Kita sudah terbiasa melihat cowok-cewek gandengan tangan. Kesimpulannya, ah mungkin mereka suami istri atau pacaran. Lalu bila cewek-cewek gandengan tangan, rasanya juga biasa. Kalau pun bukan saudara, antar teman pun cewek sudah biasa saling gandengan tangan. Tapi kalau cowok-cowok yang gandengan tangan? Memang masih dianggap aneh dan akan banyak orang yang langsung menuding kalau cowok yang bergandengan tangan itu penyuka sesama.

Bila kamu buka media sosial hari ini, banyak foto cowok-cowok gandengan tangan yang sengaja diunggah oleh berbagai akun pribadi. Nggak hanya satu dua, tapi luar biasa banyaknya. Bahkan media-media internasional semacam CNN, juga ikut memberitakan fenomena ini. Bagi yang penasaran, yuk simak kisah selengkapnya bareng Hipwee News & Feature

Padahal cewek-cewek gandengan tangan bisa dianggap biasa. Kenapa ya kalau cowok-cowok langsung dituduh menyimpang seksualnya?

Kalau cewek-cewek begini dianggap dewasa via www.sweetyhigh.com

Advertisement

Jika selama ini cewek sering didiskriminasi dari bidang pekerjaan, mungkin cowom pun mengalami diskriminasi yang sama. Mereka nggak boleh melakukan hal-hal yang kurang macho. Salaman pun harus pakai gaya lelaki kalau nggak mau dianggap feminin. Standar bergaul cewek dan cowok pun berbeda. Cewek-cewek bebas gandengan tangan, pelukan, cipika-cipiki. Tapi coba saja antar cowok yang melakukan itu. Kalau nggak dicap banci ya dikira homo.

Tapi bagaimana kalau cowok-cowok di dunia berlomba-lomba gandengan tangan?

Seolah menentang streotip ini, pria-pria di Belanda saling bergandengan tangan. Mulai dari orang biasa hingga wakil perdana menteri melakukannya

Advertisement


Aksi ini terjadi di Belanda. Pengusaha, polisi, aktor, politisi, ahli hukum, atlet, semuanya berlomba posting foto dirinya bergandengan tangan dengan sesama pria. Sampai-sampai wakil perdana menteri Belanda, Lodewijk Asscher juga bergandengan tangan dengan rekan prianya di Partai Buruh, Jeroen Dijsselbloem. Uniknya lagi, aksi ini nggak hanya di Belanda. Melainkan juga dilakukan oleh orang Belanda yang tersebar di seluruh dunia, seperti London, New York, hingga Canberra. Jadi, apakah mereka ini gay semua?

Ternyata eh ternyata, ini bagian dari kampanye #allemannenhandinhand. Yaitu melawan kekerasan kepada kaum LGBTQIA

👬 #allemannenhandinhand

A post shared by Sondre (@sondresuno) on

Aksi gandengan tangan oleh para pria di Belanda ini ternyata merupakan kampanye melawan kekerasan terhadap kaum LGBTIQIA. Dikutip dari CNN, aksi ini dipicu oleh penyerangan terhadap pasangan gay di hari Minggu (2/4/2017). Jasper Vernes-Sewratan dan Ronnie Sewratan-Vernes diserang oleh sekelompok anak muda bersenjata cutter di kota Arnhem. Sebagai bentuk empati serta dukungan terhadap korban, Barbara Barend, seorang pemilik majalah Belanda ngetwit:

“Can this whole week all men (straight and gay) please just walk hand in hand …”

Kampanye ini menggunakan tagar #Allemannenandinhand yang artinya “all men hand in hand”.

Gay, straight, dan apa pun orientasi seksualnya, semuanya bergandengan tangan untuk tujunkan solidaritas

#allemannenhandinhand 📸: Hardloopnieuws.nl

A post shared by Hardloopnetwerk (@hardloopnetwerk) on

Aksi ini nggak hanya dilakukan oleh para LGBTQIA saja, melainkan oleh semua pria. Tak peduli apa orientasi seksualnya dan apa pekerjaannya. Uniknya, aparat kepolisian bahkan pastur dan pendeta gereja pun melakukan hal yang sama. Ada yang berdua, ada juga yang satu kelompok beramai-ramai saling bergandengan tangan. Semuanya menunjukkan dukungan atas hak untuk hidup tenang bebas kekerasan dan diskriminasi terhadap kaum LGBTQIA.

Ook alle betonzagers hand in hand… #allemannenhandinhand

A post shared by Fred van Dijk (@frrredje) on

Pekerja konstruksi juga ikut bergandengan tangan


Pegawai Kedutaan Inggris di London

Sebagai negara yang dikenal sangat toleran terhadap perbedaan orientasi seksual, ternyata LGBTQIA di Belanda belum sepenuhnya nyaman

Kita tahu bahwa Belanda adalah negara pertama yang melegalkan pernikahan sesana jenis. Dalam persepsi kita semua tentu Belanda menjadi tanah surga bagi kaum minoritas yang masih mendapat banyak diskriminasi tersebut. Tapi ternyata di Belanda pun, kaum LGBTQIA belum sepenuhnya nyaman dan aman. Penyerangan terhadap Jasper dan Ronnie Sewratan-Vernes hanyalah salah satunya. Kasus homofobic masih banyak dan penerimaan masyarakat juga belum banyak. Menurut Philip Tijsma, public affairs  di sebuah organisasi perjuangan LGBTQIA menyebut bahwa 7 dari 10 anggota LGBT mengaku pernah diserang secara fisik ataupun verbal terkait idenntitasnya.

Gimana? Setelah tahu kisah ini, masih ngerasa aneh nggak melihat pria-pria saling gandengan tangan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya