Mengenal Tradisi Munggahan atau Punggahan Jelang Bulan Ramadan, Simak Yuk!

Tak terasa ya Sobat Hipwee bulan Ramadan tinggal beberapa hari saja. Indonesia yang kaya akan adat dan budaya punya tradisi unik dalam rangka menyambut datangnya bulan mulia ini. Misalnya saja di Jawa Tengah ada yang namanya Nyadran. Kalau di Aceh, ada kegiatan bagi-bagi daging kepada masyarakat atau biasa disebut Meugang.

Advertisement

Nah, kali ini ada tradisi yang tak kalah unik yang berasal dari suku sunda atau Jawa Barat nih SoHip. Namanya adalah munggahan atau punggahan. Munggahan adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Sunda di Jawa Barat sedangkan punggahan adalah sebutan untuk tradisi yang dilakukan di pulau Jawa secara keseluruhan.

Lantas, bagaimana sejarah dan makna dari tradisi munggahan atau punggahan itu? Kita simak ulasannya berikut ini yuk.

Sejarah tradisi munggahan atau punggahan

Munggahan

Sejarah tradisi munggahan | Credit: Pexels.com

Dilansir dari laman Kabupaten Kebumen, punggahan berasal dari kata munggah (bahasa Jawa) atau unggah (bahasa Sunda) yang artinya naik. Maksudnya adalah datangnya bulan Ramadan harus disambut kesiapan iman yang lebih baik. Punggahan ini bertujuan untuk mengingatkan para umat muslim bahwa Ramadan akan segera tiba, dan juga untuk mengirim doa pada orang-orang yang telah meninggal dunia.

Advertisement

Tradisi punggahan diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga saat menyebarkan agama Islam di wilayah Jawa termasuk Jawa Tengah dan Jawa Barat. Saat itu Sunan Kalijaga menggunakan metode akultrasi budaya ketika melakukan penyebaran agama Islam.

Punggahan biasanya dilakukan di rumah dengan mengundang tetangga sekitar dan kyai untuk memimpin pembacaan tahlil dan doa. Bisa juga diadakan di masjid atau musala-musala. Hidangan yang disajikan adalah nasi kluban, bubur nasi, dan menu wajib pada tumpeng yang harus ada yaitu apem, pasung, gedang rojo (pisang raja) dan ketan.

Makna dan tujuan dari diadakannya munggahan atau punggahan

Munggahan

Makna dan tujuan tradisi munggahan | Credit: Pexels.com

Advertisement

Tradisi munggahan atau punggahan memang sudah dari dulu sampai sekarang masih dilakukan dengan baik dan penuh antusias oleh masyarakat di tanah Sunda. Makna dari munggahan atau punggahan adalah untuk mempererat silaturrahim antara keluarga yang lama tidak bertemu dan juga memperkokoh persaudaraan dengan rasa saling memaafkan diantara sesaka teman, kerabat dan keluarga.

Ada 3 hal wajib yang perlu dilakukan saat melaksanakan tradisi munggahan atau punggahan, yaitu:

  1. Berdoa bersama. Tidak hanya acara makan bersama saja, namun melakukan doa bersama juga perlu dilakukan saat melakukan punggahan. Tujuannya adalah agar ibadah puasa kali ini bisa terlaksana dengan baik dan terhindar dari godaan.
  2. Saling bermaaf-maafan. Mengucapkan maaf satu sama lain adalah hal baik sebelum melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan.
  3. Berziarah ke makam orang tua atau orang saleh. Berziarah bisa menjadi cara untuk mengingat tentang adanya kematian dan kehidupan selain di dunia.

Gimana SoHip, apa si tradisi unik di daerahmu dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadan?

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE