Bagi masyarakat DKI, Transjakarta adalah transportasi pokok yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan mobilisasi warga setiap hari. Meski tetap saja kena macet padahal punya jalur sendiri, bagaimanapun juga Transjakarta tetap memudahkan. Terutama bagi kalangan biasa atau mahasiswa bokek yang selalu harus berhemat. Apalagi sekarang armada itu beroperasi 24 jam.

Bila Transjakarta nggak beroperasi, sudah pasti banyak penumpang yang kebingungan mencari moda transportasi lain. Seperti yang terjadi hari ini. Hari Senin pagi (12/6/2017), Transjakarta berhenti beroperasi selama beberapa jam membuat penumpang kelabakan. Sudah pagi, hari Senin pula! Ada apakah gerangan? Simak deh ulasan Hipwee News & Feature ini.

Puluhan armada Transjakarta berhenti mengular di sekitar halte Harmoni. Penumpang pun turun dan harus berjalan kaki

Advertisement

Diulas oleh Kompas, puluhan armada Transjakarta yang seharusnya mengangkut penumpang terparkir di sepanjang jalan KH Hasyim Ashari, sekitar halte Harmoni. Bus-bus ini mengular membentuk antrian sampai 400 meter sekitar pukul 11.30.

Seperti yang tertera di video dari Kompas, di bus jurusan Kalideres – Pasar Baru, petugas meminta penumpang untuk turun dan minta maaf karena layanan Transjakarta hanya sampai di sana karena sedang ada demo. Sementara dari arah Kalideres, petugas menjelaskan bahwa bus mogok dan nggak diketahui kapan bisa jalan lagi. Diketahui, mereka diminta untuk berhenti beroperasi karena para koordinator sedang berdemo di kantor Transjakarta.

Sementara itu di kantor Transjakarta Cawang, ratusan karyawan unjuk rasa minta kepastian status kepegawaian

Demo karyawan Transjak via megapolitan.kompas.com

Menurut pantauan Detik.com, demo terjadi di kantor Transjakarta yang terletak di Jl. Mayjen Sutoyo, Cawang. Ratusan orang mengenakan kemeja putih dan ada juga yang memakai rompi biru. Mereka menuntut kejelasan status kepegawaian, yaitu supaya diangkat sebagai pegawai tetap. Karyawan Transjakarta menilai mereka sudah memenuhi syarat untuk jadi pegawai tetap karena telah bekerja selama bertahun-tahun. Hingga saat ini, pihak Transjakarta belum memberikan informasi resmi terkait aksi mogok karyawannya ini.

Penumpang pun banyak yang merasa dirugikan. Karena jika mau demo setidaknya ada pemberitahuan

Penumpang telantar via megapolitan.kompas.com

Advertisement

Untung saja, aksi mogok ini hanya berlangsung beberapa jam. Selepas menyampaikan tuntutan, pegawai Transjakarta kembali bekerja. Akan tetapi tetap saja aksi mogok ini membuat penumpang merasa dirugikan dan marah-marah. Pasalnya nggak ada pemberitahuan sebelumnya, dan bahkan penumpang diturunkan di tengah jalan padahal sudah membayar tiket sampai ke tempat tujuan. Nggak sedikit penumpang yang telantar di pinggir jalan karena nggak tak kunjung mendapatkan armada transportasi lainnya.

“Bagaimana sih, kalau mau demo, harusnya pemberitahuan dulu dari kemarin. Kayak begini kan nyusahin orang,” ungkap seorang penumpang yang kesal, seperti yang dilansir dari Detik.com.

Sejauh ini baru Kadishub DKI, Andri Yansyah, yang memberi pernyataan resmi. Andri Yansyah menduga ada aktor yang memprovokasi sehingga pemogokan ini terjadi. Andri Yansyah juga menyarankan masyarakat untuk lapor polisi, karena pemogokan ini sangat mendadak dan menelantarkan penumpang.

Transjakarta memang belum sempurna. Meski konsep awalnya kendaraan anti-macet karena punya jalur sendiri, penumpang Transjakarta masih akrab juga dengan pengalaman terjebak macet. Tapi bagaimanapun juga, Transjakarta merupakan transportasi penting untuk warga Jakarta. Semoga persoalan ini segera diselesaikan. Sehingga baik penumpang maupun karyawan Transjakarta, sama-sama diuntungkan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya