3 Fakta Penusukan Wiranto di Banten, Istri Pelaku Ternyata juga Bawa Senjata di TKP

Wiranto diserang

Puluhan tahun berkiprah di bidang politik dan militer, serta hingga kini masih menjabat di posisi elit yang strategis, Wiranto memiliki potensi untuk dicelakai oleh banyak pihak. Apalagi Menkopolhukam ini kerap melontarkan opini yang menuai kontra. Contohnya baru-baru ini, publik marah besar karena Wiranto menyebut pengungsi gempa dari Maluku sebagai beban pemerintah.

Advertisement

Dan siang tadi, sebuah warta menyeruak dan hingga kini masih terus ditelusuri oleh berbagai media massa. Disertai bukti video, Wiranto dikabarkan diserang oleh seorang warga kala tengah berada di provinsi Banten.

1. Saat mengunjungi Pandeglang, tiba-tiba Wiranto diserang seorang lelaki bersenjata tajam pada Kamis (10/10)

Hal mengejutkan terjadi setelah Wiranto meresmikan Universitas Mathla’ul Awal di Pandeglang, Banten. Saat itu dia baru saja turun dari mobil dan bersalaman dengan Kapolsek Menes. Tiba-tiba, seorang lelaki nggak dikenal datang dari belakang dan menyerang Wiranto dengan belati. Serangan itu dikabarkan mengenai perut Wiranto. Sontak pengawal mendorong Wiranto sampai jatuh untuk menghindari serangan yang lebih parah. Situasi di Alun-Alun Menes itu pun sempat berubah ricuh.

2. Akibat serangan itu, perut Wiranto terluka dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Kapolsek yang melindunginya juga ikut terluka

Luka Wiranto (kiri) dan Kapolsek Menes (kanan) via kumparan.com

Wiranto dan Kapolsek Menes yang melindunginya langsung dilarikan ke rumah sakit. Ternyata Wiranto terluka di bagian perut, sedangkan kapolsek itu terluka di bagian punggung. Kini keduanya berada di RSUD Pandeglang untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Tidak terdapat korban jiwa dalam penyerangan ini.

3. Polisi sudah mengamankan para pelaku yang terdiri dari satu lelaki dan satu perempuan. Pihak kepolisian menyatakan ada dugaan mereka merupakan bagian dari ISIS

Para pelaku yang menyerang Wiranto via kumparan.com

Lelaki pelaku penyerangan itu tidak seorang diri. Istrinya ternyata turut berada di lokasi kejadian. Perempuan itu sama-sama membawa senjata tajam. Saat berada di lokasi, dia mengenakan masker dan kerudung panjang. Kedua pelaku tersebut telah diamankan oleh kepolisian. Hingga kini, motif penyerangan keduanya belum diketahui. Namun beredar dugaan bahwa mereka adalah bagian dari ISIS, yaitu organisasi gerilyawan Islam yang berasal dari Irak dan Suriah.

“Diduga terpapar ISIS,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, seperti dikutip dari Detik.

Advertisement

Hingga kini, belum diketahui alasan pelaku penyerangan dikaitkan dengan ISIS. Namun, Wiranto adalah figur yang dalam citranya merupakananti-ISIS. Pada Juli silam, dia menolak pemulangan Warga Negara Indonesia yang pernah menjadi pendukung ISIS di Suriah dan Irak. Sebab dikutip dari Tempo, Wiranto menganggap mereka sebagai bibit penyakit yang bisa mengancam negara kita.

Terlepas dari segala pendapatnya yang kontroversial, Wiranto tetaplah seorang manusia. Semestinya dia nggak boleh diserang secara fisik seperti yang baru saja terjadi. Namun kalau dipikir-pikir, ada hal aneh ya dari peristiwa ini. Biasanya para pejabat negara yang berkunjung ke luar daerah akan didampingi banyak pengawal, sampai-sampai warga biasa susah untuk mendekatinya. Namun kenapa Wiranto bisa didekati dan ditusuk dengan mudahnya?

Mari kita pantau terus berita ini ~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

J'ai toujours fait une prière à Dieu, qui est fort courte. La voici: Mon Dieu, rendez nos ennemis bien ridicules! Dieu m'a exaucé.

CLOSE