Dari kecil, kita udah paham kalau daging babi itu haram. Bahkan haramnya daging babi adalah salah satu hal pertama yang kita pelajari di kelas Agama. Tanpa bermaksud mengabaikan ajaran itu apalagi melecehkannya, status haram ini sedikit-banyak justru bikin kita jadi penasaran soal cita rasa dan tekstur daging babi. “Kayak apa sih emang rasanya babi, sampai harus diharamin sama sekali?” Mengakulah, kadang kita dibayang-bayangi pertanyaan ini.

Semuanya jadi tambah menantang ketika kita sudah besar dan punya kebebasan untuk makan di luar. Bebas dari pengawasan orangtua, dan dikelilingi teman-teman yang sebagian memang hobi makan babi, rasa penasaran pun semakin tinggi. Ah, babiiii~~~

1. Daging babi itu gak boleh dimakan. Tapi justru ini yang bikin kita penasaran!

Justru bikin penasaran

Justru bikin penasaran via highheelgourmet.com

Advertisement

Indonesia memang bhinneka. Meskipun sebagian besar penduduknya nggak makan babi, banyak juga yang berasal dari daerah atau budaya di mana makan babi itu biasa. Jadi nggak kayak beberapa negara yang mengilegalkan penjualan daging babi, di Indonesia warung dan restoran yang menjual daging babi tetap mudah ditemukan.

Kalau ke warung ramen, restoran Cina, restoran Manado atau Batak yang punya menu mengandung babi, kamu pasti pernah bertanya-tanya sendiri:

“Kayak apa sih emang rasanya? Enak banget apa? Pesen itu aja kali ya?

2. Apalagi, banyak temen yang bilang: daging babi itu enaaaak!

Yeee makan babi!

Yeee makan babi! via twentyandcounting.wordpress.com

Advertisement

“Wah kamu gak makan babi sih ya… Padahal ada anak kantor yang bawa babi kecap enak tuh.”

Semakin dewasa, pergaulanmu semakin luas dan kamu pun berteman dengan orang dari latar belakang apa saja. Termasuk dengan mereka yang tidak mengharamkan babi. Kadang kalau lagi ngebicarain makanan, ada aja deh yang nyebut betapa daging babi itu enak. Apalagi kalau dijadiin bakmi ding, eh, tapi lebih enak kalau dirica-rica ding, dan jelas paling enak kalau dijadiin sate… (Katanya lhoo. Kamu sih belum pernah ngerasain sendiri)

3. Ini bikin kamu berharap bisa makan babi secara nggak sengaja. (Harus gak sengaja, biar gak dosa.)

Aku gak sengaja lho..

Aku gak sengaja lho.. via dailyfreshfeeds.com

Kadang saking penasarannya, kamu jadi berharap bisa nggak sengaja makan daging babi. Misalnya aja ada temen kost yang abis beli babi dan kamu, yang gak tahu itu daging babi, makan aja makanan yang baru dia beli. Atau mungkin ada nama makanan aneh di suatu restoran, terus kamu iseng pesan dan ternyata itu daging babi. Apapun itu, pokoknya harus gak sengaja makannya — biar gak dosa.

4. Pernah sekali kamu nyaris makan babi… Eh, ada temen yang kasitahu kalau itu babi!

Jangan dimakaaan itu haraam

Jangan dimakaaan itu haraam via ninalee-cherryambition.tumblr.com

Suatu kali, kamu pernah nyaris menyendok potongan daging babi ke mulutmu. Kamu tergoda dengan warnanya yang merah cerah dan wanginya yang asing tapi menggoda. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup, kamu akan tahu rasa asli daging yang haram ini…

“Ehhh jangan dimakan, itu babi!”

“Ah, elo ah!”

“Lho kok dikasitahu malah marah?”

“Harusnya lo kasitahu pas gue udah selesai makan aja!”

Entah kamu harus berterima kasih atau apa sama temanmu itu. Maksudnya baik sih, tapiii…. Kapan lagi kamu bisa (hampir) ngerasain daging babi? Kesempatan kayak gini sih jarang banget dateng dua kali.

5. Tapi entah kenapa, seberapapun penasarannya, begitu disodori daging babi kamu tak akan mudah memakannya juga. Mungkin imanmu kuat, atau kamu takut kena cacing pita.

Daging babi | Creative Commons

Daging babi | Creative Commons via pixabay.com

Mungkin imanmu kuat, tapi mungkin kamu cuma takut kena cacing pita. Mungkin juga kamu jadi nggak nafsu makan daging babi begitu keinget cerita orangtua kalau babi itu hewan yang kotor, jorok, dan bodoh.

Padahal sih sebenarnya babi itu pintar — makhluk paling pintar di dunia fauna setelah simpanse, lumba-lumba, dan gajah. Babi juga termasuk hewan bersih karena nggak akan buang air sembarangan — bahkan bisa nahan BAB kalau gak ada tempat yang cukup bersih buat dia. Tapi mungkin karena sejak kecil kita sudah diceritakan yang sebaliknya, susah untuk berhenti percaya. Alhasil sampai sekarang, betatapun kamu penasaran, makan babi jadi bukan sesuatu yang gampang.

6. Dan sampai sekarang kamu masih penasaran gimana rasanya daging babi. Rasa penasaran yang mungkin akan kamu bawa sampai mati

Babi guling | Wikimedia Commons

Babi guling | Wikimedia Commons via upload.wikimedia.org

Karena memang belum pernah kamu makan satu potong pun, rasa daging babi sampai sekarang masih misteri.

“Yaaa… banyak lemaknya gitu sih…” Kata satu teman.

“Gurih, lembut dagingnya. Gak alot, terus baunya itu lhoo… enak.”

“Nggak bisa dibandingin sih sama daging yang lain. Soalnya gak mirip,” kata teman yang lain (dan yang paling gak bantu)

Entahlah kapan kamu dapat rejeki kesempatan buat merasakan daging babi. Mungkin rasa penasaran ini akan kamu bawa sampai mati.

7. Tapi sebenarnya nggak bisa makan babi juga nggak apa-apa sih. Toh masih banyak makanan lainnya dan katanya, masih lebih enak daging sapi daripada babi!

Enak dan halal | Wikimedia Commons

Enak dan halal | Wikimedia Commons via en.wikipedia.org

Derajat kenikmatan daging (menurut survei seadanya yang sama sekali gak ilmiah):

  • Kambing (paling enak)
  • Sapi
  • Babi
  • Kelinci (ini enak, tapi makannya gak tega)
  • Ayam (paling gak enak)

Jadi percayalah, sebenernya kamu gak rugi-rugi amat kok nggak boleh makan babi. Toh masih banyak daging enak lainnya di dunia yang halal dan bisa kamu makan sepuas hati~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya