Mau ngapain kamu, lalat? Plis, jangan hinggap di ‘anu-ku’…

Mungkin ini cuma pengalaman para cowok, karena hampir tidak mungkin ada urinoir di toilet cewek (tapi cewek yang penasaran boleh lanjutin baca, kok). Bagi cowok yang sering buang air kecil di toilet umum di mall, bandara, atau bioskop, sesekali kamu pasti mungkin akan melihat seekor lalat hinggap di dalam urinoir.

Advertisement

Jika toilet tersebut kotor dan bau mungkin kamu tidak akan heran kalau ada lebih dari satu lalat sungguhan bertengger di sana. Namun masalahnya, toilet yang ‘dihinggapi’ lalat ini lumayan bersih dan wangi. Dan lalat tersebut bukan serangga sungguhan melainkan gambar yang tercetak (atau ditempel) di porselen urinoir.

Lalu apa fungsi lalat-lalatan itu di sana?

Cowok suka menembak, termasuk menembakkan air seninya ke berbagai arah.

Lalat kecil

Lalat kecil via worksthatwork.com

Mungkin terdengar seperti kelakuan anak-anak, tapi pria dewasa pun masih suka mengarahkan air kencingnya ke berbagai arah saat berkemih. Lalat di dalam urinoir diciptakan untuk membantu cowok menembak ke satu arah: ke lalat!

Advertisement

“Cowok itu simple-minded banget dan mereka suka bermain dengan pancuran air seninya, jadi letakkan satu sasaran di urinoir dan cowok pasti akan menembaknya” ujar Klaus Reichardt, orang yang memperkenalkan inovasi ini.

Cowok suka nembak

Cowok suka nembak via www.npr.org

Di rumah sendiri saja, cowok sering salah sasaran saat menembakkan air seninya, akibatnya kamar mandi di rumah jadi kotor dan bau. Bayangkan jika kebiasaan salah sasaran ini dibawa ke toilet umum, maka berkali-kali lipat aromanya. Untuk itulah lalat tersebut diletakkan ke dalam urinoir, supaya membantu cowok pipis ke sasaran yang tepat.

Apakah berhasil? Tentu saja, terbukti jumlah air seni yang ‘tercecer’ (baca: cowok pipis sembarangan) dari urinoir berkurang hingga 80%, ketika inovasi ini diperkenalkan pertama kali di bandara Schipol, Amsterdam. Pengguna toilet di Schipol jadi lebih rapi dan bersih ketika pipis. Perubahan perilaku tersebut menghemat biaya kebersihan bagi pihak bandara.

Lalu kenapa yang dipilih adalah gambar lalat, bukan binatang atau benda yang lain?

Menghemat biaya kebersihan

Menghemat biaya kebersihan via worksthatwork.com

Tentu saja pertanyaan berikutnya adalah: kenapa lalat? Kenapa bukan bebek atau binaang lain? Kenapa bukan papan sasaran seperti di lapangan tembak?

Lalat adalah serangga yang secara universal tidak disukai semua orang. Sesuatu yang secara tidak sadar kita benci tentu lebih berpeluang tersiram air seni, bukan? Coba bayangkan jika yang tertampang adalah gambar kupu-kupu, belum tentu semua cowok tega mengencinginya. Bayangkan lagi jika gambarnya seekor laba-laba berbisa atau kecoa, pasti banyak yang ketakukan bahkan tidak sudi untuk berdiri di dekat urinoir.

Lalat dipilih karena terlihat paling aman, dia benci namun tidak membuat orang-orang takut. Sosok lalat yang terlihat mudah disingkirkan membuat cowok jadi lebih cenderung mengarahkan air seninya ke gambar lalat.

Kalau kamu sendiri suka pipis pada gambar apa?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya