Lagi, Seorang Terduga Teroris Kembali Ditangkap di Jawa Timur Hari ini. Tetap Hati-Hati, Guys!

Teroris tertangkap

Beberapa waktu yang lalu, Indonesia lagi diguncang banyak banget pemberitaan tentang penangkapan terduga teroris di berbagai daerah. Yang lebih menyeramkan lagi, sebagian besar dari mereka dikabarkan berencana untuk melakukan serangan bom pada tanggal 22 Mei mendatang saat diumumkannya final penghitungan real count pemilu presiden dan wakil presiden.

Advertisement

Bahkan, menurut keterangan Kadiv Humas Polri, Irjen. M. Iqbal yang dimuat di beberapa pemberitaan nasional mengatakan bahwa per tanggal 17 Mei kemarin, setidaknya ada 29 terduga teroris yang telah ditangkap dan diamankan. Banyak banget, ya!

Sebagian mereka ditangkap di berbagai tempat. Bahkan beberapa di antaranya ternyata masih aktif lo!

Polri melakukan konferensi pers dalam penangkapan terduga teroris via nasional.kompas.com

Berdasarkan keterangan Polri yang berhasil dihimpun, dari 29 tersangka terduga teroris yang berhasil diamankan tersebut, 19 orang ditangkap di Jakarta, Bekasi, Karawang, Tegal, Nganjuk, dan Bitung di Sulawesi Selatan. Sedangkan 11 lainnya ditangkap di berbagai lokasi di Pulau Jawa.

Yang lebih menyeramkan lagi, dari 11 tersangka yang diamankan di Pulau Jawa tersebut, 9 di antaranya ternyata masih menjadi anggota aktif Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Dari 11 tersangka tersebut juga berhasil diamankan berbagai barang bukti seperti 1 pucuk senapan angin, lima kotak amunisi aktif, dan beberapa pisau lempar, serta buku-buku perakitan bom.

Advertisement

Menurut keterangan, mereka berencana menyerang momen 22 Mei dengan aksi bom, keji banget sih!

Salah satu TKP penangkapan terduga teroris via news.okezone.com

Menurut pengakuan dari beberapa terduga teroris, mereka hendak merencanakan penyerangan pada tanggal 22 Mei, yang bertepatan dengan batas akhir rekapitulasi Pemilu 2019 oleh KPU. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan dari pihak Polri bahwa penyerangan tersebut hendak menargetkan kerumunan massa secara acak.

Para terduga teroris memiliki motif ideologis yang menjadi alasan mereka untuk berencana melakukan penyerangan. Sebagian dari mereka menolak adanya sistem demokrasi yang dianggapnya nggak sesuai dengan keyakinannya sehingga patut untuk diserang atau pun dihancurkan.

Sabtu, 18 Mei 2019, Polri berhasil menangkap lagi satu terduga teroris di Gresik, Jawa Timur. Semakin panjang, ya, rentetan kasus terorisme ini!

TKP penangkapan terduga teroris di Gresik via regional.kompas.com

Advertisement

Sejak Januari awal tahun lalu hingga bulan Mei ini, Polri mengatakan pihaknya telah mengamankan setidaknya 68 terduga teroris selama tahun 2019 ini. Dari 68 yang diamankan tersebut, 8 di antaranya meninggal dunia saat melakukan perlawanan terhadap Polri. Dan hari ini, Sabtu 18 Mei 2019, kembali ditangkap lagi seorang terduga teroris yang berada di Gresik, Jawa Timur berinisial AS (43 tahun).

Hal ini tentu saja menambah panjang daftar hitam rentetan atau peristiwa penangkapan terduga teroris di Indonesia. Apalagi beberapa waktu belakangan menjadi waktu yang sangat krusial bagi masyarakat maupun pemerintah di tengah hiruk pikuknya perayaan demokrasi pemilu untuk menentukan kepala dan wakil negara Indonesia.

Sebagai masyarakat, kita tentunya juga dapat dan harus memotong rantai teror ini dimulai dari level terkecil kita lo. Misalnya, menahan diri untuk nggak gampang menyebarkan berita yang belum jelas sumbernya, atau mungkin mengingatkan teman yang memiliki pemikiran-pemikiran seperti itu. Dan jika kalian menemukan hal-hal yang dirasa mencurigakan, jangan takut untuk melapor, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Senois.

CLOSE