Di era yang serba digital ini, mungkin sulit membayangkan hidup tanpa media sosial. Selain Facebook, salah satu platform social media atau sosmed populer di kalangan masyarakat adalah WhatsApp. Yah mulai dari chatting secara personal, grup kerjaan hingga grup keluarga yang selalu heboh sendiri itu lebih sering kamu temui di WhatsApp kan? Alasannya satu: simpel. Karena itu WhatsApp jadi aplikasi paling banyak di-download di seluruh dunia.

Tapi siapa sangka WhatsApp yang begitu populer di dunia itu ternyata diblokir di beberapa negara. Tercatat setidaknya ada 12 negara yang sudah terang-terangan mengatakan memblokir penggunaan WhatsApp.

Negara-negara seperti Turki, Iran hingga Vietnam sudah secara terbuka mengumumkan bahwa pengguna WhatsApp tak akan bisa menikmati layanan aplikasi tersebut. Dari situ muncul pertanyaan. “Memangnya kenapa sih kok WhatsApp sampai diblokir? Padahal kan cuma aplikasi chatting doang.” Yah pertanyaan tersebut memang wajar diajukan mengingat WhatsApp adalah salah satu aplikasi paling berguna dalam hal komunikasi. Nah untuk menjawab rasa penasran kalian, Hipwee sudah merangkum alasan beberapa negara tersebut memblokir WhatsApp.

1. Di beberapa negara, WhatsApp dianggap membahayakan keamanan negara. Fitur chatting-nya sering dimanfaatkan kaum ekstrimis

Berita gini semacam ini sering ditemukan di grup WA via gulangguling.com

Bagi sebagian orang, WhatsApp memang cuma sekadar aplikasi chatting yang asik untuk digunakan. Namun bagi negara-negara seperti Pakistan hingga Azerbeijan yang rawan konflik, WhatsApp dipandang memiliki potensi untuk disalahgunakan sampai berakibat fatal. Karena fitur chatting dari WhatsApp yang mudah dan cepat, aplikasi ini sering dimanfaatkan oleh kaum radikal untuk menyebarkan berita-berita hoax atau propaganda yang berpotensi besar mengganggu keamanan negara. Karenanya WhatsApp diblokir di negara-negara tersebut.

Advertisement

Yah kalau hoax atau propaganda macam itu sih di Indonesia juga ada. Cek aja tuh grup keluargamu. Pasti ada kan salah satu anggota keluarga yang hobinya kirim broadcast ‘nggak jelas’ ke grup keluarga.

2. Fitur enkripsi WhatsApp memang berguna menjaga privasi penggunanya. Tapi karena itu WhatsApp dianggap tak mau bekerjasama dengan pemerintah memberantas kriminal

Ini salah satu alasannya via www.timeslive.co.za

Update WhatsApp pada 2016 kemarin membuat beberapa negara mengkhawatirkan adanya potensi penyalahgunaan. Update pemberian enkripsi pada data chatting WhatsApp membuat pihak luar tak bisa menyadap dan melacak isi pesan dari pengguna. Jadinya orang-orang yang telah ditandai sebagai buronan atau incaran pihak berwajib, juga tak bisa disadap jika mereka menggunakan WhatsApp.

Karena dianggap mempersulit penegakan hukum sehingga mengancam keamanan nasional, negara-negara seperti India, Inggris, Jerman dan Perancis mempertimbangkan untuk memblokir WhatsApp. Brasil sudah terlebih dahulu memblokir WhatsApp karena mereka tak mau bekerjasama membuka enkripsi data penggunanya yang sudah ditetapkan sebagai kriminal kartel narkoba.

3. Alasan lain adalah keinginan negara untuk melindungi produk lokalnya. Misalnya, Cina dan UEA

Cina punya WeChat via techinasia.com

Selain alasan WhatsApp yang jadi sarang penyebaran berita meresahkan dan perkara enkripsi, ada juga alasan yang lebih manusiawi dalam pemblokiran WhatsApp. Salah satunya adalah alasan yang diungkap oleh pemerintah Cina dan Uni Emirat Arab.

Kedua negara tersebut memblokir WhatsApp dengan alasan ingin melindungi dan memajukan produk lokalnya. Seperti yang diketahui, Cina memiliki WeChat dan Uni Emirat Arab punya Dubai Talk. Menurut pemerintah Cina dan UEA, aplikasi buatan anak bangsa tersebut harus dilindungi agar mereka tak tergantung pada pihak luar. Alasan lain jelas faktor ekonomi, kalau perusahaan lokal untung maka negara juga untung.

4. Tapi ada juga alasan unik dalam pemblokiran WhatsApp. Penasaran? Nih alasannya…

Jangan sedih mas Mark… via independent.co.uk

Menurut laporan dari Bussiness Insider pada 2014 silam, alasan Iran memblokir WhatsApp adalah karena yang punya aplikasi chatting tersebut adalah seorang Zionis. Mark Zuckerberg, sang pemilik Facebook memang telah mengakuisisi WhatsApp. Dan karena Mark adalah seorang keturunan Yahudi, Iran kemudian memutuskan untuk memblokir layanan WhatsApp di negara mereka.

Alasan lain kenapa Iran memblokir WhatsApp adalah karena aplikasi tersebut adalah sarang penyebaran berita yang tidak sesuai dengan kaidah Islami. Meski memicu perdebatan diantara warganya sendiri karena alasannya yang kurang masuk akal, namun tetap saja pemblokiran WhatsApp diberlakukan sampai saat ini.

Yah, alasan dari negara-negara tersebut memang berbeda. Namun intinya satu, WhatsApp ternyata punya potensi untuk meresahkan negara. Di Indonesia sendiri, wacana untuk memblokir sosial media seperti WhatsApp, Facebook hingga Google sendiri sudah muncul sejak awal 2016 silam. Alasannya karena mereka tak taat aturan dan tak membayar pajak. Yah siap-siap aja sih ya soal kemungkinan WhatsApp diblokir di negara kita.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya