Kehidupan artis papan atas memang cenderung tidak jauh dari ingar bingar glamoritasBanyak dari mereka yang menikmati kehidupannya dengan berfoya-foya. Wajar saja, penghasilan selebriti atau artis papan atas memang di atas rata-rata, begitupun lingkungannya. Namun, ternyata banyak juga artis-artis Indonesia yang memilih meninggalkan kehidupan selebriti yang banyak diidam-idamkan orang itu untuk kepentingan religius. Mereka lebih memilih mendalami agama dibanding menenggelamkan diri dalam gaya hidup berhujan gemerlap sorotan.

Berikut ini adalah beberapa artis Indonesia yang secara mengejutkan menentukan pilihan untuk berhenti berkarir di panggung hiburan, dan berhijrah ke kehidupan yang lebih dekat dengan lingkungan agama islam. Yuk! Intip~~

Mungkin kamu belum tahu, Om Gito Rollies dulunya anak band yang sangar lho, tapi diakhir hayatnya dia memilih fokus agama.

Om Gito rollies

Om Gito rollies via www.satujam.com

Advertisement

Mungkin sebagian dari kamu nggak tahu siapa Gito Rollies, tapi orangtua kamu pasti tahu siapa beliau. Dulunya Gito adalah rocker terkenal dari band asal bandung bernama Rollies. Dekade 70’an adalah tahun berjayanya Rollies. Kehidupan Gito dan bandnya semakin gemerlap, narkoba dan miras menjadi teman setia mereka.

“Tiap Jumat siang kami berangkat ke daerah Puncak Bogor untuk pesta miras dan narkoba,” Ungkap Gito dengan nada sesal. via www.kaskus.co.id
Tahun 1995, atau tepat setelah 10 November, sang rocker baru benar-benar berhenti mengonsumsi drugs dan alkohol setelah mengalami sebuah peristiwa yang membuatnya syok lahir batin. Sepulang dari konser Hari Pahlawan di Surabaya, di bawah pengaruh narkoba, selama tiga hari ia mengalami fly, tak bisa makan dan tak bisa tidur, dan selama tiga hari itu semua kelakuannya di masa lalu seperti diputar di depan mata.  Namun yang paling membuatnya ciut justru menyangkut segala omongan yang pernah terlontar dari mulutnya. Fitnah dan gunjingan terhadap musisi lain, termasuk melakukan gibah (membicarakan kejelekan orang lain). Pengalaman tiga hari itulah yang menjadi titik balik dirinya untuk kembali kepada Allah SWT.

Kamu pasti tahu Sakti eks Sheila on 7. Gitaris gondrong yang kini tekun mendalami ilmu agama saat Sheila on 7 masih di posisi nyaman dalam sepak terjangnya.

Sakti, gitaris yang menjadi tandem Eross.

Sakti, gitaris yang menjadi tandem Eross. via cdn.tmpo.co

Hei Sephia, malam ini kutakkan datang, mencoba tuk berpaling sayang… dari cintamu…

Sheila on 7 ialah salah satu band kebanggaan Indonesia. Di masa dekade 90’an band ini dicap band jutaan kopi, karena penjualan albumnya sangat tinggi. Punya nama dan karya besar membuat kehidupan personilnya berubah drastis. Yang dulu cuma anak remaja yang nggak bisa beli apa-apa kemudian mampu membeli rumah mobil dan harta benda lainnya.

Tapi, tahun 2006 saat Sheila on 7 sedang di puncak kejayaan, Sakti keluar dari bandnya dan memilih mendalami ilmu agama. Ya, Sakti meninggalkan segala kepopuleran hidup dan memilih kedamaian hati melalui agama

“ Bila semua kesengsaraan di dunia ini dikumpulkan apa itu sakit parah, kecelakaan, tangan putus, tsunami dan sebagainya tidak ada artinya jika dibandingkan kesengsaraan di akherat yang paling ringan sekalipun, bagai setitik air di lautan. begitupun sebaliknya, jika semua kebahagiaan di dunia di kumpulkan tak ada artinya jika dibandingkan dengan kebahagiaan yang ada di surga Allah,” ujar Sakti via www.tpabaitulmunir.blogspot.co.id

Yang dulu joget-joget di televisi sekarang sibuk berzikir di dalam masjid. Iya, Caesar Aditya.

Kok sepi sih?!! Teeet tteeet teeet teet teetett teeteteet teeteet teet teet teeteeet trenedem trendeeem

Advertisement

Beberapa tahun lalu sering banget kita lihat Caesar Aditya nangkring di acara televisi sebagai pemandu acara joget-joget. Era 2013-2015 acara joget-joget memang sedang hits. Hampir setiap hari kita disuguhkan acara yang berisikan joget-joget. Dan pada akhirnya, Caesar jenuh kemudian berhenti. Lalu dia memilih terjun lebih dalam ke wilayah agama islam. Saat ini Caesar sibuk berdakwah dan menjadi entrepreneur dibidang kuliner, t-shirt dan buku.

Drummer dari band fenomenal Peterpan dan Noah pun tak enggan dalam membenahi diri, meninggalkan gemerlap band dan kembali fokus ibadah.

Iya, Reza noah meninggalkan band yang membesarkan namanya

Iya, Reza noah meninggalkan band yang membesarkan namanya via www.gomuslim.co.id

Tepat 1 januari 2015, Reza bukan lagi personil dari band super populer di Indonesia, Noah. Reza lebih memilih fokus beribadah dan meninggalkan band yang udah ngebesarin namanya. Pasca hengkang dari  Noah, Reza aktif mengikuti taklim Jamaah Tabligh bersama rekan-rekannya yang lain sesama musisi, seperti Yuke Sumeru dan Derry Sulaeman. Ia sempat khuruj ke Bangladesh selama empat bulan. Setahap demi setahap, Reza mulai menemukan ketenangan, dan berusaha  istiqamah untuk terus memperdalam agama Islam.

“Kalau saya tetap bertahan di Noah, saya akan tabrak manajemen. Karenanya saya harus memilih untuk mundur dari Noah. Yang jelas, saya merasa berat dan tidak bisa ninggalin shalat, terutama shalat berjamah. Saya pun mulai belajar ngaji sejak tahun 2012. Hingga sekarang, bacaan Al Fatihah saya saja belum benar. Makanya saya berusaha memperbaikinya,” via www.islampost.com

Yang paling terbaru, salah satunya adalah artis sinetron Teuku Wisnu. Selain sedang mendalami agama, dia juga ingin mengganti namanya. Hm, kira-kira kenapa ya?

Ini Jenggotku, mana jenggotmu?

Ini Jenggotku, mana jenggotmu? via cdn.klimg.com

Setelah menikah dengan sesama artis, Shireen Sungkar, Teuku Wisnu tampak serius menekuni agama. Terlihat dari penampilan Wisnu yang mulai menumbuhkan jenggot dan berpakaian muslim arab.

“Saya anak kampung dari Sigli, Aceh, yang pindah ke Jakarta karena mau melanjutkan sekolah. Dalam perjalanan, saya bisa main sinetron. Dapat uang banyak, bisa beli rumah sendiri, bisa beli mobil sendiri, bisa beli tanah. Ini semua, kan rezeki dari Allah,” www.tabloidbintang.com

Hidup dalam gelimang materi dan popularitas, Wisnu merasa terjerumus meninggalkan kewajibannya sebagai muslim. “Allah sudah begitu baik pada saya, tapi saya malah melanggar perintah-perintahNya; larangan-larangan Allah malah dilakukan. Dapat rezeki, tapi melanggar perintah Allah. Ini yang akhirnya mendatangkan perasaan menyesal,” ungkapnya. Perasaan menyesal itu disusul keinginan untuk bertobat. Tidak mudah, mengingat iman Wisnu saat itu rapuh.

“Ternyata pada saat ingin bertobat, saya tergoda lagi (maksiat). Bertobat lagi, tergoda lagi. Bolak-balik, begitu melulu,” tukasnya. Pergaulan menjadi faktor. “Ternyata pergaulan itu penting. Ketika mau hijrah, mau tobat, iman saya belum kuat. Saya masih bertemu teman-teman yang penuh kemaksiatan. Akhirnya balik lagi ke lembah hitam. Ini berkali-kali terjadi. Sampai di satu titik, saya enggak boleh kayak begini lagi. Bagaimana misalnya ketika saya bermaksiat, lalu saya dipanggil Allah. Meninggal dalam keadaan jahiliah,” tuturnya via www.tabloidbintang.com

Karena kesungguhannya ingin mendalami agama, Wisnu berniat mengganti namanya lebih islami karena nama Wisnu adalah nama sesosok dewa dari agama tertentu. Dan, saat ini Wisnu sedang mempersiapkan nama barunya.

“Nama itu penting. Kalian tahu kan Wisnu itu artinya apa? Saya bilang sama orangtua untuk Insya Allah lagi proses pergantian nama. Udah disetujui sama orangtua,” via www.hotdetik.com

Sebenarnya, mendalami agama adalah hak masing-masing orang. Yang pasti, mendapatkan cahaya ketenangan itu tidaklah mudah. Mereka yang meninggalkan dunia gemerlap tentu sudah punya tekad yang bulat agar hidupnya jauh lebih tenang. Agama datang kan untuk kedamaian, bukan untuk diperdebatkan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya