Pacaran memang menakjubkan. Segala imajinasi masa depan pasti tersibak seterang-terangnya sampai bahkan terlampau silau nan memukau. Apa-apa dibicarakan begitu detail seakan-akan yakin bahwa Romeo-Juliet lahir kembali dalam diri masing-masing pihak. Salah satu hal yang jadi bahan perbincangan dan tak jarang pula pertengkaran adalah obrolan soal rumah. Seringnya, obrolan rumah ini begitu polos meluncur begitu saja tanpa rasa ragu bahwa esok lusa harga tanah sudah mencekik ubun-ubun.

Tapi yang namanya muda-mudi kasmaran, kejelasan masa depan bukanlah soal asalkan imajinasi masih mampu menggapainya hari ini. Nah, imajinasi itulah yang berusaha dijawab dengan 18 pertanyaan di bawah ini. Percayalah, pertanyaan ini sungguh berasal dari fakta, kesamaan kondisi dengan pembaca adalah kebetulan yang tertata rapi. Untuk itu, siapkan hati demi mimpi yang hampir terlampaui.

1. “Besok rumah kita yang harganya berapa jutaan, Yang? Atau yang milyaran? 

ah kamu nii… via anekatop10.com

Advertisement

“Mmmm kasih tahu gak ya?”

“Hih!”

Jelas. Inilah pertanyaan yang paling penting. Harga rumah adalah harga mati yang menentukan strategi ke depan. Untuk itu, pertanyaan ini harus muncul paling pertama sebelum pasangan memilih rumah. Sebabnya, jika tak disepakati sejak awal, maka sulit menghitung harta gono gini.

2. Berikutnya adalah lokasi. “Kamu lebih suka rumah di pinggiran kota dengan derai-derai cemara atau di tengah kota dengan bisingnya kendaraan?

Gimana dong? via kelascinta.com

“Di mana aja deh Yang, asal sama kamuh”

Advertisement

Berikutnya adalah obrolan soal lokasi. Semakin banyak nonton FTV, maka semakin sering obrolan rumah di desa muncul di sela-sela obrolan. Apalagi, bagi pasangan yang sudah muak tinggal di kota besar di mana harga tanah tak pernah melorot

3. Setelah itu baru : “Nanti kamu ya yang nanggung kreditnya, tapi sertifikatnya atas namaku. Mantap kan?

Wek Wek Wek! via www.pixgood.com

“Oh, gitu ya. Oke deh. Tapi kamu tidur di pos ronda ya”

“Okay, kalau gitu aku gak jadi nikah sama kamu”

“baiklah…”

Ini penting dan sungguh menjadi poin utama dalam membicarakan posisi kepemilikan. Jangan sampai terjadi pertengkaran hingga membawa lari sertifikat rumah dan kamu sudah menemukannya di meja pegadaian

4. Makin jelas. “Menurutmu lebih seru yang mana : beli rumah bekas atau bangun dari awal?”

ini lho yang! via tumblr.com

“aku sih suka rumah baru, tapi kan mahal”

“Ya gakpapa, kan kamu yang bayar”

“eh!”

Kebanyakan pasangan akan lebih memilih untuk beli rumah baru agar bisa bangun dari awal. Namun, harganya memang fantastis. Ini bisa terwujud andaikan kredit sejak jadian pertama kali. Urusan kalau putus, itu dipikir belakangan.

5. Selanjutnya : “Aku lebih suka rumah yang dari kayu gitu, Yang. Kalau kamu gimana?”

Senyum senyum aja dah! via tjibadak.blogspot.co.id

“ih sama banget! aku juga suka kayu! kita jodoh”

“iiih apaan sih.. orang aku gak nikah sama kamu, kan cuma nanya”

“Well. Thanks”

Entah mengapa. Rumah kayu seakan-akan lebih diminati, padahal ada alternatif lain, misal : rumah kaca, rumah bambu, rumah barbie, rumah-rumahan, rumahku kenanganku dan masih banyak lagi.

6. Beres perkara material, kini merambah ke pekarangan. “Kalau untuk pagar gimana? Kamu suka yang ada pagernya enggak? Kalau suka, pagernya kayak apa?”

mmm iya enggak ya? via www.cosmopolitan.co.id

“Mmmm gimana ya, Yang ya..”

“lha gimana?”

“Kayaknya gigimu yang butuh pager”

“okay, putus!”

*salah satu dari mereka mrongos.

Kenapa pagar bisa masuk ke dalam pembicaraan? Sebabnya begini. Pagar adalah lambang batas-batas kewajaran. Hati-hati ini jebakan. Kalau kamu jawab lebih suka pagar, kamu akan dikira posesif, kalau jawab enggak suka pagar kamu akan dikira terlalu terbuka dan enggak punya prinsip. Jadi betul, jawablah bahwa pacarmu yang lebih butuh dipagar.

7. Agak geser ke area taman. “Aku tuh suka rumah yang tamannya di dalam. Kamu maunya gimana?”

“Aku suka taman yang ada air terjunnya, Yang”

“Waw! Romantis ya..”

“Ah enggak juga, biar seger aja”

“Terserah!”

Taman ini penting. Pertama untuk meredam pertengkaran. Kedua untuk melamun. Ketiga untuk apa ya? Ya biar rumahnya ada tamannya aja. Tapi memang, banyak pasangan ingin punya taman. Biasanya pada pengen ada lampunya, air terjunnya, ikan, kolam, kolam renang, bangku, pasar, semua ada.

