Tingkatkan Efisiensi Pengelolaan Lingkungan, PT Pupuk Kaltim Berhasil Kurangi 680.000 Ton Emisi Gas Rumah Kaca

PT Pupuk Kaltim

Masih dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mencatat prestasi dalam peningkatan efisiensi pengelolaan lingkungan dalam aspek emisi, air limbah, limbah B3, limbah non B3, dan sampah domestik sejak sepanjang tahun 2020 hingga paruh pertama 2021.

Advertisement

Pencapaian yang sejalan dengan komitmen PKT untuk terus menjaga keberlangsungan lingkungan ini terjadi berkat implementasi kebijakan Life Cycle Assessment (LCA) yang mencakup efisiensi air dan penurunan beban pencemaran air limbah, pengurangan pencemaran udara, 3R limbah B3, 3R limbah non B3 dan perlindungan keanekaragaman hayati.

“Kinerja kelima aspek ini terus kami tingkatkan, dan catatan positif selama satu tahun terakhir ini menjadi bukti konsistensi PKT terhadap komitmen tersebut,” kata Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi dalam keterangan tertulis, Selasa (8/6/2021).

Terdapat 5 capaian PKT dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan lingkungan

Diuraikan dalam aspek efisiensi air, PKT telah berhasil memanfaatkan atau mendaur ulang 7.732.740 m3 atau setara 80,87 persen dari total kebutuhan air selama 2020. Sementara untuk pengurangan pencemaran udara, PKT berhasil menekan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 683.520,26 ton CO2 ekuivalen atau sekitar 16,73 % dari total beban emisi perusahaan.

Advertisement

“Jumlah ini dicapai melalui ke-23 program yang mencakup pengurangan emisi di proses produksi hingga fasilitas penunjang. Atas capaian dan konsistensi dalam penurunan emisi, PKT menerima penghargaan Peringkat Emas Proper Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk keempat kalinya pada tahun 2020 lalu,” terang PKT dalam keterangan tertulis.

Dalam aspek pengurangan limbah B3, sepanjang tahun 2020 PKT mencatat pengurangan sebanyak 245,67 ton berkat delapan program inovasi. Melalui program 3R Limbah B3, PKT telah mengurangi limbah B3 oli bekas, mengganti kemasan berbahan kimia dengan kemasan isi ulang, decoking katalis primary reformer, pengurangan limbah B3 resin bekas di unit mixbed, pemanfaatan limbah B3 fly ash-bottom ash dan penggunaan tinta isi ulang untuk area perkantoran.

Inisiatif lain yang dijalankan PKT adalah bekerja sama dengan pihak ketiga berizin untuk mengelola limbah B3. Sepanjang tahun 2020 sebanyak 98 persen limbah B3 yang dihasilkan PKT dikelola pihak ketiga, dua persen sisanya dimanfaatkan secara internal untuk pembuatan batako dan paving block.

Advertisement

Bukan sebatas pemenuhan tanggung jawab perusahaan, tetapi juga didorong kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan

Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi (kiri) tengah meninjau inisiatif lingkungan hidup (dok. Pupuk Kalimantan Timur) via www.hipwee.com

Pada aspek pengurangan limbah non B3 dan sampah domestik, PKT menjalankan penggunaan sistem elektronik online, beat plastic pollution, dan konversi pembelian bahan baku dalam bentuk curah. Pengurangan limbah non B3 juga dilakukan dengan program daur ulang, seperti composting, pembuatan pupuk Kitosan, dan pembuatan kerajinan tas. Tercatat lewat beragam program ini limbah non B3 dan sampah domestik PKT berkurang sebanyak 2231,13 ton.

Sementara untuk memenuhi aspek perlindungan keanekaragaman hayati, PKT menjalankan berbagai program yang di antaranya menetapkan 30 persen dari area industri PKT sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), pembibitan tanaman langka, reintroduksi anggrek hitam, hingga menjalankan penanaman terumbu karang buatan sebanyak 500 unit setiap tahunnya dan banyak lainnya.

“Sejak dimulai pada tahun 2009, penanaman terumbu buatan telah mencapai jumlah 6.000 buah dan menjangkau luas 7.838 m2 di area Tobok Batang,” catat PKT.

Rahmad menandaskan, berbagai program dan upaya yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang lingkungan, dijalankan PKT bukan sebatas pemenuhan tanggung jawab, tetapi juga karena kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan.

“Hal yang kami lakukan ini pun bukan sebatas pemenuhan tanggung jawab, tetapi juga didorong oleh kesadaran penuh bahwa keberlanjutan lingkungan hidup di sekitar kami merupakan hal yang vital untuk memastikan keberlanjutan Perusahaan dan ekosistemnya,” pungkas Rahmad.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE