Belum lama ini kita mendengar kabar tentang murid yang menghajar gurunya hingga tewas di SMA Negeri 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Kejadian bermula ketika sang guru kesenian, Budi Cahyono menegur muridnya saat jam pelajaran. Bukannya tenang, si murid malah mengganggu teman-temannya dengan mencoret-coret lukisan mereka. Lantas BC menegur muridnya dengan mencoret pipinya dengan cat lukis. Nggak terima dengan ‘hukuman’ tersebut, ia memukuli sang guru. Dari situlah kemudian nelangsa menghampiri sang guru. BC meninggal nggak lama setelah dibawa ke RS dr Soetomo Surabaya.

Kabar ini tentu mengejutkan bagi kita semua. Bukannya dihormati sebagaimana mestinya, guru yang notabenenya memberikan banyak pelajaran hidup untuk kita, justru mendapat perlakuan yang sangat nggak pantas. Namun ternyata kasus kurang ajar pada guru oleh muridnya nggak hanya baru sekali ini terjadi lho. Sudah banyak kasus serupa yang sempat viral di media sosial, meski nggak separah kasus terakhir. Semoga beberapa kasus di bawah ini bisa menjadi pelajaran buat kita untuk nggak bersikap kurang ajar seperti oknum ini.

1. Video di bawah ini memperlihatkan seorang murid yang bebicara kurang sopan kepada gurunya. Yang paling miris ada kata kasar yang keluar dari mulut sang murid

Advertisement

Video berdurasi kurang dari setengah menit ini menampilkan sesosok guru perempuan muda yang sedang mengajar. Terdengar suara dari arah kamera seorang murid yang berbicara dengan sang guru dengan nada yang tinggi. Ada kalimat menantang dari murid (laki-laki) yang ditujukan kepada sang guru oleh muridnya, “Suka-suka akulah, gondok pula kau”, “apa kau”, dan yang paling miris tentu ketika sang murid mengumpat *nj*ng kepada gurunya.

Hmm.. Sama guru kok berani, sudah begitu guru perempuan lagi. Jauh dari kata gentleman!

2. Kalau yang di bawah ini, seorang murid laki-laki mempermainkan gurunya yang sudah paruh baya dengan memberi pertanyaan lelucon. Miris!

“Bu, tahu Mayweather?” kata seorang sambil tertawa-tawa pertanyaan itu berulangkali ditanyakan seorang murid kepada gurunya yang sudah tua. Merasa dipermainkan, sang guru balik bertanya, “Maksud kamu apa?” Bukannya berhenti, sang murid malah meneruskan, “Ibu tahu rumahnya Mayweather?” Kemudian sang guru menyuruhnya untuk beristirahat saja karena memang sudah waktunya. Sabar, Bu Guru! :”)

3. Meski nggak ada kontak fisik maupun verbal, namun tindakan seorang murid ini nggak bisa dibenarkan. Dikira keren, gitu? Kampungan!

Advertisement

Dalam video berdurasi satu setengah menit ini menampilkan seorang murid (diduga SMK) ini merokok di belakang guru yang sedang sibuk memberi nilai di depannya. Murid tersebut terlihat sama sekali nggak mengindahkan keberadaan sang guru, dan justru malah terlihat bangga dihadapan teman-temannya.

Bukannya membenarkan merokok—terserah deh kalau mau merokok karena sehat atau sakit urusan dia sendiri—tapi mbok ya tahu aturan, tahu waktu, tahu sopan santun. Jelas-jelas masih di lingkungan sekolah yang ada larangan merokok, sedang ada gurunya lagi, masih saja merokok. Kebangetan!

4. Nah, kalau video yang satu ini sedang viral. Seorang murid SMP tantang Kepala Sekolah berkelahi

Video yang diunggah pengguna akun Facebook Yuni Rusmini pada Sabtu (3/2) ini mendadak viral. Video yang menampilkan seorang anak SMP yang diduga nggak terima ditegur sang Kepala Sekolah. Parahnya, bukannya mendengarkan ia justru balik menantang. Ia mengajak sang guru berkelahi dengan membuka bajunya, ia juga bilang akan menghadang sang Kepsek sepulang sekolah. Ckck.

5. Sedangkan dalam video yang satu ini, sang murid sudah memukul gurunya. Duh!

Diduga karena nggak terima ditegur sang murid memukul dan menendang gurunya dihadapan teman-teman kelasnya. Beruntung perkelahian nggak terjadi sebab murid-murid lain melerainya. Belum diketahui penyebabnya, namun yang jelas menyelesaikan masalah dengan berkelahi nggak bisa dibenarkan.

Itulah beberapa video kekurang ajaran murid kepada gurunya. Sungguh miris bukan melihat bagaimana tingkah laku anak zaman sekarang yang sama sekali nggak menghormati gurunya yang notabenenya telah mengajarinya ilmu supaya pandai. Hal ini diperparah dengan pembelaan orang tua yang melaporkan guru ke pihak berwajib setelah menegur anaknya yang bandel—tentu kamu pernah mendengar beritanya.

Karena begini, kalau dicermati dalam kasus ini pihak guru yang merugi. Alih-alih menuntun sang peserta didik supaya cerdas dan berkelakuan baik, ia justru dihadapkan dengan pilihan yang sulit; Mau menegur, salah. Nggak ditegur juga salah. Sejatinya teguran (entah itu berupa lisan maupun fisik) seorang guru ke muridnya nggak menjadi masalah selama masih dalam tahap wajar dan dilakukan demi kebaikan sang murid.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya