3 Alasan Hidung Orang Indonesia Itu Kodratnya Pesek. Ternyata Ada Kaitannya Sama Garis Khatulistiwa

Banyak gadis-gadis di Indonesia memimpikan punya hidung mancung agar terlihat makin menarik perhatian. Bagi banyak orang Indonesia, hidung mancung merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Karena itu kamu yang hidungnya pesek pasti dulu sering kena bully.

Advertisement

Dasar pesek lu” Ejekan seperti itu sering banget didengar oleh mereka yang punya hidung tidak mancung.

Kebanyakan dari kamu pasti menyalahkan faktor keturunan dan genetik atas ketidakmancungan hidungmu. Ya kalau dipikir sekilas sih memang benar. Genetik selalu berperan dalam membentuk fisik seseorang. Namun kamu pun wajib tahu bahwa berdasarkan penelitian Public Library of Science Genetics (PLOS  Genetics) yang dirilis bulan Maret kemarin, ternyata faktor iklim juga berpengaruh terhadap mancung tidaknya hidungmu! Mengambil 476 partisipan dari Afrika Barat, Asia Selatan, Asia Timur, dan Eropa Utara, Hipwee News & Feature punya nih hasilnya…

Mereka yang hidup di iklim dingin dan kering cenderung memiliki hidung yang sempit dan panjang. Ini agar udara yang masuk dihangatkan sebelum mencapai saluran pernapasan

Hidungnya mancung karena hidup di daerah dingin via srcdn.com

Di suhu yang dingin, tubuh butuh asupan udara yang bersuhu sedikit hangat agar tak makin kedinginan. Udara yang ada di daerah yang memiliki iklim dingin dan kering perlu dihangatkan dulu sebelum masuk ke dalam saluran pernapasan. Karena itu bentuk hidung orang-orang yang hidup di daerah dingin akan menyesuaikan menjadi panjang dan sempit. Dengan bentuk hidung yang panjang dan sempit, perjalanan udara semakin panjang. Alhasil, oksigen yang masuk juga menjadi lebih hangat.

Advertisement

Begitu pula sebaliknya, kita yang hidup di iklim panas dan lembab akan cenderung punya hidung yang lebar dan pendek. Udara yang masuk nggak perlu dihangatkan lagi, tinggal masuk doang

Hidung nggak mancung karena iklimnya panas via www.boombastis.com

Bagi kamu yang hidup di daerah yang beriklim panas dan lembab, bentuk hidungnya pun tak perlu panjang dan sempit. Justru bentuk hidung yang pendek dan lebar yang lebih dibutuhkan. ‘Kan udaranya sudah hangat, jadi tak perlu hidung panjang untuk menghangatkannya. Dengan memiliki hidung yang pendek dan lebar, perjalanan udara dari hidung ke saluran pernapasan jadi lebih efisien dan cocok untuk daerah beriklim hangat dan lembab.

Dari hasil penelitian tersebut bisa disimpulkan, berarti ya orang-orang di Indonesia memang wajar punya hidung pesek. Nggak usah minder ya, hidungmu itu bentukan alam

Hidup di daerah tropis ya hidung yang cocok begini via tumblr.com

Jika melihat hasil penelitian tersebut, kamu bisa menyimpulkan dong tipe hidung seperti apa yang sebenarnya cocok di Indonesia? Negara dengan iklim panas dan lembab seperti negara kita ini lebih perlu bentuk hidung yang pendek dan lebar. Karena itu kamu pasti akan lebih sering menemui orang-orang dengan hidung pendek dan lebar daripada mereka yang berhidung mancung. Jadi jangan minder kalau hidungmu pesek, ya.

Nah yang wajib kamu ingat, ini bukan satu-satunya faktor yang jadi pembentuk hidungmu. Ada faktor keturunan, lingkungan dan lain-lain juga turut berpengaruh. Yah… Apapun bentuk hidungmu, harusnya kamu bersyukur. Bentuk hidungmu itu sudah sesuai dengan kondisi yang ada di negara kita.

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

272 Comments

  1. Sutan Alamsyah berkata:

    Indrawanti Mandarukmi

  2. Holi Es berkata:

    Hahaha bener jg sih ???

    Begitu pula sebaliknya, kita yang hidup di iklim panas dan lembab akan cenderung punya hidung yang lebar dan pendek. Udara yang masuk nggak perlu dihangatkan lagi, tinggal masuk doang

  3. Juwita Agustina berkata:

    Widiyah Satrio Erland

  4. gak kenal sama orang arab???

  5. Bu Andung berkata:

    Hidung saya sdh passss dg iklim di bintaran, termasuk cintaku upik dan sugik, mention Bundanya Arimbi Ulupi dan Intan Maharani ahhh, sdh pas standarisasinya…pesek yessss ?

  6. Marlina berkata:

    CL Chindy Fifi Prof-bhogell Fitri Anggraeni

CLOSE