6 Tradisi Unik Iduladha di Berbagai Negara. Ada yang Nggak Boleh Sembelih Sapi karena Dianggap Suci

Tradisi Idul Adha

Apa yang kamu lakukan saat Iduladha? Bagi umat muslim, momen spesial ini dirayakan dengan salat Id dan menyembelih hewan kurban. Sedangkan untuk nonmuslim, terkadang bisa mendapat daging hasil sembelihan. Tetapi, tentu aja prioritasnya adalah orang-orang yang kurang mampu. Jadi mereka bisa tercukupi gizinya di hari yang istimewa ini.

Advertisement

Nah, ternyata perayaan Iduladha berbeda-beda di setiap negara. Masakan yang dibuat dari daging kurban pun bervariasi. Yuk simak keseruannya!

1. Perayaan Iduladha di Arab Saudi sangat meriah. Mereka menyembelih hewan kurban secara besar-besaran, termasuk unta, untuk dibagi ke negara lain juga

Unta juga bisa dijadikan hewan kurban via commons.wikimedia.org

Idul Adha merupakan salah satu momen penting di negara ini. Pemerintah maupun warga akan membeli hewan kurban dalam jumlah banyak, lalu membagikannya pada warga yang membutuhkan. Bahkan mereka membagikannya ke orang-orang yang kurang mampu di negara lain! Dilansir dari Kompas, hewan kurban yang paling populer di Arab Saudi adalah unta. Daging unta bisa diolah menjadi masakan yang lezat dengan bumbu rempah-rempah.

2. Iduladha di Pakistan dirayakan selama empat hari berturut-turut. Hewan kurbannya juga didandani sebelum disembelih

Mendandani hewan kurban via commons.wikimedia.org

Di Indonesia, biasanya kita merayakan Iduladha selama satu hari aja. Tetapi, penduduk Pakistan merayakannya selama empat hari berturut-turut. Peraturan itu dibuat untuk mendukung jalannya puasa Arafah. Tradisi unik lainnya adalah memandikan dan mendadani hewan kurban sebelum disembelih. Selain untuk menjaga kesehatan hewan kurban, cara ini bertujuan menghormati Nabi Ibrahim AS.

Advertisement

3. Untuk menghormati umat Hindu, orang-orang nggak menyembelih sapi saat Iduladha. Sebab sapi dianggap sebagai hewan yang suci

Sapi di India via commons.wikimedia.org

Mayoritas penduduk di India menganut agama Hindu. Mereka nggak makan daging sapi karena hewan tersebut dianggap suci. Jadi biasanya umat muslim di sana hanya menyembelih kambing saat Iduladha. Daging kambing sering dimasak menjadi nalli nihari, yaitu semacam semur dengan kuah kental dan sayuran. Katanya lezat banget, cocok untuk memeriahkan Iduladha di India.

4. Di Maroko, Iduladha dirayakan dengan menyantap mrouzia dan boulfaf. Hidangan yang terbuat dari daging kurban itu terkenal lezat

Boulfaf, masakan khas Maroko via commons.wikimedia.org

Daging kurban bisa diolah menjadi berbagai masakan. Biasanya orang-orang Indonesia memasak rendang, gulai, atau sate. Sedangkan penduduk Maroko mengolah daging kurban menjadi mrouzia dan boulfaf. Hidangan itu terbuat dari daging sapi dan domba yang dicampur dengan rempah-rempah, lalu direbus atau dibakar. Rasanya terkenal sedap! Pantas penduduk Maroko nggak bosan menyantapnya selama tiga hari perayaan Iduladha.

5. Penduduk Mesir sering menyembelih hewan kurban di jalanan. Jadi kalau takut melihat darah, sebaiknya nggak berjalan-jalan ke luar rumah dulu~

Jalanan di Mesir via commons.wikimedia.org

Perayaan Idul Adha di Mesir berlangsung dengan meriah, bahkan mereka mengadakan festival. Menariknya, penyembelihan hewan kurban dilakukan secara terbuka di jalanan. Jadi orang-orang yang takut darah sebaiknya nggak keluar rumah dulu. Selain itu, umat muslim di Mesir juga salat Id bersama dan bersilaturahmi di momen spesial ini.

Advertisement

6. Di Amerika Serikat, jarang ditemukan kegiatan menyembelih hewan kurban. Tetapi umat muslim tetap memasak hidangan khas Iduladha dengan daging yang dibeli

Membeli daging via commons.wikimedia.org

Jumlah umat muslim di Amerika Serikat nggak banyak, jadi Iduladha bukanlah hari libur nasional di sana. Kegiatan menyembelih hewan kurban juga jarang dilakukan dan biasanya nggak mencolok. Tetapi, umat muslim tetap memasak hidangan khas Iduladha dari daging yang dibeli dari pasar atau toko. Mereka juga bersama-sama melakukan salat Id dan saling mendoakan.

Itulah tradisi Iduladha di berbagai belahan dunia. Ternyata nggak sepenuhnya sama dengan Indonesia. Meskipun cara merayakannya berbeda-beda, semangat Iduladha yang kita miliki tetap sama. Jadi mari kita saling menghormati agar makin rukun di momen spesial ini!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE