Semakin bertambahnya populasi penduduk di muka bumi, tentu semakin bertambah pula kebutuhan kita di berbagai lini kehidupan. Misalnya saja tempat tinggal, makanan, pakaian, hingga lapangan pekerjaan. Semakin banyaknya populasi tentu juga harus diiringi prasarana bagi masyarakat, misal kendaraan umum, stasiun, terminal, dan ruas jalan yang diperpanjang dan diperlebar.

Untuk membangun fasilitas umum seperti itu, dibutuhkan lahan yang luas. Namun nggak bisa dimungkiri, mendapatkan lahan ini nggak akan selalu mudah, meskipun tujuannya demi kepentingan bersama. Banyak alasan yang melatarbelakangi keputusan tersebut. Salah satunya dialami oleh sebuah keluarga di Cina ini.

Saat pembuatan jalan di daerah ini, sebuah keluarga menolak pindah karena ganti rugi yang ditawarkan nggak setimpal

Rumah tengah jalan di Cina. via www.dailymail.co.uk

Advertisement

14 tahun terakhir, terdapat pemandangan unik yang ada di salah satu jalan arteri di kawasan distrik Songjiang, pinggiran kota Shanghai. Terdapat sebuah rumah tingkat tiga yang masih utuh berdiri di tengah kendaraan yang berlalu lalang. Ya, rumah tersebut benar-benar terletak di tengah jalan. Jalan Huting Utara yang akan diperluas dan diperpanjang, mau nggak mau memakan kawasan tempat tinggal masyarakat di sana.

Akhirnya, mereka yang berada di ruas jalan tersebut harus direlokasi dan pindah ke tempat baru. Tentunya dengan kompensasi. Ketika semua orang rela pindah dari tempat mereka, Xu Jun dan keluarganya memilih untuk tetap bertahan. Alasannya? Karena kompensasi yang ditawarkan nggak sesuai dengan yang mereka harapkan. Oleh karena itu, rumah mereka nggak dirubuhkan alias tetap berdiri meskipun berada di tengah jalan.

Selama 14 tahun bertahan, risiko membahayakan sudah jadi “makanan” sehari-hari keluarga ini. Ngeri banget nggak sih?

Rumah penuh risiko. via www.dailymail.co.uk

Sudah barang tentu, tinggal di tengah jalanan sibuk ini memiliki risiko yang sangat tinggi. Selama 14 tahun bertahan, rumah keluarga Xu sudah 3 kali terlibat kecelakaan. Mobil yang mengalami kecelakaan dan menabrak rumah di Xu biasanya adalah orang-orang yang masih asing dengan kondisi jalan yang seperti itu. Nggak cuma itu, kebisingan pun nggak bisa terhindarkan. Bunyi kendaraan dan klakson seakan menjadi “makanan” mereka sehari-hari. Itu jelas sangat mengganggu, terutama di malam hari. Dan risiko yang paling membahayakan adalah polusi dari kendaraan yang berlalu lalang harus mereka hirup setiap hari.

Nggak tahan lagi dengan risiko tersebut, mereka pun akhirnya pindah dengan kompensasi yang disetujui, dan rumah mereka akhirnya dihancurkan

Rumah tengah jalan di Cina, akhirnya dirobohkan. via www.dailymail.co.uk

Advertisement

Butuh 14 tahun bagi keluarga ini untuk ikhlas rumah mereka dirobohkan dan pindah ke tempat relokasi. Risiko-risiko yang mereka tanggung selama 14 tahun terakhir membuat mereka menyerah atas keteguhan hati untuk tetap bermukim di sana. Dan lagi, sekarang kompensasi yang disepakati dianggap adil. Keluarga Xu akan mendapatkan empat apartemen dengan luas kurang lebih 400 meter persegi. Dan beberapa waktu lalu, rumah yang telah menaungi keluarga Xu lebih dari 60 tahun itu telah dirobohkan.

Meski rumah yang ada di tengah jalanan ramai ini sangat unik, tapi tetap saja terlalu berisiko bagi orang-orang yang menempatinya. Bayangkan saja setiap hari saat kamu akan masuk atau keluar rumah, lalu lintas ramai dan berbahaya sudah menantimu di depan pintu. Meski kompensasi yang ditawarkan terasa nggak setimpal, apa salahnya merelakannya demi kepentingan orang banyak. Itung-itung sedekah, ya nggak?Atau kamu bakal tetap mempertahankannya dengan alasan kenangan dalam rumah tersebut?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya