5 Jenis Tontonan Gratis yang Suka Jadi Kerubutan Orang Indonesia. Heran, Pada Doyan Banget Keributan, Ya?

Tontonan gratis negara berkembang Indonesia tercinta

Sumber hiburan sekarang mulai lebih beragam. Dari yang tadinya sekadar pertunjukkan wayang dan televisi, sekarang ada internet yang bahkan menghadirkan YouTube, program TV Online, sampai permainan online yang nggak kalah seru. Tapi, semua itu akan kalah dengan hadirnya sekelompok remaja yang “main” jambak-jambakan di depan mata dan menjadi tontonan yang heboh. Orang Indonesia suka keributan, ya? Nah, simak selengkapnya di uraian Hipwee Hiburan berikut!

1. Perselingkuhan yang kepergok di jalan. Acara labrak melabrak sampai saling damprat bahkan dapat rating tinggi saat sudah masuk televisi~ 🙂

Keributan adalah rating yang tertunda. via palingseru.com

Advertisement

Kalau kamu pernah melihat sepasang kekasih atau suami istri cekcok di jalan, ditambah dengan kehadiran orang ketiga, pastilah nggak butuh berapa lama peristiwa itu menyita perhatian orang-orang di sekitar yang lewat. Bahkan nggak jarang langsung ada yang mengeluarkan senjata, kalau kata lambe turah, hengpon jadul cekrek cekrek buat mengabadikan momen langka. Haduuuh, bukannya dilerai atau dimediasi biar nggak terjadi kekerasan verbal dan non verbal kek, malam ditonton.

2. Kecelakaan lalu lintas bahkan sering banget jadi ‘tontonan gratis’. Sampai yang di dalam rumah rela keluar buat nontonin

Berkerumun ria. via www.tribunnews.com

Memang sih peristiwa kecelakaan itu selalu menyita perhatian. Antara prihatin, ngeri, sampai beberapa orang niat mengambil pelajaran dari apa yang terjadi. Sebenarnya sah-sah aja sih kalau kecelakaan itu jadi perhatian. Tapi yang bikin sedih itu ketika segitu banyak orang yang menonton dan mengerubuti tapi nggak membantu sama sekali. Nggak ada yang inisiatif mengobati korban yang luka, sekadar meminjamkan ponsel buat korban mengabari sanak keluarganya, atau panggil polisi kalau terjadi keributan. Rasanya hampir semua orang cuma nontonin dan ngomongin tanpa peduli nasib korban. Hmmm, nggak gitu dong.

3. Orang berantem bukannya dilerai, malah ditonton dan divideoin. Hmm, kalau nggak dilerai nggak ngefek lo

Memotretmu diam-diam. via www.tribunnews.com

Sebenarnya menyaksikan dua orang atau pihak yang lagi berantem itu ngeri sih. Tapi entah kenapa banyak yang merasa tertantang gitu. Lalu ada yang diam-diam menonton dari jauh sambil merekam kejadian nggak biasa itu. Sebenarnya kalau memang meresahkan, ya, coba deh panggil pihak berwenang atau beberapa orang buat melerai. Sementara kalau kamu merasa itu berbahaya, mendingan jangan ditontonin. Kayaknya masih lebih menantang film horor kok, serius, coba deh nonton The Shining atau SAW!

Advertisement

4. Sulit dipahami di mana enaknya nontonin tilangan polisi. Hmmm, mentang-mentang nggak kena tilang, lalu mau lihat tingkahnya orang-orang yang kelabakan gitu, ya?

Memandangi dari kejauhan sambil gemas. via www.suara.com

Operasi pemeriksaan kendaraan yang sering diadakan kepolisian seolah termasuk dalam tontonan gratis yang seru. Nggak tahu kenapa, banyak banget yang hobi nontonin pengendara terjaring razia, pengendara yang berusaha kabur, sampai tingkah-tingkah aneh lainnya. Lucu dan seru sih, tapi harusnya ini jadi bahan introspeksi nih. Segitu banyaknya ternyata pengendara yang masih nggak punya surat lengkap dan melanggar lalu lintas.

5. Paling sering dilakukan belakangan ini, nonton keributan di kolom komentar. Maklumlah, ya, perang komentar kata-katanya lebih sadis dan kayaknya lebih seru gitu 🙂

Adu kasar di medsos. via www.hipwee.com

Hobi perang komentar adalah kenyataan yang nggak bisa lagi dimungkiri warganet Indonesia. Rasanya kalau kolom komentar isinya senada semua, itu hambar. Butuh adanya warganet yang mulai ngawur, mulai memberontak, baru deh warganet lain yang nggak setuju mulai menyerang. Meski nggak faedah dan nggak ngasih keuntungan apa-apa, nyatanya nyimak perang komentar sudah selayaknya hiburan gratis.

Entah karena kekurangan kuota internet atau sekadar nggak ada hiburan aja, masyarakat kita suka banget sama hiburan gratis. Kalau jenis hiburannya kayak kelima hal di atas, sebenarnya itu bukan pertunjukkan yang patut ditonton sih. Kalau menemui peristiwa yang nggak biasa, nggak usah dibiasakan langsung nonton dan rekam, lalu memviralkannya. Lebih penting kalau turut mengatasi masalah di TKP dulu deh. 🙂

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Sonyaruri---

CLOSE