5 Alasan Kenapa Film Turning Red Layak Untuk Kamu Menontonya!

Film ini terinspirasi dari kisah nyata sang sutradara

Disney Pixar kembali lagi dengan film animasi terbarunya yang berjudul Turning Red yang telah diliris pada 11 Maret 2022 lalu di platform streaming Disney Plus Hoststar. Film yang digarap oleh Domee Shii ini sempat trending di media sosial Twitter saat di hari penayangannya.

Advertisement

Film animasi Turning Red ini merupakan film kolaborasi Pixar Animation studio dan Walt Disney Studio setelah film animasi Luca pada 2021. Film ini pun mendapat perhatian oleh banyak penonton karena memiliki plot yang sangat unik. Dengan plot yang unik ini, tentunya film Turning Red wajib Sobat Hipwee tonton. Penasaran dengan filnnya? Yuk simak!

1. Mengangkat tema coming of age anak remaja

Mei with her friends

Persehabatan gadis yang terinspirasi dari Sailor Moon | credir Disney via IMDb via www.imdb.com

Melansir laman IMDb, Meilin “Mei” Lee, merupakan seorang gadis Cina-Kanada. Ia tumbuh besar di Toronto pada awal 2000-an. Meilin mulai menghadapi gejolak dilema ketika beranjak remaja  di usai 13 tahun.

Meilin pun memliki kehidupan yang “sempurna”, memiliki teman, kelurga yang ia sayangi. Mei merupakan sosok yang ceria, aktif dan semangat mengalami kejadian aneh dan mengejutkannya. Tiba-tiba ia berubah menjadi seekor panda merah setiap kali ia merasa terlalu semangat atau emosi yang berlebihan.

Advertisement

2. Memiliki cerita sederhana, penuh makna yang dibalut dengan komedi yang gemas

Ming (Sandra Oh) and Meilin (Rosalin Chieng)

film Turning Red memiliki alur yang sederhana yang mudah untuk dipahami, namun memiliki pesan penting | credit Disney via IMDb via www.imdb.com

Tidak seperti film Fixar lainnya, cerita film Turning Red memiliki alur yang sederhana yang mudah untuk dipahami, namun memiliki pesan penting. Film ini menunjukan bagimana konflik yang dialami oleh anak remaja perempuan ketika menghadapi pubertas.

Penerimaan diri yang dilihatkan oleh Mei ketika mengalami perubahan kondisi fisik dan emosionalnnya. Cerita dikemas dengan komedi ini pas banget ditonton dengan adik-adik yang sedang mengalami masalah seperti Mei~

3. Menyajikan kisah persahabatan dan kekeluargaan

Meilin with her Friends

Persahabat yang dimiliki oleh Mei dan teman-temannya | credit: Disney via IMDb via www.imdb.com

Advertisement

Tidak hanya memberikan kisah konflik yang dimiliki oleh Mei saja, dalam animasi Turning Red memberikan juga konflik persahabatan dan keluarga. Mei memiliki tiga sahabat yaitu, Miriam, Priya dan Abby.

Seperi kisah persahabatan anak remaja pada umumnnya yang epnuh semangat, aktif, mengagumi seorang dan menyukai boyband. Persahabatan mereka tidak berubah setelah mengetahui perubahan yang dimiliki oleh Mei, tentunya persahaatan mereka memiliki konflik kecil yang bisa mereka atasi bersama.

Kisah keluarga Mei pun ditunjukan dalam film ini. Mei yang hidup sederhana bersama keluargannya, merupakan anak yang yang sangat rajin membantu keluargannya dalam merawat kuil peninggalan keluarga mereka. Konflik pun tentunya ada, anak remaja dan ibu yang protektif disajikan dalam film animasi Turning Red.

4. Gaya animasi yang lebih ekspresif terinspirasi dari anime

Rosalie Chiang in Turning Red (2022)

Karakter-karakter dalam film animasi Turning Red lebih ekspresif | via IMDb via www.imdb.com

Berbeda dengan film animasi Pixar lainnya, animasi Turning Red memiliki perbedaan dalam segi penggambaran karakter. Karakter-karakter dalam film animasi ini lebih ekspresif. Shi pun banyak terinspirasi dari animasi jepang.

Dalam wawancaranya dengan IndieWire, Shi mengungkapkan bahwa animasinnya terinspirasi dari kecintaannya menonton anime dan membaca manga. Shii secara khusus menyebutkan Sailor Moon, Fruit Baket dan Ranma ½ merupakan inspirasinya dalam membuat film Turning Red.

“Saya tumbuh dengan menonton begitu banyak anime Jepang, dan membaca manga yang digambar oleh wanita,” Kata Domee Shi kepada IndieWire.

“Sailor Moon adalah tentang gadis-gadis sekolah menengah menyelamatkan dunia, tapi mereka juga teman baik dan pergi ke mall bersama. Itu sangat keren. Kami mencoba menangkap semangat persahabatan gadis itu di film kami. Fruit Basket dan Ranma ½ adalah anime lucu yang diciptakan oleh perempuan tentang transformasi hewan manusia yang dicampur romansa, komedi drama sekakolah menengah. Saya sangat terinspirasi oleh mereka semua, semnagat energi gadis remaja yang luar biasa yang benar-benar saya pasang di layar lebar” Lanjut Domee Shi.

5. Terinspirasi dari kisah nyata sang sutradara Domee Shi

Meilin with Tamagochi

Unsu budaya pop era 2000-an ditampilkan dalam film animasi Turning Red | credit Disney via IMDb via www.imdb.com

Domee Shi merupakan kepala tim kreatif pertama Pixar Animation Studios. Ia juga memenangkan Piala Oscar dalam katagori film animasi pendek berjudul Bao pada 2019.

Domee Shi menjelaskan film animasi Turning Red merupakan film yang diambil dari kisah nyata kehidupannya. Tidak heran berbagai unsur budaya pop era 2000-an diperlihatkan dalam film animasi ini, seperti tamagotchi dan obesesi boyband di awal 2000-an.

Shi pun berharap Turning Red dapat menginspirasi bagi anak remaja khususnya perempuan yang menghadapi masa pubertas.

Cerita yang sederhana dengan adegan mengibur dan mengemaskan, yang dibalut dengan visual yang indah, menjadi alasan kenapa film animasi Turning Red sangat cocok ditonton. Apalagi film ini sangat cocok ditonton bersama dengan anak remaja khususnya perempuan yang sedang mengalami pubertas. Jangan lupa ditonton yah sobat!

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE