Tidak bisa dipungkiri kalau perkembangan internet telah banyak mengubah kehidupan manusia, terutama cara mereka berkomunikasi. Kalau dulu sih kita harus repot-repot tatap muka dulu kalau mau berinteraksi sama orang, atau pas udah ada telepon ya harus ke telepon umum dulu. Itu pun cuma suaranya aja yang terdengar. Kalau mau lihat mukanya ya tetap harus ketemu.

Tapi, thanks to the internet, berkat dia, kita cuma perlu cari aplikasi yang punya fitur video call. Mau sejauh apapun orang, kita tetap bisa berkomunikasi tatap muka dengannya. Ada juga beberapa media sosial dan aplikasi yang menawarkan fitur live streaming, atau siaran langsung. Nah belakangan ini, fitur tersebut kerap dijadikan alat meraup keuntungan yang sayangnya dilakukan dengan cara yang salah. Seperti fenomena di Cina ini, tren ngevlog dengan menyiarkan kehamilan. Tapi mirisnya yang populer justru vlog kehamilan dari mereka yang masih di bawah umur! Simak ulasan lengkap Hipwee News & Feature ini deh…

Beberapa waktu belakangan, sebuah tren baru terjadi di Cina. Para remaja di bawah umur berlomba-lomba menyiarkan kehamilannya lewat aplikasi live streaming

Anak di bawah umur siarkan kehamilan via www.bbc.com

Advertisement

Sejak akhir tahun 2017 lalu, tersiar kabar mengejutkan dari Cina. Pasalnya banyak anak di bawah umur yang berlomba-lomba menyiarkan kehamilannya lewat aplikasi live streaming, namanya Kuaishou. Dilansir BBC, mereka banyak yang menunjukkan perutnya yang buncit sambil bertukar cerita tentang kehidupan dengan para pengikutnya. Mirisnya kebanyakan mereka rata-rata masih umur 14 tahun. Kabar lain menyatakan kalau mereka melakukan ini juga biar bisa viral dan punya pengikut banyak! Duh, siapa yang ngajarin sih??

Pemerintah Cina mengecam kejadian ini. Soalnya mereka aja menerapkan usia minimal menikah, yakni 20 tahun

Ada minimal usia menikah via www.bbc.com

Di Cina, usia minimal penduduknya boleh menikah adalah 20 tahun. Mereka juga mengecam kehamilan yang terjadi pada anak-anak di bawah 18 tahun. Kuaishou sebagai platform penyedia fitur live streaming juga telah mengimbau penggunanya untuk melaporkan video yang mempertontonkan anak-anak di bawah umur mengumbar kehamilannya. Tidak sedikit juga orang yang menyayangkan kejadian ini. Ada yang menyalahkan cowok yang menghamili, ada juga yang menyalahkan keluarganya.

Tapi industri live streaming di Cina emang gila sih. Bahkan banyak agensi yang mempekerjakan wanita cuma buat live video aja

Para live streamer via amp.businessinsider.com

Bicara tentang live streaming di Cina, kayaknya nggak bakal muat di satu artikel aja. Soalnya live streaming di sana jadi semacam industri hiburan yang bisa mendulang banyak uang. Rentetan sejarahnya juga cukup panjang. Intinya, munculnya live streaming sebagai industri ini tidak lepas dari banyaknya aplikasi live video yang membuat penggunanya bisa mendapatkan uang. Dari mana? Ya dari para pengikutnya yang memberikan “gift” yang nantinya bisa diuangkan.

Advertisement

Umumnya live streamer ini akan menunjukkan bakatnya masing-masing, mulai dari menyanyi, menari, sampai yang berani ‘buka-bukaan’. Sebelum terjun di industri ini, mereka akan melalui tahap audisi yang dilakukan agensi di sana. Ya semacam acara unjuk bakat di TV itu. Gila ya?!

Tujuan utamanya ya buat dapat uang. Satu orang aja paling banyak bisa dapat 100.000 dolar per bulan lho! Gimana tidak menggiurkan…

Gajinya menggiurkan! via amp.businessinsider.com

Dilansir dari investigasi VICE, yang dihimpun dari keterangan seorang live streamer, para artis internet ini sebulan paling banyak bisa mendapatkan uang $100,000 atau kalau dirupiahkan sekitar 1,3 miliar lho! Tentu saja ini berlaku bagi mereka yang udah cukup terkenal dan punya banyak penggemar. Biasanya gajinya itu bakal dibagi, sebagian buat platform penyedia fitur live streaming, sebagian buat agensi perekrutnya, sisanya buat si artis.

Banyak juga yang rela melakukan operasi plastik, perawatan kecantikan, cuma biar live streamingnya banyak yang nonton

Sampai rela operasi via qz.com

Sebenarnya bukan hal yang mengagetkan sih kalau dunia hiburan itu identik dengan operasi plastik atau perawatan kecantikan mahal. Soalnya bisa dibilang mereka ini ‘kan menjadikan fisiknya sebagai komoditi. Kalau kurang menarik, ya bisa ditebak aja kalau pengikutnya bakal sedikit. Makanya, banyak banget live streamer di China yang rela wajahnya ‘diperbaiki’ demi karirnya di dunia online.

Melihat betapa menjanjikannya industri ini, membuat kita jadi bertanya-tanya, akankah ini awal dari kepunahan artis-artis TV? Kalau di Indonesia mungkin live streaming ini belum begitu banyak disukai ya. Artis internet di Indonesia paling banyak mungkin ya di Instagram atau Youtube, yang dikenal sebagai selebgram dan youtuber. Meskipun begitu mereka juga tidak sampai harus melalui perekrutan oleh agensi tertentu seperti di Cina itu ya… Menurutmu tren live streaming ini bakal booming di Indonesia juga tidak ya?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya