Yang namanya antre, baik itu waktu beli makanan di fast food atau bahkan di sebuah warung nasi balap, memang menjemukan. Sebagai insan yang penuh nafsu dan menenteng perut lapar ke mana-mana, menunggu giliran buat dapet jatah itu menguras kesabaran. Bahkan naluri kemanusiaanmu bakal benar-benar diuji ketika kamu menemui hal menyebalkan berikut ini. Hipwee Hiburan bakal mengajakmu mengingat betapa nyebelinnya drama antre makanan di kehidupan sehari-hari.

1. Agaknya ungkapan ini benar adanya. Tolonglah, apakah kalian nggak ngerti tenggang rasa? bebek aja bisa antre dengan benar!

Hasrat ingin genosida mendadak muncul. via www.pexels.com

2. Inilah spesies yang seharusnya mulai dididik di sekolah khusus moral. Biar paham betul, waktu itu berharga!

Makanya, kalau tahu antre tuh, mbok, ya, pengertian sama yang lain! via www.pexels.com

3. Iya, kita semua lapar, tapi percayalah semakin nggak emosi, maka kita semakin hemat energi!

Jangan diburu-buru, Bu, grogi akutu~ via www.pexels.com

4. Kadang kasus begini sulit dihindari. Mau ditolak nggak sopan, diiyain kok bikin sengsara!

Percayalah, kalau ibuku di sini dia juga akan membelaku~ via www.pexels.com

5. Terlalu sebel kalau penjualnya mendahulukan orang yang antre belakangan hanya demi azas langganan. Padahal bayarnya sama lo!

Langganan SKSD doang padahal! via www.pexels.com

6. Bahkan kayaknya pengantre harus dibekali pendidikan antikorupsi, antikolusi, dan antinepotisme. Datang belakangan nitip yang udah di depan, sama aja bikin lama, wey!

Perlu bikin komisi pemberantasan pengantre curang yang independen dan bersih! via www.pexels.com

7. Kawan, hayatilah sebuah tragedi dan kondisi yang memaksamu nggak bisa lagi memaksakan diri. Kisah hidup ini kadang begitu komedi …

Pulang bukan buat abil dompet, tapi buat menekuri nasib di balik pitu kamar mandi. via www.pexels.com

8. Lika-liku sebuah antrean yang berakhir lucu. Ya, beginilah semesta memaksamu buat selalu sabar dan berterima

Panas setahun dihapus hujan semenit. via www.pexels.com

Begitulah kawan. Antrean itu selayaknya hidup, kita mencoba menunggu kebahagiaan yang berusaha kita miliki. Namun nyatanya dibutuhkan kesabaran dan keberuntungan nasib hingga sampai pada tujuan. Duh, cuma antrean begini aja sampai berfilosofi. Huhuhu, sekut!

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya