Video Kampanye Receh ala PSI: Menebak Apa Alasan di Balik Iklan Kampanye yang Nggak Nyambung Itu

Iklan kampanye Grace Natalie PSI

“Saya Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesyaaah…”

Advertisement

Kalau kalian mengikuti politik dengan khidmat, mungkin sadar kalau kalimat di atas lagi banyak banget muncul di media sosial. Entah di kolom komentar, di unggahan orang, atau yang lain. Kalimat itu sering banget dijadikan bahan bercandaan, karena memang selalu diulang-ulang dalam video receh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Instagramnya. Iya, receh. PSI getol banget mengeluarkan video nggak jelas macam “Tips Menghilangkan Gatal dengan Cepat”, atau “Tips Bernapas dengan Baik dan Benar”. Publik pun ribut, apa sih maunya PSI, nggak jelas banget?!

View this post on Instagram

TIPS PENTING BANGETTT DARI GRACE NATALIE KETUA UMUM PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA.

A post shared by Partai Solidaritas Indonesia (@psi_id) on

Sekilas sih memang kayak garing dan nggak nyambung gitu sama politik. Tapi setelah dipikir lagi, sepertinya nggak mungkin iklan itu dibuat asal-asalan tanpa pertimbangan matang dan target yang jelas. Hmm…

Advertisement

Selama ini, kita terbiasa dengan iklan-iklan partai yang cenderung kaku dan kurang “asyik”. Mungkin PSI ingin mengemas iklannya dengan format yang lebih fresh dan ‘muda’

Tapi apakah ini terlalu receh, bahkan untuk orang Indonesia yang terkenal suka jokes receh?

Bisa jadi video nggak nyambung itu memang disengaja lo. Demi format yang lebih segar, Grace dan jajarannya mencoba menyajikan iklan kampanye yang beda dari biasanya. Lagian sekarang juga lagi zamannya hal-hal berbau receh. Ya meskipun pada akhirnya lebih banyak yang bilang alay dan norak sih. Soalnya mungkin publik jadi mikir, ini PSI niat nggak sih bikin iklan kampanye?

Siapa tahu tujuannya memang bukan agar serta merta dipilih saat pemilu, tapi malah lebih ke biar publik “hafal” sama PSI dulu gitu~

Biar nama PSI “terselip” di pikiran bawah sadar netizen gitu~ via www.kompasiana.com

PSI ‘kan partai baru, yang juga baru ikut pemilu perdana tahun ini. Jadi rasanya nggak aneh juga kalau di setiap video receh di Instagramnya, kalimat “Saya Grace Natalie…” bla bla bla itu selalu disebut di opening dan closing video. Malah yang penting disitunya sih sebenarnya. Soal isi videonya yang receh itu malah bukan jadi poin utama. Ketika jadi banyak orang menggunakan kalimat di atas sebagai bahan bercandaan, justru bisa dibilang keinginan PSI buat dikenal jadi berhasil.

Tidak semua iklan parpol atau politisi termasuk iklan kampanye yang berisi visi & misi. Malah mungkin sengaja dibuat sereceh karena memang belum boleh bikin iklan kampanye

Advertisement

Baru boleh iklan kampanye mulai tanggal 24 Maret besok via www.instagram.com

Unfaedah dan menghabiskan kuota — begitu banyak warganet mengeluhkan serentetan iklan PSI di atas. Bahkan ada yang menyarankan Grace Natalie jadi stand up aja daripada jadi ketua umum partai karena iklannya yang sama sekali tidak ‘berisi’. Tapi sebenarnya iklan politik yang berisi visi, misi, atau program untuk meyakinkan pemilih untuk memilih partai maupun calon presiden yang didukungnya, memang belum boleh ditayangkan. Menurut aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), iklan kampanye baru boleh tayang mulai 24 Maret 2019 besok. Kalau iklan biasa saja boleh, tapi iklan kampanye tidak boleh.

Karena baru boleh berkampanye mulai tanggal 24 Maret, akhirnya, tercetuslah ide buat bikin video-video receh dan terkesan nggak serius. Ini berdasarkan pernyataan Grace sendiri saat diwawancara Asumsi. Jadi PSI mungkin memang sengaja sekalian merecehkan iklan-iklannya, supaya tidak dianggap iklan kampanye. Tapi jokesnya malah bikin bingung karena sama sekali tidak nyambung dengan politik sih.

Tapi kalau bicara iklan kampanye, KPU punya aturan yang baru diterapkan tahun ini lo. Iklan di media massa diatur, iklan di media sosial juga diperbolehkan

Ternyata pada pemilu 2019 ini, KPU mengeluarkan aturan baru soal penayangan iklan kampanye di media massa –bukan medsos lo ya. Berdasarkan aturan KPU, para peserta pemilu baru boleh beriklan di TV, radio, surat kabar, atau media daring (online) 21 hari menjelang masa akhir kampanye, yang berarti mulai tanggal 24 Maret-13 April 2019. Sedangkan kalau mau beriklan di media sosial apalagi akun resmi partainya sendiri, sebetulnya nggak ada masalah.

Nah, jadi menurut kalian, iklan kampanye politik yang efektif dan menarik itu yang seperti apa sih??

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

CLOSE