Tanggapi Tagar #INAelectionObserverSOS yang Viral, Timses Kedua Kubu Paslon Angkat Bicara. Perlukah?

Pengawas Pemilu Internasional

Selain tagar #YangGajiKamuSiapa atau #UninstallBukalapak, beberapa waktu lalu kembali ramai sebuah tagar berkaitan dengan momen Pemilu 2019. Kali ini tagar yang viral adalah #INAelectionObserverSOS. Penasaran ‘kan kenapa tagar tersebut sampai bisa viral? Pengin tahu juga ‘kan kira-kira apa sih hal-hal penting yang bikin tagar ini mencuat ke media sosial? Yuk bahas bareng dengan Hipwee. Biar kita bisa sama-sama mengawal pesta Pemilu 2019 ini~

Beberapa hari lalu, tagar #INAelectionObserverSOS viral dan sempat menjadi trending di Twitter. Sebenarnya tagar ini tentang apa sih?

Advertisement

Tagar #INAelectionObserverSOS ini dipopulerkan oleh seorang pengamat politik, Rocky Gerung. Dilansir dari Republika, tagar ini kemudian memantik para pendukung paslon nomer 2 karena merasakan indikasi kecurangan yang dilakukan oleh para pendukung dari paslon sebelah. Lalu tagar yang mengandung unsur minta tolong ini tentang apa sih?

Advertisement

#INAelectionObserverSOS dicuitkan untuk menarik perhatian dunia bahwa Pemilu 2019 di Indonesia kali ini membutuhkan pengawas internasional. Sebab, para pendukung paslon nomer 2 sudah merasa pihak-pihak yang harusnya netral pada pemilu kali ini justru bertindak sebaliknya.

Menanggapi tagar #INAelectionObserverSOS yang viral, perwakilan TKN Kubu 01 pun buka suara. Katanya hal itu termasuk tindakan yang tidak percaya diri!

Waketum TKN, Johnny G Plate – Photo by Bayu Adji P via nasional.republika.co.id

Johny G Plate, selaku Wakil Ketua dari TKN Jokowi-Ma’ruf akhirnya buka suara terkait viralnya tagar #INAelectionObserverSOS ini. Dilansir dari Republika, ia mengatakan bahwa hal tersebut boleh-boleh saja dilakukan. Asalkan pelaksaan pemilu tetap mengacu pada UU Nomor 7 Tahun 2017. Pun ia menambahkan bahwa mereka yang menganggap kehadiran pengawas asing itu penting adalah orang-orang yang tidak mempunyai nilai percaya diri. Soalnya tidak percaya dengan Undang-undang yang dimiliki sendiri.

“Pengamat asing apapun namanya boleh saja, UU membolehkan kok silakan datang, tetapi mereka bukan acuan. Kalau ada teman-teman dari sebelah yang bilang pengamat asing begitu pentingnya, dia tidak percaya diri, tidak percaya pada negara, tidak percaya pada undang-undangnya sendiri. Yang seperti begitu masukin tong sampah aja,” ucap Johnny seperti yang dikutip dari Republika.

Advertisement

Lain halnya dengan tim BPN kubu paslon nomer 2. Mereka justru berpendapat kalau hal tersebut termasuk tindakan yang positif

Waketum BPN Prabowo-Sandi – Photo by Kristian Erdianto via nasional.kompas.com

Kalau tim TKN Jokowi-Ma’ruf mengatakan seakan pengawas pemilu internasional sebagai dampak dari kurangnya kepercayaan diri, lain halnya dengan tim BPN Prabowo Sandi. Sebagai Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Ahmad Muzani mengatakan bahwa hal tersebut termasuk tindakan yang positif. Ia juga mengatakan dengan adanya pengawas pemilu internasional ini akan semakin memperkaya proses demokrasi di Indonesia. Pun ia mencontohkan Amerika Serikat yang proses pemilu presidennya diamati oleh pengawas dari berbagai negara.

“Jadi saya kira baik supaya kebanggaan kita sebagai negara berdemokrasi silakan mereka nilai dan barangkali bisa menjadi pelajaran bagi negara-negara lain untuk belajar berdemokrasi kepada kita,” ungkap Ahmad Muzani yang dikutip dari Republika.

Kalau dari sudut pandang millennials, sebenarnya perlu nggak sih pengawas pemilu internasional ini?

Menurutmu perlu nggak? via www.pexels.com

Sebagai millennials yang suaranya banyak diperebutkan, menurutmu gimana nih dengan permintaan pengawas pemilu internasional ini? Penting dan dibutuhkan biar jalannya demokrasi di pemilu 2019 nanti benar-benar transparan dan bisa lebih baik? Atau menurutmu justru nggak penting-penting amat?

Apapun jawabanmu, menurut Hipwee sih yang penting sekarang adalah kita perlu lebih perhatian dan mengawal jalannya pemilu di detik-detik terakhir ini. Manfaatkan waktu yang ada untuk mengenal calon-calon yang nantinya bakal mewakili kita. Soalnya nggak bisa dipungkiri kalau banyak millennials yang belum mengenal siapa aja yang nanti mau mereka pilih. Makanya video #UnboxingCaleg sampai viral kan saking mereka (atau bahkan kita) masih abu-abunya~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Not that millennial in digital era.

CLOSE