Menjawab 7 Pertanyaan Dasar soal Tradisi Imlek, dari Makan Jeruk dan Harus Hujan

Tradisi Imlek

Ketika kue-kue keranjang mulai memenuhi etalase supermarket, biasanya itu jadi tanda kalau Imlek atau Tahun Baru Cina sudah dekat! Tiap tahunnya, hari ini dirayakan oleh lebih dari seperempat orang di dunia — semua warga negara Cina yang jumlahnya mencapai 1,3 miliar dan orang keturunan Cina di berbagai negara termasuk Tionghoa di Indonesia. Bukan cuma kue keranjang saja, perayaan Imlek identik dengan berbagai tradisi dan kebiasaan unik.

Jika kamu termasuk orang-orang yang penasaran kenapa kue keranjang harus banget di makan saat Imlek? Atau kenapa hujan diharapkan selalu datang saat Tahun Baru Cina tiba? Yuk Hipwee punya jawabannya~

Menjawab 7 Pertanyaan Dasar soal Tradisi Imlek, dari Makan Jeruk dan Harus Hujan

Tradisi makan kue keranjang pada hari pertama di bulan pertama alias tahun baru Cina, sudah berlangsung sejak ribuan tahun lamanya. Kue keranjang sendiri, kue kenyal manis terbuat dari tepung beras ketan, di negeri asalnya Cina dikenal sebagai Nian Gao. Dilansir dari Kompas , sejarahnya kue ini erat kaitannya dengan sosok seorang perdana menteri bernama Wu Zixu di era tahun 722-481 SM.

Tak mau rakyat menderita dan kelaparan, Wu Zixu menyarankan untuk membangun tembok dari tepung beras ketan yang bisa dimakan sekaligus melindungi saat perang. Itulah Nian Gao pertama. Karena sarannya tersebut, rakyat bisa terhindar dari bencana kelaparan. Maka dari itu, tiap tahunnya orang-orang makan Nian Gao untuk mengingat jasa Wu Xizu. Dalam perkembangannya, Nian Gao atau kue keranjang jadi simbol yang menjanjikan tahun yang lebih baik daripada sebelumnya, seperti pendapatan, jabatan, atau perkembangan anak-anak yang lebih baik dari tahun lalu. Alhasil, kehadiran kue keranjang saat Imlek itu wajib banget!

Menjawab 7 Pertanyaan Dasar soal Tradisi Imlek, dari Makan Jeruk dan Harus Hujan

Selain kue keranjang, jeruk adalah makanan lain yang juga sangat identik dengan Imlek. Jeruk, terutama jeruk mandarin yang berwarna kuning cerah mengilap, sudah sejak dulu jadi simbol pembawa rezeki di Cina . Ada dua alasan di balik simbolisasi itu. Alasan pertama adalah karena pelafalan buah jeruk dalam Bahasa Mandarin ternyata mirip banget dengan kata yang berarti ‘kesuksesan’ atau ‘kesejahteraan’. Nah alasan kedua adalah warna buah ini yang disebut-sebut mirip emas. Makanya gesture saling berbagi jeruk saat Imlek dianggap sebagai saling mendoakan agar rezeki terus bertambah di tahun baru.

Menjawab 7 Pertanyaan Dasar soal Tradisi Imlek, dari Makan Jeruk dan Harus Hujan

Awan dan hujan secara tradisional memang dianggap sebagai simbol keberuntungan, di berbagai kebudayaan dunia — bukan cuma Cina saja. Sebagian besar berhubungan dengan faktor dibutuhkannya hujan untuk mengairi tanaman-tanaman supaya musim panen melimpah. Sedangkan di Indonesia, Imlek memang bertepatan dengan musim penghujan jika Imlek jatuh di bulan Januari atau Februari.  Jadi secara perhitungan waktu, sebenarnya tidak ada yang aneh juga jika tiap Imlek pasti selalu hujan.

Menjawab 7 Pertanyaan Dasar soal Tradisi Imlek, dari Makan Jeruk dan Harus Hujan

Bukan hanya saat Imlek, secara umum warna merah sangat penting bagi kebudayaan Cina. Warna ini dianggap bisa menolak marabahaya dan mendatangkan keberuntungan, sebagaimana dilansir dari Reader’s Digest. Simbolisasi itu berasal dari legenda Nian atau monster buas berwujud banteng berkepala singa yang meneror penduduk desa saat tahun baru, memakan hasil panen, ternak, bahkan anak-anak kecil. Ada 3 hal yang dibenci Nian, api, suara bising, dan warna merah. Maka dari itu, event atau acara-acara Tahun Baru Cina pasti penuh dekorasi berwarna merah yang diharapkan bisa menghalau sial dan membawa keberuntungan.

Menjawab 7 Pertanyaan Dasar soal Tradisi Imlek, dari Makan Jeruk dan Harus Hujan

Bagi yang merayakan Tahun Baru Cina, angpau mungkin adalah hal yang paling dinanti. Apalagi bagi anak-anak dan mereka yang masih single, Imlek pastinya identik dengan masa ‘panen’ angpau. Namun ternyata secara makna, besaran jumlah uang dalam angpau itu sebenarnya tidak penting — justru amplop berwarna merah itulah yang paling penting. Mirip dengan legenda kenapa warna merah dianggap sebagai penolak bala, konon katanya amplop merah berisi koin bisa mengusir setan bernama Sui yang sering mengganggu anak-anak sewaktu tidur.

Menjawab 7 Pertanyaan Dasar soal Tradisi Imlek, dari Makan Jeruk dan Harus Hujan

Barongsai atau ‘tarian singa’ adalah tarian tradisional Cina yang sering dipertunjukkan di acara besar atau momen penting seperti Tahun Baru Cina. Dilansir dari China Highlight , singa sendiri melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan superioritas. Maka dari itu, barongsai dipertujunkkan di acara-acara besar untuk membawa keberuntungan dan mengusir kesialan. Barongsai biasanya ditarikan oleh dua orang dengan formasi satu orang memegang kepala singa dan satunya menjadi badan singa.

ADVERTISEMENTS

Menjawab 7 Pertanyaan Dasar soal Tradisi Imlek, dari Makan Jeruk dan Harus Hujan

Ucapan paling lazim kita dengar saat Imlek adalah Gong Xi Fa Cai. Padahal jika ditelaah, ucapan ini sebenarnya kurang mewakili semangat tahun baru karena arti harfiahnya adalah ‘semoga mendapatkan lebih banyak kekayaan‘. Sebagian orang menilai ucapan itu terlalu fokus ke hal-hal materiil, bukan semangat kebersamaan menyambut tahun baru. Dilansir dari Tirto , ucapan yang lebih representatif dan sesuai adalah Xin Nian Kuai Le yang berarti ‘selamat tahun baru‘

Nah itu dia beberapa Hal-hal unik tentang Imlek yang sering ditanyakan oleh masyarakat kebanyakan. Pada dasarnya perayaan bukanlah sekedar perayaan, selalu ada makna dan filosofi di dalamnya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE