Kalkulasi pendapatan dan pengeluaran saat lembur

Lembur mulu? Lagi butuh duit ya?
Gila lembur tiap hari, pasti bulan ini gaji lo dua digit ye!

Bagi sebagian besar pekerja atau pegawai, lembur kerap diidentikkan dengan pendapatan tambahan. Meski melelahkan, nggak jarang lembur ini justru banyak dinantikan karena itu artinya gaji yang mereka peroleh di akhir bulan akan lebih besar dari biasanya.

Advertisement

Tapi pada kenyataannya, jarang orang bisa memastikan, apakah lembur memang benar-benar sepadan dengan usahanya. Bisa jadi lembur malah bikin orang banyak mengeluarkan biaya-biaya tak terduga yang semestinya nggak mereka keluarkan. Nah, kali ini, Hipwee bakal membantu mengalkulasikan pendapatan dan pengeluaran saat lembur, biar tahu sebenarnya selama ini kalian untung atau malah buntung sih? Yuk disimak~

Catat dulu berapa pendapatan pokok dan tunjangan tetapmu sebulan. Setelah ditotal, coba dibagi dengan jumlah jam kerjamu setiap bulan, biar kamu tahu sebenarnya kamu dibayar berapa sih tiap jamnya

Menghitung upah per jam bisa dipakai untuk menghitung upah lemburmu setiap minggu atau bulannya. Kamu sebagai pekerja harus tahu lho aturan upah lembur yang diterapkan di Indonesia dan telah diatur dalam Peraturan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) No. 102/MEN/VI/2004, itung-itung biar nggak tertipu juga. Kalau penasaran kamu bisa cek rumus-rumusnya di sini.

Setelah kamu bisa menghitung jumlah upah lemburmu, saatnya menghitung pengeluaran saat kamu lembur. Dimulai dari biaya makan!

Makan di luar via travel.tribunnews.com

Sebelum berlanjut lebih jauh, kamu perlu ingat kalau kalkulasi di bawah ini menggunakan sistem estimasi aja. Tentu setiap orang akan menemui kasus yang berbeda-beda berdasarkan faktor-faktor tertentu. Nah, salah satu pengeluaran yang paling kentara adalah biaya makanmu bertambah. Kenapa? Ini karena saat lembur mau nggak mau kamu harus makan malam di luar, nggak bisa masak di kos atau di rumah seperti saat pulang cepat.

Advertisement

Biaya 1x makan: Rp20.000

Sudah jadi tipikal pekerja perkotaan yang kalau lembur harus ditemani segelas kopi. Ujung-ujungnya, beli deh…

beli kopi supaya kuat lembur via www.123rf.com

Kopi dan lembur bagai dua hal yang sulit dipisahkan, terutama bagi kamu pecinta kopi yang hobi lembur. Ya kalau kopinya kopi kantor, mungkin nggak akan berpengaruh sama pengeluaranmu ya. Tapi pekerja zaman now tuh kadang suka gengsi kalau cuma minum kopi sachet. Sebagai gantinya, mereka lebih pilih membeli kopi mahal yang mereknya sudah populer dan harganya cukup buat sekali kali makan.

Harga 1 gelas kopi: Rp20.000 – Rp40.000

Lembur terus-terusan hingga larut malam juga akan berpengaruh pada kesehatanmu lho! Bayangkan aja kalau kamu sakit, pengeluaran malah membengkak karena harus ke dokter atau beli obat

Biaya berobat via www.dailyherald.com

Sadarkah kamu, wahai pekerja yang hobi lembur, memaksa tubuh bekerja meski sudah masuk jam istirahat justru bisa bahaya buat kesehatanmu lho. Kamu tentu ingat sama kisah karyawan di Jakarta yang sampai meregang nyawa setelah bekerja puluhan jam non-stop. Selain merugikan kesehatan, lembur berhari-hari juga bikin biaya pengeluaranmu membengkak karena harus ke dokter dan membeli obat yang harganya bisa sampai ratusan ribu. Bisa-bisa upah lembur malah habis buat berobat, ‘kan…

Biaya berobat: Rp200.000

Belum lagi biasanya kamu ingin ‘membayar’ semua energi yang telah kamu keluarkan selama lembur berhari-hari, dengan pijat refleksi atau ke salon kecantikan

Pijat refleksi via reset.me

Siapa sih yang nggak pengen memanjakan diri dengan merawat tubuh setelah pusing lembur berhari-hari? Kebanyakan orang bakal memilih untuk pijat refleksi di akhir pekan. Atau kalau cewek biasanya lebih memilih ke salon kecantikan dan menikmati perawatan body spa, hair spa, atau minimal creambath. Tubuhmu memang berhak ‘dimanja’, tapi kalau lembur terus-terusan dan setiap akhir pekan kamu harus perawatan gini, apa nggak malah rugi tuh?

Biaya perawatan: Rp150.000

Nggak cuma dengan pijat refleksi, setelah lembur berhari-hari, tak jarang kamu juga memanjakan diri dengan belanja barang-barang bermerek yang sudah kamu incar sejak memutuskan lembur

Belanja via www.express.co.uk

Biasanya orang mau lembur karena sudah punya tujuan, mau dipakai apa upah lemburnya nanti. Jarang malah ada yang kepikiran gaji tambahannya ditabung aja. Seringnya, belanja adalah target utama pekerja millennial lembur tiap malam. Mereka kerapkali mengincar suatu barang yang akan dibeli setelah mendapat upah lembur, biasanya sih yang bermerek.

Biaya belanja: Rp700.000

Belum lagi biasanya ada teman-teman atau keluarga yang minta traktir setelah tahu kamu sering lembur. Yah, duit lagi, ‘kan?

Traktir teman-teman via info-bogor.com

“Eh traktir dong, ‘kan lu lembur terus kemaren, pasti dapetnya banyak.”

Memang nggak semua teman atau keluarga kalian bakal begini sih, tapi ada lho yang merasakannya. Mereka justru ‘ditodong’ setelah berhari-hari pulang malam karena lembur. Syukur-syukur kalau ditraktir bakso pinggir jalan aja mereka udah senang. Kalau mintanya restoran mahal gimana?

Biaya traktir: Rp200.000

Ingat ya, biaya-biaya di atas cuma perkiraan dalam sehari (atau sekali). Kalau ditotal jadi:

Rp20.000

Rp20.000

Rp200.000

Rp150.000

Rp700.000

Rp200.000


TOTAL = Rp1.290.000

Jadi bisa dikira-kira ‘kan, apakah selama ini lemburmu benar-benar berfaedah secara finansial? Atau malah rugi? Semisal lemburmu dibayar 100 ribu per hari dengan hitungan lembur 14 hari, total uang tambahan yang kamu dapatkan adalah Rp1.400.000. Kalau pengeluarannya sesuai dengan perhitungan Hipwee, artinya lembur 2 minggu kamu cuma untung Rp110.00. Bandingkan dengan lelahnya serta beban pikirannya, apa iya uang segitu sepadan?

Tapi lagi-lagi, itu hanya perkiraan. Kamu bisa mencoba membuat kalkulasi dengan cara yang sama untuk lembur yang sering kamu lakukan. Terus lihat deh, apakah kamu memang untung, atau justru buntung. Tapi ingat lho, seuntung apa pun lemburmu, tubuhmu tetap butuh istirahat. Jadi, kamu harus tahu batas dirimu sendiri ya.

Ngomong-ngomong soal lembur, sudah nonton Webseries horor-komedi persembahan Kanna yang berjudul “LEMBUR BACUN” belum? Melihat Bacun mungkin kamu yang sering lembur akan merasa seperti berkaca pada diri sendiri. Tapi semoga kamu nggak mengalami hal-hal seram yang dialami Bacun saat lembur ya. Pas lagi asyik-asyiknya ngetik, tiba-tiba laptopmu memutar musik kuno nan horor sendiri. Hiiii! Yuk tonton episode 4 Lembur Bacun di bawah ini~

Lembur Bacun – Episode 1

Lembur Bacun – Episode 2

Lembur Bacun – Episode 3

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya