Beredar Video Sungai Citarum Berbusa Mirip Salju, KLHK Ungkap Penyebabnya. Kira-kira Kenapa ya?

Sungai Citarum berbusa

Belakangan ini, publik ramai menyorot kondisi hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan yang terbakar hebat hingga menimbulkan kabut asap pekat. Kabut itu membuat kualitas udara di sejumlah wilayah di sana jadi tercemar. Saking buruknya, nggak sedikit masyarakat mengalami infeksi saluran pernapasan (ISPA) akibat terus menerus menghirup udara tidak sehat.

Advertisement

Kita boleh prihatin dengan peristiwa di atas, tapi sebaiknya jangan tutup mata juga dengan peristiwa pencemaran lain yang terjadi di wilayah lain, seperti yang baru aja terjadi kemarin di Sungai Citarum. Sungai yang berada di Jawa Barat itu tiba-tiba mengeluarkan busa putih yang sekilas mirip salju. Sayangnya, penampakan itu bukan karena es seperti yang ada di sungai-sungai di Eropa.

Sebuah video beredar di Twitter, memperlihatkan Sungai Citarum yang mengeluarkan busa putih. Diketahui, video itu pertama kali diunggah oleh akun @DedeSya37803653

Akun Twitter bernama Dede Syarifuddin mengunggah video penampakan Sungai Citarum yang berbusa putih di sepanjang permukaannya. Sekilas sungai yang berada di Jawa Barat itu mirip sungai-sungai di Eropa yang dipenuhi salju saat musim dingin. Namun sayangnya, busa putih itu bukan es atau salju yang mungkin bagi sebagian orang dianggap Instagrammable. Busa itu muncul akibat air sungai yang tercemar limbah industri.

Advertisement

Mungkin nggak sedikit orang menganggap video itu hoaks karena diunggah akun yang kurang terpercaya, namun ternyata video itu sudah dikonfirmasi kebenarannya oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Karliansyah via www.beritasatu.com

Seperti dilansir Kompas, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Karliansyah, membenarkan kalau sungai yang ada di video itu memang Sungai Citarum. Menurutnya busa putih itu muncul karena sungai telah tercemar limbah pabrik yang kemungkinan mengandung surfaktan terakumulasi. Polutan busa muncul akibat debit air sungai terbilang kecil sedangkan beban air limbahnya besar. Limbah itu berasal dari industri dan kegiatan domestik dari Kota Cimahi dan Bandung.

Masalah yang sama kabarnya juga terjadi di sejumlah sungai lain di Jawa Barat, seperti Sungai Cileungsi, Sungai Cikeas, dan kali Bekasi

Kali Bekasi yang berbusa via www.tribunnews.com

Karliansyah juga mengatakan kalau Sungai Citarum bukan satu-satunya sungai di Jawa Barat yang tercemar polutan. Sejumlah sungai lain seperti Sungai Cileungsi, Sungai Cikeas, dan kali Bekasi juga kondisinya tercemar. Pencemaran ini juga didukung adanya alih fungsi lahan dan berkurangnya daerah resapan air sehingga memengaruhi debit air sungai serta mendorong banjir di musim penghujan, sedangkan di musim kemarau debit air mendekati nol.

Menurut Karliansyah, sebanyak 21 perusahaan yang bertanggungjawab terhadap pencemaran sungai di Terowongan Desa Nanjung, Bandung, telah diberi sanksi administratif. Tapi kayaknya sanksi administratif aja nggak cukup buat bikin industri jera, butuh tindakan yang lebih tegas lagi agar mereka sadar kalau aktivitas pabriknya selama ini telah mencemari lingkungan. Sedih sih kalau pencemaran macam begini bakal terus terjadi di masa depan.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE