Jumat, 10 Mei 2019 lalu, publik tengah dihebohkan oleh tayangan video singkat yang viral di berbagai platform media sosial. Dalam video yang beredar yang rata-rata berdurasi kurang dari semenit tersebut terlihat jelas seorang pria berteriak dan mengatakan hendak memenggal kepala Jokowi, dan disambut teriakan oleh orang lain di sekitarnya.

Belakangan diketahui bahwa video tersebut diduga dibuat oleh seorang ibu-ibu dengan kamera ponselnya saat melakukan unjuk rasa di depan gedung Badan Pengawas Pemilu pusat di daerah Menteng, Jakarta Pusat, Jumat lalu. Seperti apa kejadiannya? Yuk simak ulasan Hipwee News and Feature ya.

Banyak pihak, terlebih para pendukung Jokowi turut serta menyebarkan dan mengutuk video ‘penggal kepala Jokowi’ karena dinilai sudah keterlaluan. Salah satunya adalah akun twitter @MurtadhaOne

Advertisement

Dalam cuitannya di twitter tersebut, ia menyayangkan perihal kejadian itu dan mention kepada akun Twitter resmi @BareskrimPolri. Ia juga menyayangkan bahwa seharusnya bulan puasa ketika orang-orang berlomba-lomba mencari pahala malah memecah kedamaian dengan video tersebut. Hal tersebut menurutnya juga merusak citra agama Islam sendiri.

Namun, hingga saat ini masih belum diketahui dan menjadi perdebatan di berbagai kalangan perihal siapa ibu-ibu yang membuat video singkat tersebut. Lalu siapa sebenaranya seorang pemuda yang melontarkan kata-kata hendak memenggal kepala Jokowi itu. Duh mas bulan puasa kok gitu sih?

Banyak tokoh yang buka suara termasuk Ruhut Sitompul

Ruhut Sitompul buka suara via twitter.com

Advertisement

Video tersebut sukses memecah keheningan di bulan puasa ini dan menimbulkan banyak sekali perdebatan. Salah satunya adalah Ruhut Sitompul. Ruhut adalah anggota bidang hukum tim kampanye pemenangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Ia sampai berkomentar perihal kegaduhan yang tersebar di dunia maya tersebut.

Dalam cuitannya itu, Ruhut memberikan statement yang bertujuan untuk mengingatkan calon presiden nomer urut 02, Prabowo Subianto agar tidak mengkompori masyarakat dan lebih mengontrol lagi sikap para pendukungnya. Ia juga mengatakan bahwa jika trus terjadi situasi yang seperti ini, ia memastikan bahwa Prabowo juga dapat menjadi tersangka.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, demo yang dilakukan oleh masa di depan gedung resmi pengawas pemilu pusat tersebut diinisiasi oleh Kivlan Zein dan Eggi Sudjana. Mereka menuntut dan mendesak KPU untuk mengusut dan membongkar kecurangan yang terjadi ketika penghitungan pemungutan suara pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden beberapa waktu lalu.

Gibran, anak Jokowi juga memberikan tanggapan. Ia meminta agar sebaiknya kita fokus ibadah di bulan puasa

Tanggapan Gibran via twitter.com

Tak hanya menuai tanggapan dari para pendukung Jokowi dan masyarakat umum luas lainnya. Video tersebut juga mencuri perhatian Gibran Rakabuming, putra sulung Jokowi. Namun ia memberikan tanggapan yang berbeda dari sebagian orang. Menurutnya, kejadian tersebut tak perlu dibesar-besarkan apalagi di bulan suci seperti ini. Gibran juga mengingatkan kepada para pengikutnya untuk bersikap sabar dan tidak perlu terpancing emosi. Bahkan ia juga berdoa agar orang yang terlibat di dalam video tersebut diberikan pintu maaf. Sebuah sikap yang sebaiknya bisa ditiru oleh banyak orang, terlebih memasuki bulan ramadan.

Semoga dalam kasus ini kita semua dapat belajar ya, terlebih di bulan suci ramadan seperti ini yang seharusnya dijalankan dengan penuh kedamaian dan kesabaran. Kita berharap carut marut serta polemik politik di Indonesia kian mereda.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya