YOT Luncurkan Phoenix United, Komunitas Anak Muda Belajar Leadership

Komunitas ini berisikan praktisi dan anak muda dari beragam latar belakang.

Leadership skill atau kemampuan memimpin merupakan salah satu soft skills yang harus dimiliki oleh anak muda Indonesia, mengingat saat ini ada banyak peluang untuk jadi pemimpin. Menariknya, saat ini ada banyak wadah untuk mengembangkan dan mengasah leadership skill.

Advertisement

Salah satu wadah untuk itu adalah Phoenix United yang baru saja diluncurkan Young On Top (YOT) tepat pada momen peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77, Rabu (17/8). Phoenix United disebut sebagai Indonesian leadership society bagi anak muda yang ingin mengembangkan kemampuan kepemimpinan mereka.

Seperti apa lebih jelasnya Phoenix United ini? Bagi yang penasaran, yuk simak.

Apa itu Phoenix United dan apa saja programnya?

Phoenix United

Young On Top launching Indonesian Leadership Society, Phoenix United | Dok. Acara

Disampaikan oleh Vice President Phoenix United Chelen, Phoenix United merupakan sebuah komunitas yang memiliki visi untuk memberi insight, inspirasi, dan lingkungan yang suportif kepada para leaders atau anak-anak muda Indonesia.

Advertisement

Disebutkan pula bahwa visi dari Phoenix United tersebut akan dijalankan oleh individu-individu yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari investor, figur publik, hingga seniman.

“Kita semua datang dari background yang berbeda-beda, ada dari investor, figur publik, songwriter dan lain-lain yang akan sharing,” kata Chelen dalam acara Grand Launching Phoenix United, Rabu (17/08).

Advertisement

Lebih lanjut Chelen menyampaikan, keterlibatan teman-teman dari berbagai latar belakang di dalam komunitas ini diharapkan mampu menjadi supportive environment untuk saling belajar antar satu sama lain.

Selayaknya komunitas, Phoenix United punya sederet program. Di antaranya berupa berupa fun trips, dinner with CEO’s, konten premium, program mentoring, aksi sosial dan kesempatan untuk membangun network dengan figur publik lewat networking party.

President Phoenix United Sabilur Rosyad menyampaikan bahwa Phoenix United akan mengedepankan cara-cara yang fun untuk membangun Indonesia bersama seluruh anak muda.

“Kita ingin mengajak seluruh anak muda untuk membangun Indonesia dengan cara yang asyik, fun, dan bisa merangkul banyak pihak. Sejatinya there is no border for you to be a leader,” kata Sabil.

Selain itu, Sabil mengatakan bahwa Phoenix United ke depannya akan secara aktif menggelar gathering di berbagai kota, untuk memberikan kesempatan bagi para anggotanya untuk saling bertemu dan berdiskusi satu sama lain.

Leadership dan Supportive Environment dalam perspektif berbagai profesi

Phoenix United

Young On Top launching Indonesian Leadership Society, Phoenix United | Dok. Acara

Selain meresmikan komunitas baru bagi anak muda, dalam acara peluncuran yang digelar secara daring ini Phoenix United juga menggelar diskusi ringan bersama para praktisi dari berbagai profesi.

Mereka adalah VP of Investment Kejora Capital Erwin Arifin, figur publik Jennifer Rachel, dan penulis lagu sekaligus produser Abi Anggoro.

Dalam diskusinya mereka saling berbagai insight mengenai apa itu leadership dan lingkungan yang supportive berdasarkan pengalaman pribadi maupun pengalaman profesional masing-masing.

Untuk diketahui, ada banyak tipe leadership yang diterapkan oleh banyak orang. Ada yang santai tetapi serius, ada yang fun, atau bahkan diktator.

Bagi Erwin Arifin, mengaplikasikan tipe leadership itu tergantung pada situasi dan kondisi. Ada kalanya seorang pemimpin harus santai, tetapi di saat yang genting tentu saja seorang pemimpin harus tegas untuk menyikapi keadaan.

Namun, satu terpenting bagi Erwin adalah untuk menjadi leader yang baik seseorang membutuhkan lingkungan yang suportif, seperti yang terdekat adalah komunitas dan keluarga.

“Untuk seseorang bisa menjadi leader, mereka butuh supportive environment. Supportive environment bisa datang dari berbagai hal. Namun, yang terpenting adalah dari komunitas kita dan keluarga,” kata Erwin.

Di sisi lain, Abi Anggoro berpendapat bahwa supportive environment berhubungan dengan ketulusan. Lingkungan yang toxic biasanya berkembang karena satu sama lain bersikap berdasarkan maksud tertentu yang mendorongnya menjadi egois.

“Waktu gue kuliah di Belanda, di mana memang kita anak-anak musisi yang senang sama musik, memang hidupnya genuine. Jadi di situlah di mana kamu bisa memiliki supportive environment, kamu mau membantu bukan karena kamu mau dibantu balik,” kata Abi.

Beda lagi bagi Jennifer Rachel. Figur Publik ex-member JKT48 ini mengungkapkan bahwa supportive environment adalah ketika kita berada di tengah teman-teman yang mendukung apapun kondisi kita saat ini.

“Ada kalanya di saat aku lagi bingung mau melanjutkan kuliah atau tidak, teman-teman aku tuh mendukung dan menanyakan apa sih tujuanku sebenarnya. Jadi ketika kita lagi jatuh bukan dijatuhin, tetapi didorong untuk berkembang,” kata Rachel.

Muatan diskusi yang dibawakan oleh masing-masing narasumber dalam acara peluncuran Phoenix United ini bisa jadi gambaran terkait apa yang akan anak muda Indonesia temukan dalam Phoenix United.

Sejak diperkenalkan hingga diluncurkan secara resmi pada 17 Agustus 2022, Phoenix United telah memiliki lebih dari 200 VIP dan Star Members yang berasal dari beragam latar belakang, yakni public figure, pengusaha, influencer, sampai mahasiswa dan siswa berprestasi.

Ke depannya Phoenix United akan terus berupaya maksimal untuk meningkatkan jangkauan dan mempertemukan lebih banyak pemimpin potensial.

Nah, buat kamu yang penasaran dan tertarik bergabung dengan Phoenix United, bisa melakukan pendaftaran melalui phoenixunited.id dan masukkan kode “JOINPU”. Menariknya, kamu berkesempatan untuk mendapatkan motor listrik dari Smoot, loh.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Phoenix United bisa didapat melalui media sosial Instagram Phoenix United @phoenixunited.id.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

CLOSE