8. Soal design juga penting. “Besok rumah kita minimalis aja ya? Gimana?”

Gitu ya? via www.wikiyeah.com

“hmmm, gitu ya? kamu kok nyebelin”

“haha emang begitu”

“ngikut aja deh…”

Minimalis memang lagi ngetrend, selain simple juga cukup murah dan bisa dieksplorasi lebih jauh. Tapi perbincangan ini cukup rumit, mengingat menata design rumah tak semudah menata kenangan yang berhamburan. Untuk itu, perlu obrolan serius supaya rumah masa depan tak hanya jadi harta gono gini.

9. Jangan salah sirkulasi udara juga penting. “Besok rumah kita pakai banyak jendela atau ngandalin AC aja? 

Gimana dong? via www.yahowto.com

“Pakai AC kali ya…”

“mmm okay, tapi kamu yang bayar listrik”

“Yah, gak jadi deh, jendela aja”

“Males…”

“Berantem yuk!”

“Okay!!”

“Hih!”

10. Ruang Tamu juga masuk di perhitungan. “Kita besok ruang tamunya lesehan atau pakai sofa? Mau yang santai atau gimana?”

Gini lho yang via www.tarakaisme.com

“Oh kamu pengen bisnis di rumah?”

“Siapa bilang?”

“Lha itu..”

“enggak asal aja”

“Thanks”

Design ruang tamu ini sangatlah strategis untuk memperlihatkan karakter rumah tangga. Jadi harus dipikirkan secara serius. Misalnya, menampilkan foto wisuda kalian berdua. Atau bisa juga memboyong piala-piala lomba 17-an sejak kecil. Ini akan menunjukkan kapasitas rumah tangga yang berpendidikan sekaligus dekat dengan aktivitas sosial.

11. Baru masuk ke Ruang keluarga. “Kita mau punya TV nggak di rumah? Atau mau bikin atura kapan TV boleh nyala?”

sederhana via oxheyworld.com

“Yah, terus aku nonton bola di mana?”

“Di rumah dong, gak usah pergi-pergi”

“Lha kan gak ada tivi?”

“Ya nanti aku beliin hape yang ada tivinya”

“hmmm…”

Memang betul, kadangkala kehadiran televisi di ruang keluarga hanya akan menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Sama persis seperti internet. Jadi tepat untuk menyingkirkan tivi dari rumah. Demi kemaslahatan rumah tangga.

12. Dapur juga ikut dibahas. “Besok dapur kita gabung sama meja makan enggak? Mau punya dapur kering sama basah atau 1 aja?”

“Lha? Masak di lempar?”

“Haha enggak dong, bercanda, Yang…”

“hahaha seneng deh liat kamu seneng”

“Gak usah ketawa-ketiwi!”

“Maaf”

Impian hidup bersama selalu disisipi mimpi aktivitas memasak di dapur. Peran sudah dibagi sebelum mengikat janji. Cowok cuci piring, cewek masak atau sebaliknya. Bebas. Nah impian inilah yang menentukan design dapur beserta interiornya.

13. Nah ini dia : Kamar Tidur. “Besok dekorasi kamar tidur kita pakai miniatur menara eifel ya? Gimana menurutmu? Sekalian bisa buat gantung kamu kalau ketahuan selingkuh.”

“Hahaha gak mungkinlah, aku gak bisa selingkuh”

“iya kamu jelek sih”

“Thanks…”

Soal dekorasi kamar tentunya setiap nyawa punya selera. Ini juga gawat. Bisa jadi pertanyaan jebakan. Jika memang seleranya tak pas dengan seleramu, maka bukan tidak mungkin si dia akan menyudahi hubungan. Jangan sampai terjadi. Pikirkan baik-baik jawabanmu!

14. Ruang kerja juga dipikirkan. “Ruang kerja sama kamar dipisah kan ya, Yang? Kalau digabung nanti malah enggak kerja”

Gitu yang.. via www.mirror.co.uk

“Eh! Emang ngapain kok gak kerja?”

“Ya tidurlah…”

“Emang ngapain?”

“Ya itu, tidur…” *kecut

15. Mulai merasa rumahnya kurang luas. “Rumah kita dua atau tiga lantai? Kan lumayan tu buat kost-kost’an.”

Boleh deh.. via blackloveadvice.com

“Iya juga ya, bisa buat bisnis”

“Emang punya duit?”

“Punya dong! Tapi kost cewek ya..”

“Okay gakpapa, emang istrimu mau?”

“lha? kamu gimana?”

“Memang aku mau jadi istrimu?”

“Well. Gak usah nanya lagi!”

16. Ide buat lantai dua. “Nanti lantai atasnya mau kamu apain? buat jemuran?

Buka londri, Yang?

“Hahaha enggak dong, rencana mau aku buat teras”

“wiiih asik. setuju setuju”

“Ya itu sekaligus tempat tidurmu”

“Seger…”

17. Mulai mikirin hewan peliharaan. “Besok kita punya hewan peliharaan kan ya? Menurutmu kandangnya taruh mana? Di luar atau dalam kamar?

mantep nih.. via binkdotz.com

“Ya jangan dong, Yang…”

“Terus?”

“Jangan ragu-ragu”

“Bebas!”

18. Terakhir. “Kalau kreditnya macet gimana, Yang? Kita ngontrak? Atau ngekost? Atau mau kita akhiri saja semuanya?”

“Jangan dong, Yang”

“Terus gimana?”

“Ya jangan beli rumah dulu kalau belum sanggup”

“Okay, kalau gitu cerai dari sekarang!”

“Susah ya ngomong sama kamu!”

Ya, begitulah kira-kira ragam pertanyaan soal rumah impian yang mewarnai romantisme pacaran. Jangan sampai salah tanya dan jangan coba-coba asal jawab. Ingat, mulutmu harimaumu. Sekian dulu. Salam buat pacar.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya