal lebih sering terjadi

Suhu di sejumlah negara Eropa via weather.com

Dalam dua bulan terakhir, Eropa dilanda gelombang panas yang bikin suhu di sana meningkat tajam. Bulan lalu, Perancis mencatat rekor suhu terpanas sepanjang masa, mencapai 46 derajat celsius, dikutip dari BBC. Sejumlah negara lain juga nggak kalah panasnya, seperti Belgia, Jerman, Belanda, Austria, dan Polandia.

Temperatur tinggi ini ternyata disebabkan oleh tekanan tinggi di atmosfer yang menarik udara panas dari Afrika Utara, Portugal, dan Spanyol. Faktor itu didukung juga sama kondisi langit yang lagi cerah, yang menambah kekuatan sinar matahari, serta tanah yang kering, sehingga penguapan semakin jarang.

Advertisement

Belum lagi suhu bumi secara umum memang naik 1 derajat. Makin menambah deretan penyebab gelombang panas di Eropa

Karena global warming juga via www.totallycoolpix.com

Global warming dinilai turut memperparah cuaca terik di Eropa saat ini. Rata-rata suhu bumi memang dilaporkan naik 1 derajat. Grahame Madge, seorang ahli iklim di Inggris, mengatakan kalau bumi sedang 1 derajat lebih panas dibandingkan saat masa pra-industri, sehingga perubahan cuaca ekstrem seperti sekarang lebih memungkinkan terjadi.

Di masa mendatang, katanya cuaca ekstrem semacam ini diprediksi bakal lebih sering terjadi lo. Ya, soalnya bumi memang lagi memanas terus. Huhu…

Peningkatan suhu ini bisa bikin pusing siapa saja, nggak cuma manusia aja yang bakal kena imbasnya, tapi semua makhluk hidup dan benda-benda di sekeliling kita

Ikan mati tinggal tulang via www.bbc.com

Cuaca ekstrem semacam ini bisa sangat berbahaya bagi orang yang punya riwayat penyakit jantung, ginjal, dan pernapasan. Saking panasnya cuaca, orang bisa dehidrasi, keletihan, hingga stroke. Para manula dan bayi juga rawan kenapa-napa kalau panasnya sudah nggak wajar begini. Di beberapa kondisi bahkan kepanasan bisa menyebabkan kematian lo!

Nggak cuma kita sebagai manusia aja yang kena imbasnya, hewan-hewan seperti ikan-ikan di sungai pun banyak yang mati. Malah di bagian Sungai Loire, Perancis Barat, yang sudah mengering, ditemukan ikan cuma tinggal tulang belulangnya aja! Di Belanda, ratusan babi mati gara-gara kipas angin di peternakan berhenti bekerja, dilansir BBC. Nggak sedikit juga rel kereta yang bengkok karena kepanasan.

Duh, ngeri lo. Kira-kira kapan ya orang jadi beneran serius memperbaiki bumi yang sedang tidak baik-baik saja ini? Kalau dibiarkan, beberapa tahun ke depan bukan nggak mungkin Indonesia dilanda gelombang panas serupa. Bisa jadi malah lebih ekstrem…

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE