PeduliLindungi Bakal Ganti Nama Jadi Satu Sehat Mobile. Jangan Uninstall Dulu Aplikasinya!

Menjadi aplikasi yang paling banyak dicari selama 3 tahun pandemi Covid19, PeduliLindungi ternyata sedang disiapkan untuk berganti nama akhir Februari 2023 ini. Tak lagi hanya berpusat pada informasi mengenai vaksin Covid19, PeduliLindungi kini memperluas kontennya untuk bisa diraup manfaatnya lebih banyak oleh masyarakat, khususnya dalam menyimpan rekam jejak kesehatan secara umum.

Dikutip dari Kompas.com (17/2), aplikasi PeduliLindungi akan berubah nama menjadi SatuSehat Mobile. SatuSehat sendiri merupakan nama yang dipilih dari hasil sayembara yang pendaftarannya telah dibuka pada 6 Juli 2022 lalu. Usulan nama pada posisi kedua adalah Sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Indonesia (SINAPSI), sedang pemenang ketiga adalah Diagnosis Nusantara (DIAGNUSA).

Lalu, seperti apa dan bagaimana aplikasi ini akan bekerja?

ADVERTISEMENTS

Sedang dalam masa transisi dan tak perlu uninstall  PeduliLindungi

PeduliLindungi ganti nama jadi SatuSehat

Tak perlu uninstall PeduliLindungi | Credit: Laman resmi Kementerian Kesehatan

Chief Digital Transformation Office Kementrian Kesehatan, Setiaji mengatakan bahwa saat ini PeduliLindungi sedang dalam masa transisi menjadi SatuSehat. Jika sesuai target, 28 Februari 2023 mendatang SatuSehat Mobile sudah bisa diluncurkan. Meski aplikasi ini akan berubah nama dan juga fungsi, Setiaji mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu menghapus atau uninstall aplikasi PeduliLindungi yang sudah ada.

“Kami sedang transisi PeduliLindungi menjadi Satu Sehat. Kami akan meluncurkan, mudah-mudahan, akhir 28 Februari kami akan meluncurkan menjadi Satu Sehat Mobile,” kata Setiaji (17/2) dikutip dari Kompas.com.

ADVERTISEMENTS

Tak hanya tentang Covid19, SatuSehat diperuntukkan untuk menyimpan hampir keseluruhan rekam medis pengguna

PeduliLindungi ganti nama jadi SatuSehat

Menkes berharap SatuSehat dapat membantu banyak masyarakat | Credit: Laman resmi Kementerian Kesehatan

Nantinya, SatuSehat akan menghimpun seluruh data pengguna, mulai dari berbagai rekam vaksinasi, hasil pemeriksaan laboratorium hingga basis data stunting. Hingga akhir 2022, Kemenkes telah menargetkan 8.000 fasilitas layanan kesehatan yang akan terintegrasi dengan SatuSehat. Sebelumnya, Menkes Budi Sadikin menjelaskan platform ini akan mengintegrasikan antara fasilitas layanan kesehatan tersebut, seperi rumah sakit, klinik, laboratorium dan apotek.

“Sehingga, pasien rujukan ke rumah sakit tidak perlu repot mengirim dokumen medis yang berisi hasil lab/diagnosis atau mengulang pemeriksaan lab, karena semua data seperti USG, rekam jantung, CT Scan, termasuk obat yang telah diberikan sudah masuk (ke SatuSehat),” jelas Menkes Budi Sadikin seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Sedangkan untuk data-data yang akan terintegrasi pada aplikasi SatuSehat Mobile di antaranya sistem pencatatan tuberkulosis, sistem pecatatan secara digital, data kematian maternal dan perinatal, imunisasi, sistem rujukan nasional, kesehatan ibu dan anak, sistem informasi manajemen data terpadu kesehatan lingkungan dan pengendalian penyakit.

Dari data inilah, menurut Menkes Budi, nantinya SatuSehat juga dapat digunakan oleh pemda setempat untuk memahami kondisi kesehatan populasi warga di daerah tertentu.

Saat ini, SatuSehat sudah melalui berbagai penilaian atau asessment dari Badan Siber dan Sandi negara (BSSN) serta tengah mengupayakan agar aplikasi ini memenuhi standar pengelolaan keamanan informasi ISO 27001. Kemenkes juga berencana mengintegrasikan SatuSehat dengan BPJS Kesehatan. Wow, keren banget, nggak sih, SoHip?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

a young mother of two

Editor

Writing...