Perhatian tidak hanya hadir dari orang-orang terdekatmu. Siapa dan apa aja bisa memberi sentuhan cinta yang berarti. Dan kadang, yang jarang kau perhatikan, justru memberi perhatian yang tiada taranya. Salah satunya “warung burjo”. Dia memiliki keunikan cinta yang sangat realistis. Bahkan di beberapa hal, warung burjo lebih perhatian dari kekasihmu tercinta. Kok bisa? Ini dia faktanya!

1. Setia (Setiap Tikungan Ada). Restoran franchise manapun tak sanggup mengalahkan daya jangkauannya.

Di mana mana ada saya!

Di mana mana ada saya! via makanlagilagimakan.wordpress.com

Dari gang sempit sampai jalan protokol, warung burjo tak gentar melebarkan sayapnya. Bahkan dengan gagah berani berjejeran dengan sesamanya alias pesaingnya, tak terlalu khawatir kompetisi yang ketat. Sebab cemburu bukan sifatnya.

2. Siang malam tiada beda. Kapanpun kau butuhkan dia selalu siap sedia.

Gak kalah sama cafe-cafe gahul

Gak kalah sama cafe-cafe gahul via metzpoint.wordpress.com

Advertisement

Dengan etos kerja yang diatas rata-rata, warung burjo tersedia bagi dirimu 24 jam. Non-stop! Dia paling tahu bahwa kekasihmu bisa membuatmu terluka kapan saja. Karenanya, dia menyediakan ruang bagimu untuk menarik nafas atau sekadar melamun dengan segelas teh hangat, yang terkadang terlalu manis, sampai-sampai kau teringat wajah mantanmu yang begitu manis.

Tak hanya itu. Dia bisa kau jadikan pundak untuk bersandar ketika tugas-tugas menumpuk. Pemahamannya luar biasa tentang bagaimana kecenderunganmu untuk mengerjakan tugas bersama-sama agar beban terasa ringan.

3. Dia sepenuhnya percaya pada dirimu. Tak pernah memeriksa dengan seksama jumlah kerupuk yang kau kunyah dan gorengan yang kau libas.

Hap hap hap!

Hap hap hap! via fansultraman.tumblr.com

Di saat kekasihmu goyah akan ketulusan cintamu, a’ak burjo justru memberi contoh akan sifat saling percaya yang tak pernah nanggung. Dia rela berkorban gorengan sepotong-dua potong dan kerupuk sebuah-dua buah, demi kesejahteraan banyak orang. Ingat: Cinta butuh pengorbanan. Dan warung burjo bertindak nyata tanpa banyak bicara.

4. Hanya kehadiranmu yang ditunggu, enggak muluk-muluk. Apalagi dusta yang kau utarakan ketika hanya dirimu yang dia harapkan?

Kesetiaan adalah nama tengahku

Kesetiaan adalah nama tengahku via belovelight.tumblr.com

Advertisement

Dia tak mengharapkan apapun kecuali kehadiranmu untuk mengurangi beban mie instant di rak kayunya. Sama sekali tak pernah menuntut kamu harus jadi pegawai kantoran, PNS, atau pengusaha muda yang sukses. Siapapun dengan status sosial apapun diterimanya dengan lapang dada.

5. Menerimamu apa adanya. Dialah yang paling mengerti keadaan tanpa berniat membuka isi dompetmu. Jauh dari tuduhan matre pokoknya!

Terdepan dalam variasi

Terdepan dalam variasi via gwgaksukabolos.blogspot.co.id

Ketika kamu tidak memiliki apa-apa, dia menyambutmu dengan suara adukan gelas yang khas, mempersilahkanmu untuk memenuhi kebutuhan dasar, yakni Makan dan Perhatian. Bahkan dia mencatat segala perilakumu di buku hariannya yang kumal penuh noda. Ya meskipun catatannya berwujud angka. Tapi setidaknya, kamu diperhatikan.

6. Kadang emang over protective sih, tapi dengan bisikan lembut yang tepat, dia bisa memberimu ampunan.

Maafkan daku

Maafkan daku via cdn.quotesgram.com

Wajar dong kalau dia melindungi apa yang membuat orang jatuh cinta pada dirinya. Kamu juga enggak mau kan kekasihmu diambil orang gitu aja? Tapi percayalah, dengan bisikan lembut dan bujuk rayu yang tulus, dia akan memberimu ampunan sekali dua kali.

7. Konsisten dan berkarakter. Tak akan pernah berubah meski zaman bergerak begitu cepat.

Bahkan Rombongan Biksu Tong ikut mampir

Bahkan Rombongan Biksu Tong ikut mampir via www.kaskus.co.id

Dia yang tangguh, menjadi dirinya sendiri. Enggak pernah ikut-ikutan yang lain. Dia tahu banget bahwa dirimu enggak mau dia berubah. Buktinya? Nasi telor dan Mie instant selalu hadir semenjak kamu ospek sampai skripsi yang tak kunjung tuntas. Bahkan biksu tong terkagum-kagum dengan keteguhan burjo yang konsisten seperti Buddha, sampai-sampai beliau menyempatkan mampir.

8. Walaupun begitu, dia sungguh mengandung berbagai rasa. Hanya lewat kibasan spanduk saja, kau sudah bisa memahaminya.

Kata Pramoedya Ananta Toer, Seorang Sarjana harus adil sejak di pikiran. Nah warung burjo meniru semangat perjuangan yang sama. Kejelasan Rasa Harus Hadir Sejak Spanduk Dikibarkan.

9. Dia tahu apa yang kau mau. Jika kau membalas kesetiaannya, maka nasi telormu tak pernah luput setitik garampun.

Selamat Makan!

Selamat Makan! via luvutoo.blogspot.fr

Jangan kaget jika kau membalas kesetiaan perjuangannya dengan selalu hadir tiap malam. Hanya dengan percakapan :

“biasa, Ak!”

“ok”

Nasi telormu begitu spesial dari meja yang lain. Ini bukti otentik bahwa seleramu terekam. Kurang perhatian apa coba?

10. Setahun sekali dia pergi darimu. Itupun hanya sekitar 2 minggu demi lebaran di kampung halaman.

Pulang dulu sebentar, Maz!

Pulang dulu sebentar, Maz! via kamar-bujang2.blogspot.co.id

Banyak orang bilang : Cinta butuh berjarak, meski sesaat. Begitulah warung burjo mengelola perhatiannya. Dia pergi sejenak untuk melepas rindu bersama keluarga dan menumpuk rindu untuk berjumpa denganmu. Di saat begini, kamulah yang kebingungan. Seperti pepetah lawas berkata : Kau tak kan pernah menyadari arti kehadiran sampai kau merasa sakitnya kehilangan.

11. Meski kamu sering menjadikannya pilihan terakhir, dia tetap rela menunggu.

Menunggumu adalah keniscayaan

Menunggumu adalah keniscayaan via fjb.kaskus.co.id

“Makan di mana nih?”

“Terserah…”

“Penyetan?”

“Terserah..”

“Nasi Goreng?”

“Terserah…”

“Angkringan”

“Ter….”

“Ok Burjo aja yuk!”

“Serah… Boleh deh”

Bahkan dia menjadi solusi atas respon klasik : Terserah. Kekasihmu mungkin tak bisa memberikan jawaban sesolutif warung burjo.

12. Dan walaupun jadi pilihan terakhir, dia punya dedikasi tinggi dalam menyediakan asupan gizi bagi jiwa dan raga yang kebingungan.

Yuk mari mampir!

Yuk mari mampir! via plus.google.com

Minimalis adalah karakternya yang sangat solutif bagi segala kondisi. Kenapa minimalis? Ya itu tadi : Nasi Telor dan Mie Instant, paling mentok magelangan atau omelet telor. Tapi terbukti kan? Solusinya sangat realistis.. Dia sungguh paham, anak zaman sekarang doyan banget sama yang praktis-praktis.

Gimana? Perhatian, bukan? Kalau masih ragu, silahkan perhatikan baik-baik gimana cara a’ak burjo memberi perhatian pada orang-orang yang butuh uluran tangannya. Semoga dengan ini, kita semua jadi lebih peka ketika melihat perkara sehari-hari yang sepertinya remeh-temeh, namun sebenarnya menyimpan banyak cinta untuk disyukuri. Sabi’!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya