5 Fakta Menarik Miracle in Cell No.7 Indonesia, Perjuangan Rakyat Kecil Mendapat Keadilan

Bulan September 2022 ini, film Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia jadi perbincangan hangat oleh publik. Selain karena diadaptasi dari film Korea berjudul serupa, film remake buatan Indonesianya pun ternyata sukses menyita perhatian penonton. Buktinya, hanya dalam waktu 4 hari sejak perilisannya pada 8 September 2022, film ini langsung menembus 1 juta penonton.

Advertisement

Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia mengangkat kisah kehidupan Dodo Rozak dan putri kesayangannya, Kartika. Dodo digambarkan memiliki kondisi keterbelakangan mental sehingga sikapnya kadang nggak sesuai dengan orang dewasa pada umumnya. Keduanya saling menyayangi dan sang anak sama sekali nggak mempermasalahkan kondisi mental ayahnya. Malahan, ia dengan penuh kasih merawat dan mendampingi Dodo.

Hingga pada suatu hari Dodo dituduh melakukan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap anak kecil dan dijebloskan ke penjara. Di dalam penjara sel nomor 7, Dodo mendekam dan tersiksa banget karena merindukan anaknya. Suatu saat, para napi lain membantunya menyelundupkan Kartika ke dalam sel.

Nah, sebelum kamu nonton filmnya di bioskop, yuk simak dulu 5 fakta menarik dari Miracle in Cell no. 7 versi Indonesia berikut ini.

Advertisement

1. Vino G Bastian sampai temui psikolog untuk mendalami karakternya sebagai napi dengan keterbelakangan mental

Pendalaman karakter Vino G Bastian

Pendalaman karakter Vino G Bastian | Credit: Instagram @falconpictures_

Aktor Vino G Bastian memerankan karakter Dodo Rozak, napi yang punya keterbelakangan mental. Vino mengaku bahwa dirinya belum terlalu paham dengan pola hidup orang seperti itu. Ia pun melakukan riset dengan menemui psikolog yang disiapkan Falcon Pictures, perusahaan film yang memproduksi film ini.

Namun, sesi diskusi dengan psikolog rupanya belum memuaskan rasa ingin tahu Vino. Risetnya berlanjut dengan mendatangi sekolah anaknya yang juga menerima siswa penyandang disabilitas dan keterbelakangan mental. Di sana, Vino kembali berdiskusi dengan psikolog dan psikiater yang ada di sekolah itu. Bahkan, Vino sampai mengunjungi panti asuhan disabilitas di Jakarta Barat untuk semakin mendalami karakternya itu.

Menurut Vino, riset seperti ini penting banget untuk dilakukan seorang aktor dan aktris agar akting mereka semakin nyata dan film pun menjadi seru untuk ditonton.

Advertisement

2. Peran Kartika awalnya akan dimainkan oleh putri Vino G Bastian

Graciella Abigail sebagai Kartika

Graciella Abigail sebagai Kartika | Credit: Instagram @falconpictures_

Graciella Abigail adalah sosok artis cilik yang memerankan karakter Kartika, putri Dodo dalam Miracle in Cell No. 7. Namun pada awalnya, Falcon Pictures menginginkan putri Vino, Jizzy Pearl Bastian yang beradu akting dengan ayahnya sendiri.

Sebelum menawari peran tersebut ke anaknya, Vino sempat pesimis sang anak mau menerima. Jizzy memang suka main teater di sekolah, tapi bagi Vino itu belum cukup untuk memerankan karakter Kartika di film ini. Apalagi, sang anak belum pernah masuk ke dunia film.

Setelah berdiskusi dengan istrinya, Marsha Timoty, Vino sepakat menawari Jizzy main film tanpa memberi tahu judul filmnya. Namun, Jizzy ternyata langsung menolak tawaran tersebut dan memilih menonton filmnya saja ketika sudah dirilis.

“Akhirnya saya coba ngobrol ditawarin main film mau nggak. Saya belum cerita film apa, trus dia bilang nggak, aku mau nontonnya aja. Oh ya udah berarti emang awalannya aja dia udah nggak tertarik,” jelas Vino.

3. Sutradara mengubah beberapa detail cerita dari versi aslinya agar lebih relate dengan penonton Indonesia

Perubahan detail cerita untuk versi Indonesia

Perubahan detail cerita untuk versi Indonesia | Credit: Instagram @falconpictures_

Ada beberapa perbedaan antara Miracle in Cell No. 7 versi asli dengan Indonesia. Pertama, pekerjaan napi yang punya keterbelakangan mental dalam versi asli adalah juru parkir. Sedangkan dalam versi Indonesia digambarkan sebagai penjual balon. Kedua, tempat tinggal mereka pun berbeda. Dalam versi asli, sang tokoh utama tinggal di pemukiman padat penduduk di tepi rel kereta api. Sedangkan dalam versi Indonesia, dia tinggal di pemukiman sempit tapi nggak terlalu padat.

Selain itu, sutradara Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia, Hanung Bramantyo juga melakukan perubahan perubahan dengan menggunakan nama penjara fiktif. Dalam versi asli, gadis kecil yang dituduh dibunuh dan diperkosa si tokoh utama adalah anak dari Kepala Kepolisian Korea. Untuk versi Indonesia, Hanung mengganti identitas itu menjadi anak dari ketua partai untuk menghindari ketersinggungan.

“Jika menggunakan institusi tertentu, takutnya nanti akan ada konflik baru. Jadi, kita putuskan untuk membuat dia jadi anak ketua partai saja,” kata Hanung, dilansir dari kumparan.

4. Proses syuting mayoritas dilakukan di penjara asli

Proses syuting mayoritas dilakukan di penjara asli

Proses syuting mayoritas dilakukan di penjara asli | Credit: Instagram @falconpictures_

Penjara jadi lokasi utama dari film yang mengangkap kisah hidup narapidana ini. Mayoritas proses syutingnya pun dilaksanakan di penjara asli. Namun, lokasi itu harus berpindah karena menurut Hanung Bramantyo, proses pemindahan tahanan asli ke tempat lain sangat memakan waktu.

Maka dari itu, ia dan tim produksi film ini membuat penjara studio untuk melanjutkan proses syuting.

“Akhirnya kita bikin penjara di studio. Itu momen nggak terlupakan buat saya, harus buat penjara satu banding satu tapi semua di situ jadi aktor semua,” kata Hanung.

5. Remake Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia dipuji sutradara aslinya

Sutradara dan produser film versi Korea dalam jumpa pers di Jakarta

Sutradara dan produser film versi Korea dalam jumpa pers di Jakarta | Credit: Instagram @falconpictures_

Falcon Pictures memboyong serta sutradara sekaligus produser asli dari film ini, Lee Hwan-kyung dan Kim Min-ki dalam jumpa pers di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu (31/8) lalu. Keduanya menyebut kalau terlihat dari trailer-nya aja, film versi Indonesia ini udah memperlihatkan kualitasnya.

Sebelum mendapat izin mengadaptasi film ini dari versi aslinya, pihak produksi dari Korea mengkaji secara detail terkait rumah produksi yang akan menggarap, deretan pemain, hingga sutradaranya.

Production house Falcon sudah punya nama di Korea. Kita juga lihat siapa sutradaranya, timnya bagaimana. Kami sudah melihat trailer-nya, dibanding trailer dari negara lain, ini sangat bagus kualitasnya dan terharu,” ujar Kim Min-ki, dilansir dari Jawa Pos.

“Sutradaranya bagus, aktornya bagus, dan rumah produksi yang membuatnya juga bagus,” sambung Lee Hwan-kyung memuji.

Film ini dibintangi oleh sederet aktor dan aktris berbakat seperti Vino G Bastian, Indro Warkop, Rigen Rakelna, Tora Sudiro, Indra Jegel, Mawar de Jongh, Gabriella Abigail, Bryan Domani, dan masih banyak yang lainnya.

Nah, itu tadi deretan fakta menarik dari Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia. Gimana, kamu berminat mau nonton nggak nih, SoHip?

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE