Instastory nggak berfaedah

Instagram akhir-akhir ini memang jadi aplikasi paling favorit anak muda. Kebebasan berekspresi dengan gambar jadi salah satu keunggulannya. Kini, Instastory jadi salah satu fitur Instagram favorit warganet. Selain bebas berekspresi, videonya juga akan hilang dengan sendirinya dalam 24 jam. Sehingga kita tidak perlu repot menghapusnya secara manual.

Namun bermain Instastory tak semudah yang kamu bayangkan. Kadang saking serunya main Instastory, kamu jadi nggak peduli kontenmu. Udah capek-capek bikin story, malah di-skip gitu aja sama followers-mu. Kan KZL. Nah, biar Instastory-mu nggak cuma jadi angin lalu dan di-skip oleh followers-mu, coba deh ikutin tips dari Hipwee ini!

1. Sharing obrolan serius seperti politik. Berat, warganet nggak akan kuat. Biar Dilan aja. Hihi

berat banget ngomongin politik via www.123rf.com

Advertisement

Situasi politik di tanah air emang udah kayak ombak di lautan, pasang surut. Nggak jarang hal ini sering jadi perhatian kita. Tapi kalau dibahasnya lewat Instastory, rasanya terlalu berat. Apalagi kalau pembahasannya panjang lebar. Bikin orang lain malas lihat Instastories kamu, mending bikinnya di platform lain aja. Sayang aja sih udah capek-capek ngetik dan mikir, eh malah nggak ada yang menyimak opini kamu. :p

2. Instastory foto pacaran sih boleh kalau satu. Kalau sampai banyak kayak jahitan ya ngeselin juga

Update story apa ngejahit? via www.123rf.com

Dalam satu hari memang banyak sekali momen terjadi. Tapi jangan semua-semua dijadikan Instastory. Apalagi kalau isinya tentang kemesraan dengan pasangan. Saking banyaknya sampai Instastory-mu sudah seperti jahitan. Ingat ya, yang Instastory-nya boleh sampai titik-titik itu cuma Dian Sastro. Kamu nggak boleh ;p

3. Instastory yang kamu unggah nggak ada keterangannya. Cuma kerumunan tanpa menjelaskan apa-apa. Terus maknanya apaaa???

Instastory yang nggak ada keterangannya via www.pexels.com

Satu lagi jenis Instastory yang lebih kamu hindari adalah unggahan yang nggak ada keterangannya. Instastory semacam ini hanya bikin orang lain bingung. Karena nggak semua orang mengerti hanya lewat video atau foto saja, alangkah lebih baik kamu mengedit dan menambahkan keterangannya.

4. Banyak ‘kan yang suka bikin Instastories tapi isinya full tulisan dan kecil kayak kayak koran? Skip, orang pasti malas baca

Pusing bos bacanya!

Advertisement

Karena Instastory nggak terbatas hanya foto atau gambar, nggak sedikit yang menggunakannya untuk bercerita lewat tulisan. Apalagi kalau udah curhat atau menyindir seseorang. Beuh, sudah seperti menulis skripsi. Bukan cuma malas, netizen juga akan pusing membaca tulisanmu yang kecil-kecil itu dalam batasan waktu.

5. Kalau Instastories-mu cuma kedengeran lagu tapi nggak ada gambarnya, malah cuma tulisan galau atau kode buat seseorang, ya pasti bakal cuma numpang lewat

Maksud loh?

Ada juga nih tipe pengguna Instagram yang menggunakan fitur Instastory buat ‘ngode’ seseorang. Entah itu gebetan atau ngode pacar yang lagi berantem sama kamu. Galaunya sih emang nggak langsung, tapi lewat musik yang sengaja dipilih lirik buat “kodein” seseorang. Instastory macam ini jelas nggak penting bagi orang lain. Pliss, jangan diulangi lagi 🙁

6. Belum lagi kalau Instastory yang isinya cuma screenshot percakapan panjang yang nama orangnya juga ditutupin. Jadi nggak penting ‘kan?

ini koran apa instastory? via www.pexels.com

Pernah nggak sih kamu menemukan Instastory temanmu yang isinya screenshoot percakapannya dengan seseorang atau dalam grup? Percakapan yang harusnya memang untuk privasi ini nggak jarang diunggah lewat Instastory. Karena bukan urusan kita dan mungkin nggak penting juga buat orang lain, udah pasti Instastory tersebut dilewatkan. Biar apa coba bikin Instastory kayak gitu?

7. Mungkin topikmu cukup menarik. Tapi bila videomu ngeblur atau malah patah-patah, orang pun akan malas

video nggak jelas dan patah-patah via www.pexels.com

Beberapa hal di atas tentu berhubungan dengan apa yang kamu unggah. Tapi ada juga yang berkaitan dengan teknis. Misalnya topik yang kamu unggah di Instastory mungkin saja menarik. Tapi sayang, kemampuan smartphone-mu untuk merekamnya sangat kurang. Alhasil, Instastory tersebut jadinya patah-patah dan ngeblur. Duh, udah pasti orang-orang bakal melewatkan Instastory-mu ini.

Nah, untuk sebuah Instastory bagus kamu butuh topik yang menarik dan juga gawai yang mumpuni seperti Samsung Galaxy J7 Pro yang memang dibuat untuk kamu-kamu yang hobi live-vlogging. Kamera belakang rear 13 MPnya bisa menangkap gambar dengan jernih dan detil meski dalam kondisi kurang cahaya. Kamera depannya pun nggak kalah apik. Dengan LED depan dan selfie Flashes, nggak ada tuh ceritanya foto atau video selfiemu ngeblur ataupun patah-patah. Bonus nih, Samsung Galaxy J7 Pro punya fitur Always On Display, yang bisa bikin kamu mengecek jam, kalender, dan notifikasi masuk tanpa harus mengaktifkan layar smartphonemu. Praktis abis! Kepo lebih lanjut? Cek di sini~~

Nah, kalau kamu tetap pengen eksis di Instagram dengan fitur Instastory, jangan sampai kamu melakukan hal-hal yang di atas ya. Karena orang-orang bakal melewatkan Instastory-mu. Sayang aja ‘kan padahal udah capek-capek mempersiapkan dan mengedit Instastory tapi malah nggak dinikmati sama yang lain? Apalagi kalau sempat jadi bahan omongan teman-temanmu. Jangan sampai deh!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya